Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM FILM SEKAWAN LIMO KARYA BAYU SKAK: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Rusydiana, Sinta Dewi; Yanuarsih, Sri; Letreng, I Wayan
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode yang terdapat dalam film Sekawan Limo karya Bayu Skak dengan menggunakan kajian sosiolinguistik. Film ini dipilih karena menampilkan interaksi tokoh-tokohnya yang mencerminkan praktik kebahasaan masyarakat bilingual, khususnya penggunaan bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan atau dialog antartokoh dalam film Sekawan Limo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, sedangkan analisis data difokuskan pada bentuk alih kode dan campur kode yang muncul dalam dialog film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 14 data yang mengandung fenomena alih kode dan campur kode. Alih kode ditemukan sebanyak 7 data, yang terdiri atas 5 alih kode intern dan 2 alih kode ekstern. Sementara itu, campur kode juga ditemukan sebanyak 7 data, yang meliputi 4 campur kode ke dalam, 1 campur kode ke luar, dan 2 campur kode campuran. Fenomena alih kode dan campur kode tersebut terjadi sebagai bentuk penyesuaian penutur terhadap lawan tutur, situasi komunikasi, serta sebagai penanda identitas sosial dan budaya tokoh. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa film Sekawan Limo merepresentasikan dinamika penggunaan bahasa dalam masyarakat multilingual dan dapat dijadikan sebagai sumber data yang relevan dalam kajian sosiolinguistik.
MAKNA SIMBOLIK DALAM PUISI “AKU INGIN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Rohmad, Anang Fauzi; Yanuarsih, Sri; Letreng, I Wayan
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.413

Abstract

Puisi Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu karya liris modern Indonesia yang mengandung makna simbolik mendalam melalui kesederhanaan bahasa dan kekuatan metaforiknya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam puisi tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotik dan hermeneutik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap teks puisi serta literatur pendukung yang mencakup teori semiotika Saussure dan Barthes, simbolisme modern, serta teori interpretasi hermeneutik. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui tahap identifikasi penanda, petanda, analisis denotasi, konotasi, dan mitos, serta interpretasi makna simbolik berdasarkan konteks emosional dan filosofis puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi Aku Ingin memuat simbolisme tentang cinta yang sederhana, tulus, dan penuh keikhlasan melalui metafora kayu, api, abu, awan, hujan, dan tiada. Simbol-simbol ini menggambarkan pengorbanan, kerelaan melepas, serta kedewasaan emosional dalam mencintai. Penelitian ini relevan untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam sastra Indonesia, sekaligus memberikan wawasan baru tentang bagaimana kesederhanaan dapat menjadi ekspresi mendalam dalam pengalaman cinta manusia.
Campur Kode dalam Film Pendek "Capciptop" di Kanal Youtube Ravacana Films Septia, Ellisa Eka Nur; Yanuarsih, Sri; Letreng, I Wayan
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the forms of code-mixing and the social factors underlying them. The study employed a qualitative descriptive method. The data source consisted of dialogues between characters. Data collection was conducted through listening and note-taking, while data analysis employed a matching method with a sorting technique. The results of the study indicate that code-mixing in the film “Capciptop” occurs naturally in informal speech situations. Javanese serves as the primary code, while Indonesian and foreign languages ​​are interspersed in the form of words and phrases. The resulting code-mixing is influenced by several social factors, including the closeness of the relationships between characters, the context of the speech situation, the speaker's generational background, and the influence of modern culture and digital technology. Functionally, code-mixing in the film serves as a marker of cultural identity, an expressive medium, and a pragmatic strategy in communication. Abstrak Artikel ini   mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode serta faktor sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa dialog antartokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode dalam film “Capciptop” terjadi secara alami dalam situasi tutur yang bersifat informal. Bahasa Jawa berperan sebagai kode utama, sementara bahasa Indonesia dan bahasa asing disisipkan dalam bentuk kata dan frasa. Campur kode yang muncul dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial, antara lain kedekatan hubungan antartokoh, konteks situasi tutur, latar generasi penutur, serta pengaruh budaya modern dan teknologi digital. Secara fungsional, campur kode dalam film berperan sebagai penanda identitas budaya, sarana ekspresif, serta strategi pragmatik dalam komunikasi.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Pendek "Topi Tindak Tanduk Subasita" di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan Azam, Irfan Abdullah; Letreng, I Wayan; Abadi, M. Imron
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the illocutionary speech acts in the dialogue of the short film Topi Tindak Tanduk Subasita on the Paniradya Kaistimewan YouTube channel. The study uses a qualitative descriptive approach with data sources in the form of speech between characters in the film. Data were collected through the listening and note-taking method, then analyzed by identifying the types of illocutionary speech acts based on the context of the speech situation. The results show that the dialogue in the film contains various types of illocutionary speech acts, including assertive, directive, expressive, and commissive. These speech acts function to build social interactions between characters, clarify social relations, and move the film's storyline. Abstrak Artikel ini mendeskripsikan tindak tutur ilokusi dalam dialog film pendek Topi Tindak Tanduk Subasita di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan. Penelitian  menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan antartokoh dalam film. Data dikumpulkan melalui metode simak dan catat, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi berdasarkan konteks situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film mengandung berbagai jenis tindak tutur ilokusi, meliputi asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur tersebut berfungsi membangun interaksi sosial antartokoh, memperjelas relasi sosial, serta menggerakkan alur cerita film.