Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Growth patterns and ecological classification of Tor tambra (Valenciennes 1842) in the Mamis River, Leuser Ecosystem Area, Aceh Province, Indonesia Akmal, Yusrizal; Yunus , Muchammad; Plumeriastuti , Hani; Dhamayanti, Yeni; Irfannur; Muliari; Zulfahmi, Ilham; Batubara, Agung Setia
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i2.55808

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research 1. Tor tambra is the most dominant species other Tor species in Aceh Province, Indonesia. 2. The population of T. tambra has decreased significantly due to overfishing and environmental destruction. 3. This research aims to examine the habitat characteristics, growth patterns and condition factors of T. tambra. 4. Analysis of the length weight relationship of T. tambra revealed that the condition of the fish was stable . Abstract This research was aimed to examine the habitat characteristics, growth patterns and condition factors of T. tambra in the Mamis River, Leuser Ecosystem Area, Aceh, Indonesia. This research was conducted on the Mamis River in three different river conditions from July to August 2023. The ecological parameters of T. tambra were conducted by observing the main, broodstock, spawning, and nursery ground habitats based on diversity of catch size at a location, water quality, aquatic substrate, aquatic vegetation, and water shade. The growth pattern parameter was also analyzed to reveal the condition of T. tambra.  The T. tambra habitat in the Mamis River includes broodstock and spawning habitat with the criteria from small to large rocks overgrown with Bryophytes, gravel and sand substrates, clear water color, slow to swift water currents, and river environment most of it is primary forest. In the main habitat, there is dominant riparian vegetation in the form of forest timber trees such as Pometia pinnata, Ficus fistulosa, Hydnocarpus castanea, and Aglaia tomentosa. The habitat for the juvenile is in the form of rocks, gravel substrate, clear water color, and fast water currents. In the nursery habitat, the dominant riparian vegetation is Balakata baccata. Based on the results of water quality analysis at the three stations, it shows that temperature, pH, DO, currents, BOD, COD are significantly different, but brightness levels are not significantly different. Based on the analysis of the length-weight relationship, it shows that the condition of the fish is stable with sufficient food availability.
Penerapan Sistem Akuaponik sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Terdampak Banjir di Desa Pante Lhong: Pengabdian Dani Pratama Putra; Yusrizal Akmal; Irfannur; M. Radhi; Akmal Izwar; Rossy Azhar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6177

Abstract

Bencana banjir dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian serta ketahanan pangan masyarakat, terutama pada wilayah pedesaan yang bergantung pada lahan pertanian sebagai sumber produksi pangan. Salah satu dampak yang terjadi di Desa Pante Lhong, Kabupaten Bireuen adalah rusaknya lahan pertanian akibat endapan sedimen berupa pasir dan lumpur sehingga sulit dimanfaatkan kembali untuk kegiatan budidaya tanaman secara konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan sistem akuaponik sebagai alternatif teknologi budidaya terpadu dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir. Metode kegiatan meliputi identifikasi permasalahan masyarakat, sosialisasi teknologi akuaponik, instalasi sistem akuaponik, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sistem akuaponik yang diterapkan mengintegrasikan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan tanaman sayuran seperti kangkung, sawi, dan pakcoy dalam satu sistem resirkulasi air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ikan nila yang dipelihara selama 30 hari mengalami pertumbuhan yang baik dengan ukuran akhir rata-rata 18,5 cm dan berat sekitar 275 g dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 80%. Tanaman sayuran juga menunjukkan pertumbuhan yang optimal dengan waktu panen relatif singkat yaitu kangkung dua minggu, sawi tiga minggu, dan pakcoy empat minggu. Parameter kualitas air selama pemeliharaan berada dalam kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan ikan dan tanaman. Penerapan akuaponik membantu warga mencukupi pangan sendiri sambil belajar cara bertani modern yang efisien.