Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Metode At-Taisir Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surat Al- Bayyinah Pada Anak Di Tkq Al-Quds Pandeglang Nurmayadewi, Nina; Haerani, Elis
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 9, No 2: Oktober 2023 Special Edition
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v9i2.52597

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran melalui penerapan metode at-taisir dalam menghafal Al-Qur’an pada anak usia 5-6 tahun di TKQ Al.Quds Menes Pandeglang Tahun Ajaran 2021-2022. Subjek penelitian ini berjumlah 13 anak. Metode penelitian tindakan kelas, dengan cara observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan data yang telah diperoleh, peneliti menganalisis data tersebut dengan menggunakan analisis deskriptif yang mendeskripsikan hasil temuan di lapangan terkait perencanaan, pelaksanaan pembelajaran menghafal Al- Qur’an. Analisis data kuantitatif dengan statistik deskriptip yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari pra tindakan, siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan menghafal surat Al-Bayyinah dengan menggunakan metode At-Taisir dapat dibuktikan dengan rata-rata tingkat capaian perkembangan pada pra tindakan sebesar 39, mengalami peningkatan pada siklus pertama menjadi 73,5 dan siklus kedua 95
Meningkatkan Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia 5–6 Tahun melalui Metode Bermain Peran di PAUD Al-Lesha, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Sofyan, Yayan; Ojah, Neng; Haerani, Elis
Ibtida'i Vol 10 No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peningkatan perkembangan sosial-emosional pada anak usia 5–6 tahun melalui penerapan metode bermain peran di PAUD Al-Lesha, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. Subjek penelitian terdiri dari delapan anak dalam rentang usia 5–6 tahun. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi sebagai instrumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam perkembangan sosial-emosional anak setelah penerapan metode bermain peran. Pada tahap pra-siklus, rata-rata Tingkat Capaian Perkembangan (TCP) anak berada pada angka 5,5%. Nilai ini meningkat menjadi 33,1% pada siklus pertama dan mencapai 45,6% pada siklus kedua. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode bermain peran efektif dalam menstimulasi keterampilan sosial-emosional anak, termasuk kemampuan berempati, bekerja sama, dan berkomunikasi secara positif.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Guru Bagi Tumbuh Kembang Anak Pada “TPA Jasmine Kiddy Care” Wiyati, Eni Kardi; Sukarni, Nurul Fadzar; Haerani, Elis
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v5i1.5847

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam perkembangan anak, baik bagi tumbuh kembang dan pendidikan sosial.  Adanya perkembangan jaman, menjadi tantangan bagi orang tua (yang bekerja di luar rumah), untuk dapat memberikan proses pengajaran yang tepat baik anak.  Upaya yang dilakukan oleh orang tua adalah dengan menitipkan anak pada Tempat Penitipan Anak. Peran guru menjadi penting dalam proses pengajaran, tidak hanya memberikan pendidikan tapi mengenalkan lingkungan sosial, sehingga anak dapat tumbuh kembang secara mandiri  Untuk itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan komunikasi bagi guru agar dapat meningkatkan keterampilan agar memberikan “kata sesuai konteks selama proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan dilakukan kepada Guru TPA Jasmine Kiddy Care dengan metode ceramah (penyampaian materi) dan diskusi/tanya jawab. Hasil kegiatan bahwa guru menilai adanya kesesuaian materi yang digunakan dalam menerapkan proses pengajaran.  Selain dapat meningkatkan keterampilan dalam hal komunikasi juga menjadi proses pembelajaran tersendiri sehingga dapat menerapkan dan menggunakan komunikasi yang tepat bagi peningkatan tumbuh kembang anak, terutama dengan menggunakan komunikasi dua arah.  Bentuk komunikasi efektif dalam proses pengajaran di antaranya; mendengarkan dengan aktif seperti guru harus menjadi pendengar yang baik, tidak memotong pembicaraan anak, dan berusaha memahami apa yang ingin disampaikan.
Improving Children's Fine Motor Skills Through Collage Activities At TK B Cahaya Qur'an Pagelaran Sub-District Hasanah, Nida; Sulasiah, Siti; Umamah, Siti; Maulida, Alwanah; Halimatussaadiah, Siti; Alfiana, Fikri; Haerani, Elis
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2337

Abstract

This research aims to improvethe fine motor skills of early childhood through fun and creative collage activities. Fine motor skills are skills thatinvolve the coordination of small muscles in the hands and fingers, which play an important rolein daily activities such as writing, drawing, and cutting.Collage activities are believed to be an effective means of developinghand-eye coordination and training children's accuracy, patience, and independence.This study used a classroom action research (CAR) approach, whichwas carried out in two cycles with four stages, namely planning,implementation, observation, and reflection. The research subjects were 15 children in group Bat Cahaya Qur'an Kindergarten in Pagelaran Subdistrict, consisting of 15 children. Data were collected throughobservation, documentation, and interviews, then analyzed descriptivelyqualitatively to determine the improvement in children's fine motor skills afterbeing given collage activities. The results showed thatcollage activities were able to significantly improve children's fine motor skills. Children became more skilled in using tools such as scissorsand glue, more coordinated in moving their hands and fingers, andproduced neater and more creative work. In addition, this activityalso improved the children's concentration, cooperation, and self-confidence during thelearning process. Thus, collage activities can be used as aneffective and enjoyable learning alternative in developingthe fine motor skills of early childhood in PAUD institutions.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Alam dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di PAUD Nurul Insan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Meisaroh; Yuningsih, Nining; Warnita, Suminih; Rohmah, Siti; Isnaeni, Neni; Fauziah, Tilmidah; Haerani, Elis
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/paud.v3i2.2338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak-anak melalui aktivitas bermain berkelompok di Pusat Pendidikan Anak Usia Dini Nurul Insan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi yang efektif, termasuk modeling, penguatan positif, dan pembentukan kebiasaan perilaku sosial yang baik, dikombinasikan dengan aktivitas bermain kelompok seperti peran-peran, permainan konstruktif, dan permainan tradisional. Aktivitas-aktivitas ini membantu anak-anak mengendalikan diri, meningkatkan empati, membangun motivasi, dan memperkuat keterampilan sosial. Peran guru sebagai fasilitator aktif memberikan arahan, dukungan emosional, dan penguatan positif, sehingga anak-anak merasa aman dan termotivasi untuk mengekspresikan diri. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara strategi guru dan aktivitas bermain berkelompok merupakan cara efektif untuk mengembangkan kecerdasan emosional pada masa kanak-kanak, yang menjadi landasan penting bagi perkembangan sosial dan emosional mereka di masa depan.