Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Sumatif Pada Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rahmatan Kota Serang Meifiana, Sarah Annisa; Nufus, Nurhafiza Hayatun; Alicia, Nur; Febriani, Ida; Salsabila, Abira
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9707

Abstract

Abstract: Preschool education, abbreviated as PAUD, is intended for early childhood children, usually around 3 to 4 years old. PAUD is a non-formal education institution that prepares children to continue formal education such as elementary school with broader skills and knowledge. The aim of PAUD is to provide educational experiences that support children's development in various aspects, starting from emotional, psychomotor, social, cognitive and physical aspects. Preschool education (PAUD) is the first stage in children's education which has an important role in forming children's basic knowledge, skills and attitudes. Assessment is one of the key elements in the educational process and there are two main types of assessment in the PAUD context, namely formative assessment and summative assessment. In this research we examined Rahmatan PAUD Rahmatan PAUD located on Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Ex. Cipare, Cipare, District. Serang, Serang City Prov. Banten. This PAUD is under the auspices of a Kuntum Mekar PKBM which is managed by Haji Mansur, a lecturer at the Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University, Banten. It was founded in 2014, precisely on August 18. Accredited C., in carrying out our research we used data processing techniques by means of interviews, observation and documentation. In conducting this Rahmatan PAUD evaluation, we used a summative evaluation. Summative evaluation is an evaluation carried out on students' learning outcomes after attending lessons in a quarter, a semester or at the end of the year to determine the next level of education.Key Words: PAUD, Evaluation, SummatifAbstrak: Pendidikan prasekolah yang disingkat PAUD ditujukan untuk anak usia dini, biasanya berusia sekitar 3 hingga 4 tahun. PAUD merupakan lembaga pendidikan nonformal yang mempersiapkan anak untuk melanjutkan pendidikan formal seperti sekolah dasar dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas. Tujuan PAUD adalah memberikan pengalaman pendidikan yang mendukung perkembangan anak dalam berbagai aspek, mulai dari aspek emosional, psikomotorik, sosial, kognitif, dan fisik. Pendidikan prasekolah (PAUD) merupakan tahapan pertama dalam pendidikan anak yang mempunyai peranan penting dalam membentuk pengetahuan dasar, keterampilan dan sikap anak. Penilaian merupakan salah satu elemen kunci dalam proses pendidikan dan terdapat dua jenis penilaian utama dalam konteks PAUD, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Dalam penelitian ini kami meneliti PAUD Rahmatan PAUD Rahmatan berlokasi di Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Kel. Cipare, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Prov. Banten. PAUD ini dibawah naungan sebuah PKBM Kuntum Mekar yang dikelola oleh Haji Mansur seorang Dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Didirikan pada tahun 2014 tepatnya pada tanggal 18 Agustus. Berakreditasi C., dalam melaksanakan penelitian kami menggunakan Teknik pengolahan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumnetasi. Dalam melakukan evaluasi PAUD Rahmatan ini kami menggunakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam catur wulan, satu semeter, atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya.Kata Kunci: PAUD, Evaluasi, Sumatif
Penerapan Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Congestive Heart Failure Di Kelurahan Andong Febriani, Ida; Andriyani, Annisa
Public Health and Safety International Journal Vol. 3 No. 02 (2023): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v3i02.376

Abstract

Latar Belakang: Congestive Heart Failure merupakan kelainan fungsi jantung yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Salah satu gejala klinis adalah sesak nafas merupakam kurangnya oksigen yang masuk kedalam paru paru. Posisi semi fowler sebagai salah satu tindakan keperawatan yang mampu mengurangi sesak nafas sehingga asupan oksigen meningkan dan sesak nafas berkurang. Tujuan: Mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien CHF di Kelurahan Andong. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif pada 2 responden perempuan yang dilakukan dari tanggal 9 – 11 Juni 2023 di Dusun Sugihan RT 22 RW 09 Kelurahan Andong, Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali dengan tiap responden diberikan intervensi selama 3 hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan oxymeter untuk mengukur nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah penerapan. Hasil: nilai saturasi oksigem sebelum dilakukan penerapan kedua responden termasuk hipoksia ringan dengan responden ke-1 nilai 93% pada responden ke-2 nilai 94% dan setelah dilakukan penerapan kedua responden termasuk kategori normal dengan responden ke-1 nilai 98% dan responden ke-2 skor 98%. Kesimpulan: Penerapan posisi semi fowler ini mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF di Kelurahan Andong.
Evaluasi Program Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di LPK Veritrust Nugroho, Helga Raissa; Febriani, Ida; Sudrajat, Indra
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 9 No. 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v9i2.8326

Abstract

Provinsi Banten menjadi peringkat ke-3 besar dalam pengangguran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Banten masih menjadi daerah yang paling tinggi angka penganggurannya dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Sehingga di perlukannya sertifikasi untuk bisa mendobrak dan bersaing dengan orang - orang dari luar Banten. Lembaga pelatihan kerja (LPK) Veritrust hadir untuk membantu mengembangkan potensi SDM untuk mengurangi angka pengangguran khususnya di provinsi Banten. Pada kegiatan evaluasi ini menggunakan model evaluasi Kirkpatrick dengan 4 tahapan yaitu Reaksi, Pembelajaran, Perilaku, dan Hasil. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan wawancara dan observasi kepada pengelola LPK Veritrust. Sumber data pada evaluasi ini berasal dari data primer (pengelola LPK Veritrust) dan data sekunder (dokumentasi, buku, artikel jurnal, sumber relevan). Hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukan bahwa keberhasilan program pelatihan sudah sesuai dengan tujuan diselenggarakannya pelatihan. Setiap peserta yang mengikuti pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) akan mendapatkan sertifikasi Ahli K3 Umum yang dapat membantunya didalam dunia kerja, serta membantu peserta pelatihan dalam mengikuti magang atau mendapatkan pekerjaan sehingga hal ini dapat berguna untuk mengurangi pengangguran yang terjadi di Provinsi Banten
Evaluasi Sumatif Pada Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rahmatan Kota Serang Meifiana, Sarah Annisa; Nufus, Nurhafiza Hayatun; Alicia, Nur; Febriani, Ida; Salsabila, Abira
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 10 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9707

Abstract

Abstract: Preschool education, abbreviated as PAUD, is intended for early childhood children, usually around 3 to 4 years old. PAUD is a non-formal education institution that prepares children to continue formal education such as elementary school with broader skills and knowledge. The aim of PAUD is to provide educational experiences that support children's development in various aspects, starting from emotional, psychomotor, social, cognitive and physical aspects. Preschool education (PAUD) is the first stage in children's education which has an important role in forming children's basic knowledge, skills and attitudes. Assessment is one of the key elements in the educational process and there are two main types of assessment in the PAUD context, namely formative assessment and summative assessment. In this research we examined Rahmatan PAUD Rahmatan PAUD located on Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Ex. Cipare, Cipare, District. Serang, Serang City Prov. Banten. This PAUD is under the auspices of a Kuntum Mekar PKBM which is managed by Haji Mansur, a lecturer at the Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University, Banten. It was founded in 2014, precisely on August 18. Accredited C., in carrying out our research we used data processing techniques by means of interviews, observation and documentation. In conducting this Rahmatan PAUD evaluation, we used a summative evaluation. Summative evaluation is an evaluation carried out on students' learning outcomes after attending lessons in a quarter, a semester or at the end of the year to determine the next level of education.Key Words: PAUD, Evaluation, SummatifAbstrak: Pendidikan prasekolah yang disingkat PAUD ditujukan untuk anak usia dini, biasanya berusia sekitar 3 hingga 4 tahun. PAUD merupakan lembaga pendidikan nonformal yang mempersiapkan anak untuk melanjutkan pendidikan formal seperti sekolah dasar dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas. Tujuan PAUD adalah memberikan pengalaman pendidikan yang mendukung perkembangan anak dalam berbagai aspek, mulai dari aspek emosional, psikomotorik, sosial, kognitif, dan fisik. Pendidikan prasekolah (PAUD) merupakan tahapan pertama dalam pendidikan anak yang mempunyai peranan penting dalam membentuk pengetahuan dasar, keterampilan dan sikap anak. Penilaian merupakan salah satu elemen kunci dalam proses pendidikan dan terdapat dua jenis penilaian utama dalam konteks PAUD, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Dalam penelitian ini kami meneliti PAUD Rahmatan PAUD Rahmatan berlokasi di Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Kel. Cipare, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Prov. Banten. PAUD ini dibawah naungan sebuah PKBM Kuntum Mekar yang dikelola oleh Haji Mansur seorang Dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Didirikan pada tahun 2014 tepatnya pada tanggal 18 Agustus. Berakreditasi C., dalam melaksanakan penelitian kami menggunakan Teknik pengolahan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumnetasi. Dalam melakukan evaluasi PAUD Rahmatan ini kami menggunakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam catur wulan, satu semeter, atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya.Kata Kunci: PAUD, Evaluasi, Sumatif
EFEKTIVITAS CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS ARGUMENTASI MURID SMA Alia, Rauda; Sudrajat, Yayan; Irawan, Nur Atikah; Putri, Wilma Natasya; Febriani, Ida; Anggriani, Anita
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10912

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ argumentative writing skills and the limited effectiveness of conventional learning in providing personalized feedback formed the basis for conducting this research. This study aims to examine the effectiveness of using ChatGPT in adaptive learning to improve argumentative writing skills among Grade XI high school students. The research problem focuses on whether the use of ChatGPT in adaptive learning can significantly improve argumentative writing skills compared to conventional learning. This study employed a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. The participants consisted of two groups: an experimental group using ChatGPT-based adaptive learning and a control group receiving conventional instruction. The research procedures included administering a pretest, implementing the learning treatment, providing writing practice supported by ChatGPT-based feedback for the experimental group, and conducting a posttest for both groups. The instrument used was an argumentative writing test assessed using an analytic rubric covering content, structure, and language aspects. The results show that the mean score of the experimental group increased from 65.3 to 82.6, while the control group increased from 64.8 to 73.4. The gain score of the experimental group (17.3) was higher than that of the control group (8.6), with a statistically significant difference (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that ChatGPT-based adaptive learning is effective in improving students’ argumentative writing skills in a more optimal and sustainable way. ABSTRAK Rendahnya keterampilan menulis argumentasi pada siswa serta kurang efektifnya pembelajaran konvensional dalam memberikan umpan balik secara personal menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran adaptif untuk meningkatkan keterampilan menulis argumentasi murid kelas XI SMA. Fokus masalah penelitian ini adalah apakah penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran adaptif dapat meningkatkan keterampilan menulis argumentasi secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan ChatGPT dalam pembelajaran adaptif dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest, pelaksanaan perlakuan pembelajaran, pemberian latihan menulis berbantuan umpan balik berbasis ChatGPT pada kelompok eksperimen, serta posttest pada kedua kelompok. Instrumen yang digunakan berupa tes menulis argumentasi dengan rubrik analitik untuk menilai aspek struktur, isi, dan kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat dari 65,3 menjadi 82,6, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 64,8 menjadi 73,4. Nilai gain kelompok eksperimen (17,3) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (8,6) dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adaptif berbasis ChatGPT efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis argumentasi siswa secara lebih optimal dan berkelanjutan.