Articles
Benda Referensi sebagai Acuan Penyederhanaan untuk Deteksi Benda pada Kondisi Terhalang dengan Metoda Support Machine
Kurnia, Rahmadi;
Atika, Ratna;
Elfitri, Ikhwana
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.502 KB)
|
DOI: 10.25077/jnte.v6n2.415.2017
Object in an unobstructed condition is a very difficult condition to recognize. This is due to the overall size of imperfect objects visible. For robot applications, of course this will be very annoying. This condition will lead to errors in decision-making for robots. On the other hand, the crowd of objects that are too much in the robot work environment will complicate the robot in executing objects desired by the user. Robot will easily recognize the object if the object is in a limited environment and not too much so that the focus of his work is more optimal. On too many objects, the probability of the target object will decrease as the number of other objects also allows becoming the candidate as the target object. For that we need an effort to simplify the work environment of the robot so that the focus can be more focused by dividing the environment that is too crowded into several parts. One of the benchmarks in dividing the environment is a reference object. This research will focus on the discussion and the role of reference objects to simplify the environment that is too complicated for robot work. The reference object will be determined by the robot itself from the features with predefined parameters. An important point in this research is how robots can be as intelligent as humans think in determining what references object criteria are used. As cluster determination for reference object used support vector machine method as guide of robot determine class and feature object. The desired end goal is the formation of a simple system in the robot, Simple in this sense is the maximum number of objects 3 pieces.Keywords : object detection, support vector machine, reference objectAbstrak— Sebuah benda dalam kondisi terhalang, merupakan kondisi yang sangat sulit untuk dikenali. Hal ini disebabkan keseluruhan bentuk benda tidak sempurna terlihat. Untuk aplikasi robot, tentu saja hal ini akan sangat mengganggu. Benda yang tidak sempurna terlihat akan menimbulkan kesalahan pada pengambilan keputusan bagi robot. Di sisi lain, kerumunan benda yang terlalu banyak pada lingkungan kerja robot, akan menyulitkan robot dalam mengeksekusi benda yang diinginkan oleh pengguna. Robot akan mudah mengenali benda apabila benda tersebut berada pada lingkungan yang terbatas dan tidak terlalu banyak sehingga fokus kerja nya lebih optimal. Pada benda yang terlalu banyak, probabilitas benda sasaran akan semakin kecil karena banyaknya benda-benda lain yang memungkin juga untuk menjadi kandidat sebagai benda sasaran. Untuk itu diperlukan suatu upaya menyederhanakan lingkungan kerja robot agar fokusnya bisa lebih terarah dengan cara membagi lingkungan yang terlalu ramai tersebut menjadi beberapa bagian. Salah satu patokan dalam membagi lingkungan tersebut adalah benda referensi. Penelitian ini akan menitik beratkan pada pembahasan dan peran benda referensi untuk menyederhanakan lingkungan yang terlalu ramai bagi kerja robot. Benda referensi akan ditentukan oleh robot sendiri dari fitur –fitur benda dengan parameter-parameter yang telah ditentukan. Point penting dalam penelitian ini adalah bagaimana robot bisa dengan cerdas dalam menentukan kriteria benda referensi apa yang digunakan. Sebagai penentuan kluster untuk benda referensi digunakan metoda support vector machine sebagai panduan robot menentukan kelas dan fitur benda. Tujuan akhir yang diinginkan adalah terbentuknya sistem yang sederhana dalam padangan robot, Sederhana dalam pengertian ini adalah jumlah benda maksimal 3 buah.Kata Kunci : deteksi benda, support vector machine. benda referensi
Benda Referensi sebagai Acuan Penyederhanaan untuk Deteksi Benda pada Kondisi Terhalang dengan Metoda Support Machine
Rahmadi Kurnia;
Ratna Atika;
Ikhwana Elfitri
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 6, No 2: Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.502 KB)
|
DOI: 10.25077/jnte.v6n2.415.2017
Object in an unobstructed condition is a very difficult condition to recognize. This is due to the overall size of imperfect objects visible. For robot applications, of course this will be very annoying. This condition will lead to errors in decision-making for robots. On the other hand, the crowd of objects that are too much in the robot work environment will complicate the robot in executing objects desired by the user. Robot will easily recognize the object if the object is in a limited environment and not too much so that the focus of his work is more optimal. On too many objects, the probability of the target object will decrease as the number of other objects also allows becoming the candidate as the target object. For that we need an effort to simplify the work environment of the robot so that the focus can be more focused by dividing the environment that is too crowded into several parts. One of the benchmarks in dividing the environment is a reference object. This research will focus on the discussion and the role of reference objects to simplify the environment that is too complicated for robot work. The reference object will be determined by the robot itself from the features with predefined parameters. An important point in this research is how robots can be as intelligent as humans think in determining what references object criteria are used. As cluster determination for reference object used support vector machine method as guide of robot determine class and feature object. The desired end goal is the formation of a simple system in the robot, Simple in this sense is the maximum number of objects 3 pieces.Keywords : object detection, support vector machine, reference objectAbstrak— Sebuah benda dalam kondisi terhalang, merupakan kondisi yang sangat sulit untuk dikenali. Hal ini disebabkan keseluruhan bentuk benda tidak sempurna terlihat. Untuk aplikasi robot, tentu saja hal ini akan sangat mengganggu. Benda yang tidak sempurna terlihat akan menimbulkan kesalahan pada pengambilan keputusan bagi robot. Di sisi lain, kerumunan benda yang terlalu banyak pada lingkungan kerja robot, akan menyulitkan robot dalam mengeksekusi benda yang diinginkan oleh pengguna. Robot akan mudah mengenali benda apabila benda tersebut berada pada lingkungan yang terbatas dan tidak terlalu banyak sehingga fokus kerja nya lebih optimal. Pada benda yang terlalu banyak, probabilitas benda sasaran akan semakin kecil karena banyaknya benda-benda lain yang memungkin juga untuk menjadi kandidat sebagai benda sasaran. Untuk itu diperlukan suatu upaya menyederhanakan lingkungan kerja robot agar fokusnya bisa lebih terarah dengan cara membagi lingkungan yang terlalu ramai tersebut menjadi beberapa bagian. Salah satu patokan dalam membagi lingkungan tersebut adalah benda referensi. Penelitian ini akan menitik beratkan pada pembahasan dan peran benda referensi untuk menyederhanakan lingkungan yang terlalu ramai bagi kerja robot. Benda referensi akan ditentukan oleh robot sendiri dari fitur –fitur benda dengan parameter-parameter yang telah ditentukan. Point penting dalam penelitian ini adalah bagaimana robot bisa dengan cerdas dalam menentukan kriteria benda referensi apa yang digunakan. Sebagai penentuan kluster untuk benda referensi digunakan metoda support vector machine sebagai panduan robot menentukan kelas dan fitur benda. Tujuan akhir yang diinginkan adalah terbentuknya sistem yang sederhana dalam padangan robot, Sederhana dalam pengertian ini adalah jumlah benda maksimal 3 buah.Kata Kunci : deteksi benda, support vector machine. benda referensi
Perancangan Software Impedansi Total Sistem Rangkaian Listrik Menggunakan Metode Gabriel Kron
Ratna Atika;
Dyah Utari Yusa Wardhani
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v8i1.11349
Calculating the total impedance between two points that are equivalent and connected to a current voltage source still revolves around the discussion using the Wye-Delta transformation, the theory of the Series-Parallel formula, the loop current method and the node or node voltage method. These calculations are still ineffective and take quite a long time for certain complex circuits, because the calculations can only be done manually. So we need a special solution to facilitate us in the calculation process. In this case it is necessary to do a new transformation approach called Transformation [C]. This [C] Transformation Matrix will connect the old and new equivalent circuits. This study uses the Borland C++ Builder program with four kinds of complex circuit conditions tested. From the test results it can be seen that the results of program calculations are the same as the results of manual calculations and are proven to be easier, more effective and efficient than manual calculations which are complicated and require a long and lengthy calculation process. This software is very helpful and can be applied to calculate the total impedance of an electrical circuit system, especially in certain cases of conditioned complicated circuits.
Sistem Otomatis Pengendalian Pakan Ikan dengan Sumber Energi Matahari Menggunakan Mikrokontroller Arduino
Atika, Ratna;
Yusya Whardani, Dyah Utari
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v8i2.13916
Humans have made many discoveries in the modern era that make work easier, including advances in technology, healthcare, agriculture, and cultivation. Automated methods and equipment are among thedevelopments that make human work easier. As a result, a device for feeding fish that can functionautomatically according to the feeding plan and time is designed using a servo motor controller for the fishfeeder powered by solar energy and an Arduino microcontroller module as the controller program. Solarpanels are power plants that receive power from sunlight and are equipped with a charge controller. Theinverter acts as a DC to AC voltage converter, while the battery stores and distributes the voltage. Thescheduling system used by this tool is determined by Arduino software that has been programmed in astructured manner. It will operate on a pre-set schedule, which requires it to be used between 8 am and 5pm, and its output capacity of 10 feed container valve openings is set consistently and pre-programmed.During the test, the average power consumption was 142.75 watts during the day and 125.72 watts at night,with a total consumption of 108.93 watts at night.
Sistem Deteksi Objek Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Metode Diagram Venn
Atika, Ratna;
Kurnia, Rahmadi
Jurnal Ampere Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v9i1.14778
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendeteksian benda terhalang yang efektif dan efisien menggunakan metode diagram Venn. Sistem ini dirancang untuk membedakan objek yang terhalang dan terdistorsi, yang sulit dideteksi oleh komputer. Metode diagram Venn membagi situasi pendeteksian menjadi empat kategori berdasarkan kondisi objek acuan, warna dominan, dan posisi dominan. Sistem menghasilkan pertanyaan yang efektif dan efisien berdasarkan kategori tersebut, menghasilkan rata-rata 2 hingga 3 pertanyaan untuk mendeteksi objek, dibandingkan dengan 4 hingga 5 pertanyaan yang dibutuhkan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendeteksian benda terhalang dengan diagram Venn lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode manual. Sistem ini dapat membantu meningkatkan akurasi dan kecepatan deteksi objek dalam berbagai aplikasi, seperti pengenalan gambar, robotika, dan augmented reality.
Sistem Kontrol Monitoring Penyiram Tanaman Aglaonema Menggunakan Sensor Capacitive Soil Moisture dan DS-18B20 Berbasis Internet of Things (IoT)
Maulidda, Renny;
Atika, Ratna;
Alfarizal, Niksen;
Karlina Dwita, Anisa
Jurnal Ampere Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v10i1.18512
Aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati oleh para pecinta tanaman hias untuk dibudidayakan atau dipelihara karena nilai estetika dan nilai ekonomis tinggi. Tanaman hias ini memiliki tampilan yang cantik karena warna dan coraknya yang menarik. Namun, tanaman hias ini juga cukup sensitif terhadap suhu tinggi dan kelembaban tanah yang rendah. Kondisi ini dapat membuatnya layu dan mati. Untuk menjaga Aglaonema tetap tumbuh optimal maka aglaonema harus berada di suhu sekitar 20oC – 30oC dan kelembaban tanah di 50% - 75%. Kesibukan pemilik tanaman hias terkadang membuat perawatan Agalonema menjadi tidak konsisten sehingga diperlukan perangkat yang dapat memantau dari jarak jauh yaitu suhu dan menjaga kelembaban tanah Aglaonema tetap pada rentang yang ditentukan. IoT merupakan teknologi yang dapat memantau pertumbuhan Aglaonema menggunakan koneksi internet. Sensor suhu DS18B20 dan sensor Capacitive Soil Moisture digunakan untuk memantau dan mengontrol secara real time kelembaban tanah tanaman Agalonema. Sistem akan menyalakan pompa air jika sensor Capacitive Soil Moisture mendeteksi kelembaban tanah <50% dan sebaliknya, sistem akan mematika pompa air jika sensor Capacitive Soil Moisture mendeteksi kelembaban tanah >51%. Data suhu dan kelembaban tanah dapat diketahui melalui aplikasi Blynk yang dapat diakses melalui HP. Dari hasil pengujian sensor dan alat pengukur pembandingnya diketahui bahwa sensor telah bekerja dengan baik sesuai referensinya dan tanaman Aglaonema tetap dalam kondisi kelembaban yang sesuai.
Perancangan Software Impedansi Total Sistem Rangkaian Listrik Menggunakan Metode Gabriel Kron
Atika, Ratna;
Yusa Wardhani, Dyah Utari
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v8i1.11349
Calculating the total impedance between two points that are equivalent and connected to a current voltage source still revolves around the discussion using the Wye-Delta transformation, the theory of the Series-Parallel formula, the loop current method and the node or node voltage method. These calculations are still ineffective and take quite a long time for certain complex circuits, because the calculations can only be done manually. So we need a special solution to facilitate us in the calculation process. In this case it is necessary to do a new transformation approach called Transformation [C]. This [C] Transformation Matrix will connect the old and new equivalent circuits. This study uses the Borland C++ Builder program with four kinds of complex circuit conditions tested. From the test results it can be seen that the results of program calculations are the same as the results of manual calculations and are proven to be easier, more effective and efficient than manual calculations which are complicated and require a long and lengthy calculation process. This software is very helpful and can be applied to calculate the total impedance of an electrical circuit system, especially in certain cases of conditioned complicated circuits.
Sistem Otomatis Pengendalian Pakan Ikan dengan Sumber Energi Matahari Menggunakan Mikrokontroller Arduino
Atika, Ratna;
Yusya Whardani, Dyah Utari
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v8i2.13916
Humans have made many discoveries in the modern era that make work easier, including advances in technology, healthcare, agriculture, and cultivation. Automated methods and equipment are among thedevelopments that make human work easier. As a result, a device for feeding fish that can functionautomatically according to the feeding plan and time is designed using a servo motor controller for the fishfeeder powered by solar energy and an Arduino microcontroller module as the controller program. Solarpanels are power plants that receive power from sunlight and are equipped with a charge controller. Theinverter acts as a DC to AC voltage converter, while the battery stores and distributes the voltage. Thescheduling system used by this tool is determined by Arduino software that has been programmed in astructured manner. It will operate on a pre-set schedule, which requires it to be used between 8 am and 5pm, and its output capacity of 10 feed container valve openings is set consistently and pre-programmed.During the test, the average power consumption was 142.75 watts during the day and 125.72 watts at night,with a total consumption of 108.93 watts at night.
Sistem Deteksi Objek Berbasis Pengolahan Citra Menggunakan Metode Diagram Venn
Atika, Ratna;
Kurnia, Rahmadi
Jurnal Ampere Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v9i1.14778
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pendeteksian benda terhalang yang efektif dan efisien menggunakan metode diagram Venn. Sistem ini dirancang untuk membedakan objek yang terhalang dan terdistorsi, yang sulit dideteksi oleh komputer. Metode diagram Venn membagi situasi pendeteksian menjadi empat kategori berdasarkan kondisi objek acuan, warna dominan, dan posisi dominan. Sistem menghasilkan pertanyaan yang efektif dan efisien berdasarkan kategori tersebut, menghasilkan rata-rata 2 hingga 3 pertanyaan untuk mendeteksi objek, dibandingkan dengan 4 hingga 5 pertanyaan yang dibutuhkan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendeteksian benda terhalang dengan diagram Venn lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode manual. Sistem ini dapat membantu meningkatkan akurasi dan kecepatan deteksi objek dalam berbagai aplikasi, seperti pengenalan gambar, robotika, dan augmented reality.
Sistem Kontrol Monitoring Penyiram Tanaman Aglaonema Menggunakan Sensor Capacitive Soil Moisture dan DS-18B20 Berbasis Internet of Things (IoT)
Maulidda, Renny;
Atika, Ratna;
Alfarizal, Niksen;
Karlina Dwita, Anisa
Jurnal Ampere Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/ampere.v10i1.18512
Aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati oleh para pecinta tanaman hias untuk dibudidayakan atau dipelihara karena nilai estetika dan nilai ekonomis tinggi. Tanaman hias ini memiliki tampilan yang cantik karena warna dan coraknya yang menarik. Namun, tanaman hias ini juga cukup sensitif terhadap suhu tinggi dan kelembaban tanah yang rendah. Kondisi ini dapat membuatnya layu dan mati. Untuk menjaga Aglaonema tetap tumbuh optimal maka aglaonema harus berada di suhu sekitar 20oC – 30oC dan kelembaban tanah di 50% - 75%. Kesibukan pemilik tanaman hias terkadang membuat perawatan Agalonema menjadi tidak konsisten sehingga diperlukan perangkat yang dapat memantau dari jarak jauh yaitu suhu dan menjaga kelembaban tanah Aglaonema tetap pada rentang yang ditentukan. IoT merupakan teknologi yang dapat memantau pertumbuhan Aglaonema menggunakan koneksi internet. Sensor suhu DS18B20 dan sensor Capacitive Soil Moisture digunakan untuk memantau dan mengontrol secara real time kelembaban tanah tanaman Agalonema. Sistem akan menyalakan pompa air jika sensor Capacitive Soil Moisture mendeteksi kelembaban tanah <50% dan sebaliknya, sistem akan mematika pompa air jika sensor Capacitive Soil Moisture mendeteksi kelembaban tanah >51%. Data suhu dan kelembaban tanah dapat diketahui melalui aplikasi Blynk yang dapat diakses melalui HP. Dari hasil pengujian sensor dan alat pengukur pembandingnya diketahui bahwa sensor telah bekerja dengan baik sesuai referensinya dan tanaman Aglaonema tetap dalam kondisi kelembaban yang sesuai.