Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEMUA KOTA DI PROVINSI SULAWESI UTARA Sabijono, Haryanto; Tirayoh, Victorina Zusana; Datu, Christian V.
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 11 No 1 (2024): JMBI UNSRAT Volume 11 Nomor 1
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Local tax is a tax levied by the region based on tax regulations set by the region for the purpose of financing the local government's household. Billboard tax is one type of local tax. This study aims to determine the Effectiveness and Contribution of Billboard Tax to Local Original Revenue (PAD) of all cities in North Sulawesi Province, namely Manado City, Tomohon City, Kotamobagu City, and Bitung City. The analysis method used in this research is the analysis of the ratio of Effectiveness and Contribution, whose data is obtained from the results of interviews and documentation. The results showed that the effectiveness of billboard tax revenue from 2018-2022 at BPKAD Kotamobagu City and Bapenda Kota Bitung has been very effective, while at the Manado City Regional Revenue Office and BPKAD Tomohon City which are still ineffective in revenue billboard tax. Meanwhile, the level of billboard tax contribution to the original income of Kotamobagu City is still slightly better than Manado City, Tomohon City and Bitung City.
Analisis Perbandingan ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PADA SELURUH KABUPATEN DI WILAYAH MINAHASA Suwetja, I Gede; Tirayoh, Victorina Zusana; Latjandu, Lady Diana
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 11 No 3 (2024): JMBI UNSRAT Volume 11 Nomor 3
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v11i3.58912

Abstract

Abstract. Regional Tax is a mandatory contribution to the region that is owed by an individual or entity that is coercive based on the law by not getting direct compensation and is used for regional purposes for the maximum prosperity of the people. Regional Original Revenue (PAD) is the revenue obtained by the region from sources within its own territory which is collected based on regional regulations in accordance with applicable laws and regulations. The Minahasa region is located in North Sulawesi Province which consists of Minahasa Regency, South Minahasa Regency, North Minahasa Regency, and Southeast Minahasa Regency. The purpose of this study is to compare the effectiveness and contribution of regional taxes to PAD in 4 districts in the Minahasa area in 2019-2023. Minahasa Regency and Southeast Minahasa Regency have been effective and even very effective in their regional tax revenues, while South Minahasa Regency is quite effective in 2021 and North Minahasa is still less effective in 2020 and quite effective in 2021. Meanwhile, the level of regional tax contribution to local revenue in North Minahasa Regency is very good compared to Minahasa Regency, South Minahasa Regency, and Southeast Minahasa.
PENGELOLAAN KEUANGAN GEREJA PADA GMIM JEMAAT TIBERIAS KIMA BAJO WILAYAH WORI: Church Financial Management in The GMIM Congregation of Tiberias Kima Bajo Wori Region Sabijono, Haryanto; Tirayoh, Victorina Zusana; Demmassabu, Langimanapa Sofia; Suwetja, I Gede
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65115

Abstract

Every existing organization will inevitably come into contact with organizational finances. An organization can run well thanks to financial support, whether in the form of contributions from individual members or from external parties. This also applies to non-profit organizations. Even though they are non-profit, they still deal with organizational funds because there are expenses that must be made for organizational activities or operations. These funds need to be accounted for in order to increase members’ trust in the organization’s administrators or leaders. The church is one example of a non-profit organization. Its purpose is to provide spiritual services to the congregation, which essentially does not demand compensation. However, members respond to this service by giving offerings. These congregational offerings are one of the church’s sources of income, in addition to other sources such as donations from various parties, whether in the form of funds or other assets. All of the church’s assets need to be reported as a form of accountability. Managing church finances is not easy and should not be taken lightly; it requires adequate accounting knowledge. Some financial managers feel they lack understanding of the church’s financial management system. For this reason, the PKM team will provide training on financial management at GMIM TIBERIAS Kima Bajo, Wori District. Those entrusted with managing church finances must be dependable; therefore, understanding how to record church transactions is essential for individuals chosen as treasurers. ABSTRAK Setiap organisasi yang ada pastinya akan bersentuhan dengan keuangan organisasi. Organisasi bisa berjalan dengan baik tidak lepas karena adanya dukungan dana apakah itu sumbangan orang pribadi anggota organisasi maupun yang dari luar organisasi. Begitu juga dengan organisasi nir laba, yaitu organisasi non profit. Sekalipun non profit tapi tidak lepas bersentuhan dengan dana organisasi oleh karena pembiayaan pembiayaan yang harus dikeluarkan dalam rangka kegiatan atau operasional organisasi. Dana tersebut tentunya perlu dipertanggungjawabkan agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan anggota terhadap pengurus atau pimpinan organisasi. Gereja merupakan salah satu contoh organisasi non profit. Tujuannya adalah memberikan pelayanan rohani kepada jemaat, yang sebenarnya tidak menuntut imbalan tetapi jemaat dengan kesadaran merespon bagian dari pelayanan itu dengan memberikan persembahan. Persembahan jemaat ini merupakan salah satu sumber pendapatan gereja, di samping sumber yang lain seperti donatur dari berbagai pihak baik berupa dana maupun asset lainnya. Semua asset yang di miliki gereja ini perlu di laporkan sebagi bentuk pertanggungjawaban. Menjadi pengelola keuangan gereja tidaklah mudah dan jangan dianggap enteng, dibutuhkan pengetahuan akuntansi yang cukup. Sebagian pengelola keuangan merasa kurang paham akan sistem pengelolaan keuangan di gereja untuk itu tim PKM akan memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan keuangan di GMIM Jemaat TIBERIAS Kima Bajo Wilayah Wori. Menjadi pengelola keuangan di gereja harus dapat diandalkan untuk itu pemahaman akan pencatatan transaksi di gereja harus dimiliki oleh orang orang yang dipilih sebagai pemegang kas.
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENUNJANG KELURAHAN TONGKAINA SEBAGAI DESA WISATA KAMPOENG WISATA: Training and Empowerment of Human Resources to Support Tongkaina Village as A Tourist Village Tirayoh, Victorina Zusana; Taroreh, Rita Norce; Latjandu, Lady Diana
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65120

Abstract

The designation of Tongkaina Urban Village as a Tourism Village (Kampoeng Wisata) in Manado City, even being included in the Top 100 of the Indonesian Tourism Village Awards (ADWI), is a proud achievement. Tourism is a promising sector and can provide broad and sustainable development benefits for the community, thus requiring cooperation and collective work from various parties, not only tourism business actors and the government but also the community in general. The many attractions owned by Tongkaina Urban Village need to be supported by reliable human resources so that they can increase the number of visitors who come to travel. Through the existing community service team, community service activities have been carried out under the title Training and Empowerment of Human Resources in Supporting Tongkaina Urban Village as a Tourism Village (Kampoeng Wisata). Through this activity, it is hoped that tourism drivers will be born in the development of tourism in the village. To foster and develop Indonesian tourism and creative economy that is advanced, competitive, sustainable, and prioritizes local wisdom supported by the presence of reliable and competitive human resources. The methods carried out are counseling on entrepreneurship and knowledge of tourism business and its characteristics, training on the use of digitalization in improving tourism services and promotion, and mentoring. ABSTRAK Kelurahan Tongkaina ditetapkan sebagai Desa Wisata Kampoeng Wisata di Kota Manado, bahkan masuk 100 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) merupakan prestasi yang membanggakan. Pariwisata merupakan sektor yang menjanjikan dan dapat memberikan manfaat pembangunan yang luas serta berkelanjutan bagi masyarakat sehingga membutuhkan kerja sama, kerja kolektif dari berbagai pihak, bukan hanya para pelaku usaha wisata dan pemerintah tetapi juga masyarakat pada umumnya. Banyaknya daya Tarik yang dimiliki kelurahan Tongkaina perlu di dukung dengan sumber daya manusia yang handal sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang berwisata. Lewat tim pengabdian yang ada, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam menunjang kelurahan Tongkaina sebagai Desa Wisata Kampoeng Wisata. Melalui kegiatan ini diharapkan melahirkan para penggerak pariwisata dalam pengembangan pariwisata di desa. Menumbuhkembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta mengedepankan kearifan lokal yang ditopang dengan keberadaan SDM yang andal dan berdaya saing. Metode yang di lakukan yaitu, Penyuluhan tentang kewirausahaan dan pengetahuan bisnis pariwisata dan karateristikya, Pelatihan pemanfaatan digitalisasi dalam peningkatan pelayanan dan promosi pariwisata dan Pendampingan.
Pelatihan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro (UMIK) di Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado Karamoy, Herman; Tirayoh, Victorina Zusana; Datu, Christian V
The Studies of Social Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v8i1.65121

Abstract

Hadirnya Pasar Tematik yang dibangun pemerintah di wilayah Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado menjadi kebanggan masyarakat Sulawesi Utara. Keberadaan Pasar Tematik ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat yang ada di Kelurahan Tongkaina. Para pelaku usaha mikro bahkan UMKM yang ada mau tidak mau harus menangkap peluang ini sekaligus menjadikan ini sebagai tantangan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha yang dijalankan. Bahkan ini juga merupakan peluang bagi masyarakat yang ada untuk mencoba berwirausaha dengan ketrampilan dan keahlian yang dimiliki saat ini, sehingga perlu meningkatkan pengetahuan kewirausahaan dan akuntansi keuangan untuk usaha yang dijalankan atau yang nantinya akan dilakukan. Lewat tim pengabdian yang ada, telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro (UMIK) di kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado. Target yang diharapkan mitra dapat memahami pentingya pengetahuan tentang kewirausahaan dan pengetahuan Akuntansi Keuangan terutama membuat laporan keuangan usaha yang dijalankan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk UMKM sehingga melahirkan para pelaku usaha yang handal dan siap menghadapi peluang dan tantangan yang ada. Metode yang dilakukan yaitu, Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan. Kegiatan PKM sudah berlangsung dengan baik dan mendapat respon yang positif dari pemerintah dan peserta.
ANALISIS EFEKTIVITAS, LAJU PERTUMBUHAN, KONTRIBUSI PBB-P2, FORECASTING TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA MANADO Latjandu, Lady Diana; Tirayoh, Victorina Zusana; Mintalangi, Syermi S.E
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Pajak dan Informasi (JAKPI) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Unversitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jakpi.v5i2.6483

Abstract

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pungutan wajib atas kepemilikan tanah dan bangunan karena adanya keuntungan maupun kedudukan sosial ekonomi atas perorangan atau badan yang memiliki hak padanya ataupun mendapatkan manfaat dari tanah dan bangunan tersebut.Besarnya PBB adalah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Fenomena yang terjadi di Kota Manado sejak tahun 2022 adalah terkejutnya warga ketika mengetahui kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mengalami kenaikkan signifikan bahkan mencapai 300 persen.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas,Laju Pertumbuhan dan Kontribusi PBB-P2 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis perhitungan rasio Efektivitas, Laju Pertumbuhan dan Kontribusi. Hasil penelitian menunjukan adanya kenaikan tarif PBB-P2 dari tahun 2022-2024 membuat kurangnya kontribusi masyarakat dalam membayar PBB-P2, sehingga menyebabkan penurunan tingkat efektivitas dan laju pertumbuhan PBB-P2, yang berdampak juga dalam penurunan tingkat penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kota Manado.