Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERTANGGUNGJAWABAN KERUGIAN KERJASAMA PENJUALAN UDANG ANTARA DISTRIBUTOR DENGAN PENGEPUL DITINJAU DARI FATWA MUI NOMOR 114/DSN-MUI/IX/2017 TENTANG AKAD SYIRKAH Holidi
ALWAQFU: Jurnal Hukum Ekonomi dan Wakaf Vol. 2 No. 02 (2024): Februari Jurnal Hukum Ekonomi dan Wakaf
Publisher : P2WP MUI Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/alwaqfu.v2i01.22

Abstract

Praktik Syirkah di kalangan pemanen udang dan pedagang udang di desa Kwara Gebang diduga melanggar peraturan fatwa Dewan Syariah Nasional Indonesia Majelis Ulama No. 2. 114/DSN-MUI/IX/2017 tentang Pelanggaran Kontrak Syirkah, Pengumpul tidak mau dimintai pertanggungjawaban atas kerugian yang timbul akibat kerjasama penjualan udang. Dalam penelitian ini, penulis merumuskan masalah dengan menggunakan praktik kerjasama antara pemanen udang dan pedagang udang di desa Kwara Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Kerugian kerjasama apa yang dialami pedagang udang di Desa Kwara Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Apa tanggung jawab atas kerugian kerjasama antara pedagang udang dan pengumpul udang? 114/DSN- MUI/IX/2017 MUI tentang Konvensi Syirkah? Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan studi kasus hidup dan pendekatan konseptual. Hasil survei menunjukkan bahwa praktik kerjasama antara pemulung udang dan pedagang udang di Desa Kwara Gebang Kecamatan Gebang Provinsi Langkat adalah menggalang dana dan melaksanakan kerjasama sesuai prosentase kontrak yang telah ditetapkan semula. Namun, dalam perjalanan kerja sama ini, kolektor memutuskan kontrak karena tidak mau mengambil risiko yang diakibatkannya, dan mendapat untung dari kerja sama hanya karena tidak mau bertanggung jawab atas risikonya. Segala kerugian yang diakibatkan oleh kerjasama tersebut, terutama kerusakan sarana penyimpanan udang, penurunan bobot udang dan keterlambatan pengiriman, akan ditanggung oleh pedagang udang Desa Kwara Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Tanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat kerjasama dengan pedagang dan pengumpul udang di desa Kwara Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, sebagaimana ditetapkan dalam Fatwa MUI No. 114/DSN-MUI/IX/2017, tindakan tersebut melanggar aturan Silka. Tidak ada pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban jika H. Sirka mewujudkan risiko tersebut. Dalam hal ini, praktik tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Sirka dalam Fatwa No. 114/DSN- MUI/IX/2017, yang menetapkan bahwa tidak akan ada perlakuan diskriminatif dalam tanggung jawab risiko.
ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS BIBIT MANGGA TERHADAP GENANGAN Safriyani, Etty; Murniati, Nely; Bimasri, John; Holidi; Aminullah
Agriculture Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v19i2.7681

Abstract

ABSTRAK Lahan rawa berpotensi untuk pengembangan tanaman mangga, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan mangga unggul yang adaptif pada kondisi tergenang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis adaptasi marfologi dan fisiologi beberapa varietas tanaman mangga pada kondisi tergenang. Penelitian dilaksanakan di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan ketinggian 52 mdpl, dari bulan Januari sampai Mei 2021, Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial 6 perlakuan dan 3 ulangan serta perlakuan control tanpa genangan. Perlakuan yang dicobakan 6 varietas bibit tanaman manga, yaitu : Mangga Golek (M1), Mangga Arummanis (M2), Mangga Bacang (M3), Mangga Kweni (M4), Mangga Alpukat (M5), dan Mangga Indramayu (M6). Lahan berukuran 5 m x 7 m dibersihkan dan di pagar dengan waring setinggi 1.5 m. Bak penggenangan dibuat sebanyak 3buah dengan panjang 400 cm, lebar 75 cm dan tinggi 70 cm dan dilapisi dengan plastik hitam, dengan jarak antar bak 100 cm. Bibit yang digunakan berumur 3 bulan, sehat, bebas hama dan penyakit, tinggi 37 cm, dengan daun 6 helai, ditanam dalam polybag berukuran 7 x 23 cm dengan media tanah Ultisol seberat 2 kg/polybag. Polybag bibit disusun dalam bak dan digenangi air setinggi 2 cm diatas permukaan media selama 60 hari. Parameter yang diamati terdiri dari : penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun, kandungan klorofil daun, volume akar, morfologi akar, dan penampang melintang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan statistic sederhana yaitu rata-rata tertinggi dan terendah. Semua varietas yang teliti toleran terdahap kondisi tergenang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan adaptasi bibit mangga pada kondisi tergenang dengan tingkat keasaman tinggi. Kata kunci: aerenkim, arumanis, marfologi, rawa lebak
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN COMBINE HARVESTER DALAM PEMANENAN PADI SAWAH DI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN MUSI RAWAS Sherly Rizki Sangi; John Bimasri; Holidi
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan combine harvester dalam proses pemanenan padi sawah di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi panen seiring dengan menurunnya ketersediaan tenaga kerja pertanian dan meningkatnya biaya operasional. Pertanian berperan penting dalam menunjang ketahanan pangan yang salah satunya adalah tanaman padi. Produktivitas tanaman padi dapat ditingkatkan dengan mengadopsi Combine Harvester. Penggunaan teknologi ini diyakini dapat mempersingkat waktu panen dan meningkatkan hasil produksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Mardiharjo Kelompok Tani Kayangan yang telah mengadopsi Combine Harvester lebih dari 3 musim tanam. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat mesin Combine Harvester di Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas mempu mengurangi kehilangan panen sebanyak 300 kg gabah/ha, dan mempu ngurangi biaya panen sebesar Rp.1.255.000/ha.
Dampak Penggunaan Jenis Peralatan dalam Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terhadap Tingkat Pencemaran Air Sungai Aidil Fitri; John Bimasri; Holidi
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3446

Abstract

Penambangan emas tanpa izin (PETI) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia dan menimbulkan dampak ekologis yang signifikan. Aktivitas ini umumnya dilakukan oleh masyarakat lokal maupun pendatang tanpa mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan serta tanpa pengawasan dari instansi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas PETI serta dampaknya terhadap kondisi lingkungan, khususnya pencemaran perairan di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Januari 2026 dengan metode survei menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian meliputi Desa Muara Tiku, Desa Suka Menang, dan Desa Tanjung Agung. Penentuan responden dilakukan secara proporsional sebesar 5% dari jumlah penambang di wilayah penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, analisis laboratorium, dan studi literatur. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas PETI di wilayah tersebut dilakukan dengan tiga metode, yaitu mekanis, semi mekanis, dan tradisional. Peralatan yang digunakan meliputi alat berat, dompeng, gelundung, dan dulang. Sebanyak 71,67% penambang menghasilkan emas sebesar 0,5–1 gram per hari. Aktivitas PETI dengan metode mekanis terbukti memberikan tingkat pencemaran perairan yang lebih tinggi dibandingkan metode semi mekanis dan tradisional.