Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Fashion From Home Sebagai Customer Relationship Management Toko Marks & Spencer Mall Kasablanka di Masa Pandemi Covid-19 Sri Susinih Susanti; Dwi Kartikawati
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i1.1587

Abstract

This research focuses on how to implement Customer Relationship Management  activities in the Fashion From Home program at the Marks & Spencer Kasablanka store, during the covid-19 pandemic. This research is qualitative. Method that used is a case study. The results showed that Customer Relationship Management  activities are done through the Fashion From Home program were carried out to maintaining good relations with their customers and to improve services by utilizing internet technology. Customer Relationship Management (CRM) is a form of company effort to maintain communication with customers and utilize all forms of available information technology such as telephone, internet and mobile devices so that companies can understand customers more deeply than what is needed. The implementation of Customer Relationship Management  activities at the Marks & Spencer Kota Kasablanka Store in the Fashion From Home program carried out during this pandemic is by implementing CRM elements, CRM applications, utilizing customer data bases, types of CRM, and the purpose of CRM. Penelitian ini berfokus pada bagaimana implementasi kegiatan Customer Relationship Management melalui program Fashion From Home di toko Marks & Spencer Kasablanka selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Customer Relationship Management yang dilakukan melalui program Fashion From Home untuk menjaga hubungan baik dengan para pelanggannya dan meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi internet. Customer Relationship Management (CRM) merupakan bentuk upaya perusahaan untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan dan memanfaatkan segala bentuk teknologi informasi yang tersedia seperti telepon, internet dan perangkat mobile sehingga perusahaan dapat memahami pelanggan lebih dalam dari yang dibutuhkan. Implementasi kegiatan Customer Relationship Management di Marks & Spencer Kota Kasablanka Store melalui program Fashion From Homeyang dilakukan selama masa pandemi ini adalah dengan mengimplementasikan elemen CRM, aplikasi CRM, pemanfaatan database pelanggan, jenis CRM, dan tujuan dari CRM.   
Implementasi Difusi Inovasi pada Kemampuan Media Baru dalam Membentuk Budaya Populer (Kajian pada Media Youtube di Kalangan Remaja) Dwi Kartikawati
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 1, No 1 (2018): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.654 KB) | DOI: 10.33822/jep.v1i01.447

Abstract

Media massa merupakan salah satu medium komunikasi massa yang cukup kuat mempengaruhi para pemirsanya. Akibat dari perkembangan difusi dan inovasi atas isi  media yang begitu kuat pengaruhnya maka terbentuklah budaya populer. Salahsatu media yang dimaksud adalah media youtube. Pengaruh media  youtube sekarang bahkan turut dalam membentuk karakter, perilaku, hingga gaya hidup remaja pada umumnya. Karena dengan mempengaruhi perilaku serta karakter manusia menimbulkan sebuah realitas bagi masyarakat dengan melahirkan banyak opini-opini serta perubahan sosial yang disebabkan oleh media maka mendukung kuatnya budaya populer ini. Maka kajian ini membedah pada bagaimana implementasi difusi inovasi pada kemampuan media baru dalam membentuk budaya populer melalui youtube di kalangan remaja. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Difusi Inovasi, Teori Budaya Populer dan Teori Konvergensi serta Media Baru. Metode yang dilakukan bersifat kualitatif deskriptif sehingga hasil kajian ini nantinya mengarah pada  implementasi difusi inovasi dari media youtube  di kalangan remaja dalam membentuk budaya populer serta proses dan perubahannya. Remaja memiliki kemampuan menyerap inovasi karena memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan, memiliki kepercayaan, mampu berpikir rasional dan terbuka terhadap inovasi yang ada. Ciri yang melekat pada temuan jenis budaya populernya adalah bersifat tren, memiliki keanekaragaman bentuk, adapabilitas, durabilitas dan profitabilitas. Akan tetapi inovasi yang diserap para remaja selain membawa dampak positif juga memberikan dampak negatif.
Manajemen Komunikasi dalam Perwujudan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Melalui Program Binaan Banksasuci Dwi Kartikawati; Rahmawati Puspitasari
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v3i2.1651

Abstract

Fokus riset ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJPS) PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam penyaluran bantuan pada Program Binaan Banksasuci. Program Banksasuci merupakan program bina lingkungan sebagai upaya TJSP  PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang bertujuan untuk mengelola sungai secara terintegrasi, yaitu dengan memelopori penanaman pohon untuk mengurangi polusi, mengelola keberagaman hayati yang berada di bantaran sungai, dan mengelola sampah yang didapat dari sungai Cisadane. Program ini memerlukan manajemen komunikasi yang baik dalam mengoptimalkan sumbedaya komunikasi yang ada untuk mencapai keefektifan program. PT Jasa Marga (Persero) Tbk selalu berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan mengedepankan regulasi yang berlaku terhadap undang-undang CSR. Dengan menggunakan penelitian kualitatif analitik dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, studi observasi dan studi dokumen. Maka hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi dilakukan mulai dari tahapan perencanaan komunikasi pada program Banksasuci, tahap persiapan, tahap pelaksanaan komunikasi penandatanganan perjanjian kerjasama dan penyerahan bantuan dan tahap monitoring melalui reminding call dan whatshapp grup dan evaluasi. Keseluruhan kegiatan CSR yang dilkukan mengedepankan 3 (tiga) prinsip CSR yaitu Triple Bottom Line. Kata kunci: Manajemen Komunikasi, Tangung Jawab Sosial Perusahaan
Toleransi Melalui Komunikasi pada Anak-Anak Yayasan Mizan Amanah Pasar Minggu Jakarta Selatan Dwi Kartikawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5575

Abstract

Toleransi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus dilatih kepada anak-anak sedini mungkin. Toleransi sangat diperlukan seiring dengan kemunculan kasus-kasus yang memicu konflik yang tidak jarang mengancam terjadinya permusuhan, disintegrasi dan lain-lain. Pembelajaran toleransi menjadi sangat urgen. Dalam pembelajaran toleransi ini salah satunya dilakukan dengan melalui komunikasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman toleransi melalui komunikasi kepada anak-anak Yayasan Mizan Amanah Pasar Minggu yang berjumlah 100 orang. Mereka merupakan anak-anak yatim yang berasal dari berbagai kota. Metode yang dilakukan dengan menggunakan perpaduan antara metode bercerita sebagai salah satu bentuk komunikasi dan metode pembelajaran kooperatif. Pelaksanaan pengabdian ini adalah pada bulan Februari tahun 2021. Hasil dari pengabdian ini adalah anak-anak Yayasan Mizan Amanah dapat menambah pengetahuan mengenai beragamnya perbedaan, yang pada dasarnya mereka telah memiliki pengetahuan mengenai toleransi yang sangat bermanfaat, karena mereka berasal dari berbagai kota dengan ciri perbedaan masing-masing, sehingga dapat menjadi bekal untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan kehidupan nantinya.  Tolerance is part of character education that must be instilled in children as early as possible. Tolerance is very much needed along with the emergence of cases that trigger conflicts which often threaten hostility, disintegration and others. For this reason, learning tolerance is very urgent. In tolerance, learning can be taught in various ways. One way is to communicate. For this reason, this community service is carried out to provide an understanding of tolerance through communication with the children of the Mizan Amanah Pasar Minggu Foundation. They are orphans from various cities. The method is carried out using storytelling methods as a form of communication and cooperative learning methods. The implementation of this research is in February 2021. The result of this service is that the Children's Foundation can increase knowledge about differences, which children have knowledge about tolerance which is very useful because they come from different cities with different characteristics each so that it can be a provision to be better prepared in the face the challenges of life in the future.  
Pelatihan Menjadi MC (Master of Ceremony) Pemula Bagi Anak Anak Untuk Menambah Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Ragunan 05 Jakarta Selatan Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1311

Abstract

Speaking skill is an important factor that is needed by humans as social beings. public speaking skills need to be possessed by everyone, including elementary school children. By being taught speaking skills, these children will increase their self-confidence. One of these speaking skills is taught with the skills to become an MC (Master of Ceremony). Elementary school children are often expected to become MCs in practice, namely those who MC have an important role in a series of events, because an MC is someone who is responsible for running an event, for example in ceremonies, in religious activities and so on. So training activities to become beginner MCs for elementary school children are urgent. This activity was carried out at Ragunan 05 Elementary School, South Jakarta which was aimed at grade 5. It is hoped that after this MC training activity, Elementary School 05 students in Ragunan have the skills to present an event, then students practice speaking and practice good response and politeness when expressing something as well as train thoughts and speech in a unified manner in conveying ideas in a chronological and structured manner so as to increase students' self-confidence.
Pendampingan Praktek Menjadi Jurnalis Warga (Citizen Jurnalist) Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13272

Abstract

Kehadiran teknologi internet telah mengubah segala sendi dalam kehidupan. Perubahan tersebut berdampak pada bentuk komunikasi dan cara penyampaian pesan. Kegiatan jurnalistik sekarang ini berkembang melalui online. Kehadiran jurnalisme baru di era internet ini yang didorong oleh rasa keingintahuan masyarakat yang tinggi, membuat mendorong bertumbuhnya Jurnalisme warga (Citizen Journalism). Masyarakat dapat berperan sebagaimana jurnalis yang menyebarkan berbagai informasi melalui blog, dan lain. Hal ini memberikan dampak positif karena dapat menumbuhkan potensi menulis dengan benar kemudian bisa menjalin saling percaya antara penulis dengan pembacanya dan dapat meningkatkan keaktifan warga masyarakat untuk peka dan berpartisipasi pada lingkungan disekitarnya dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat. Untuk itu diselenggarakan kegiatan pengabdian di SMK 47 Jakarta, agar supaya anak didik memperoleh pengetahuan baru bagaimana menulis sebagaimana tatanan aturan jurnalistik yang benar, sehingga menghindarkan dari pemberitaan yang menyesatkan dan lain-lain. Manfaat lain adalah mengasah kemampuan menulis siswa siswi di SMK 47 Jakarta Selatan. Kegiatan telah terselenggara di SMK 47 dengan lancar dan diharapkan nantinya akan bisa dilakukan secara kontinyu.
Pengenalan Literasi Media Digital Untuk Mencegah Dampak Negatif Bermain Game Online di Sekolah Dasar Negeri 09 Jakarta Selatan Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4024

Abstract

Literasi media digital terjadi jika seseorang bisa mengolah berbagai informasi, memahami informasi serta berkomunikasi dengan efektif pada orang lain dalam berbagai bentuk media. Literasi media digital merupakan suatu keterampilan hidup yang tidak hanya melibatkan keterampilan menggunakan perangkat teknologi dan informasi tetapi juga keterampilan individu untuk bersosialisasi serta memiliki sikap berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi digital. Pengenalan Literasi Media Digital Untuk Mencegah Dampak Negatif Bermain Game Online sangat urgen dilakukan terutama pada level anak sekolah dasar. Karena pada usia ini sebagian dari mereka sudah sangat menyukai bermain game bahkan cenderung berlebihan. Kondisi ini dapat membuat berbagai efek negatif muncul. Maka kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pengenalan literasi media digital menjadi urgen dilakukan. Kegiatan PKM ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 09 Jakarta. Kegiatan difokuskan di SDN 09 Jakarta dikarenakan di sekolah ini Sebagian besar anak anak terutama kelas 5 dan 6 bermain games melalui media sosialnya Game Online merupakan sebuah wujud perkembangan teknologi pada era globalisasi saat ini. Hampir semua orang sudah pernah mengakses Game Online. Hal ini disebabkan mudahnya untuk mengakses Game Online. Tidak sedikit anak-anak berubah menjadi pecandu game sehingga lupa pada jati diri mereka yang sesungguhnya. Untuk itu anak anak sekolah dasar perlu memiliki literasi media digital dalam permainan mereka. Keputusan yang mereka ambil sangat menentukan keputusan apakah selama bermain, mampu diarahkan dalam upaya pemahaman pada literasi digital mereka, sehingga mereka terhindari dari dampak negatif game online.
The Role of Teachers and Digital Literacy Competencies Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.408

Abstract

This research focuses on how the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Competencies in the Digitalization Era. In the rapid development of technology, teachers must have a strong understanding of technology and how to use it effectively in the learning process. They must be familiar with the latest technological devices and applications that can enhance their learning. Teachers must also be able to teach students about digital skills and information literacy, including the ability to access, eval_uate, and use information critically. Teachers play a role in 10 roles, including as facilitators, and managers of technology-based learning. They must have a deep understanding of relevant technologies and be able to integrate them into the learning process. By departing from qualitative methods, later this research can answer the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Skills in Facing the Challenges of Change in the Digitalization Era.
The Role of Teachers and Digital Literacy Competencies Dwi Kartikawati; Nurhasanah Nurhasanah
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 11 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i11.408

Abstract

This research focuses on how the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Competencies in the Digitalization Era. In the rapid development of technology, teachers must have a strong understanding of technology and how to use it effectively in the learning process. They must be familiar with the latest technological devices and applications that can enhance their learning. Teachers must also be able to teach students about digital skills and information literacy, including the ability to access, eval_uate, and use information critically. Teachers play a role in 10 roles, including as facilitators, and managers of technology-based learning. They must have a deep understanding of relevant technologies and be able to integrate them into the learning process. By departing from qualitative methods, later this research can answer the Role of Teachers in Improving Digital Literacy Skills in Facing the Challenges of Change in the Digitalization Era.