Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Kapuas

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah bagi Guru Akuntansi SMK Se-Kota Pontianak Bob Mustafa; Tashadi Tarmizi; Elsa Sari Yuliana; Wahyudi Wahyudi; Endang Kusmana; Desty Wana; Uray M. Noor
Kapuas Vol 1 No 2 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i2.343

Abstract

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini diinisiasi oleh Tim PPM Jurusan Akuntansi setelah berkoordinasi dengan Ketua MGMP Akuntansi SMK Kota Pontianak pada bulan April 2020. Hasil koordinasi dengan Ketua MGMP dan hasil survei terhadap guru-guru akuntansi SMK Kota Pontianak menunjukkan kurangnya pemahaman guru akuntansi SMK pada kompetensi dasar mata pelajaran akuntansi instansi instansi/lembaga pemerintah yang menitikberatkan pada proses penyusunan laporan keuangan satuan kerja pemerintah daerah. Tingkat pemahaman guru-guru akuntansi SMK yang mengajar mata pelajaran Praktikum Akuntansi Instansi/ Lembaga Pemerintahan masih rendah, sehingga sulit untuk menjelaskan siklus akuntansi pemerintah daerah, menyebutkan jenis-jenis dokumen sumber pencatatan transaksi yang ada di SKPD, melakukan pencatatan transaksi SKPD, melakukan pemindahbukuan, melakukan pengikhtisaran, dan menyusun laporan keuangan SKPD. Solusi yang ditawarkan oleh Tim PPM Jurusan Akuntansi untuk menyelesaikan masalah mitra adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah Bagi Guru Akuntansi SMK Se-Kota Pontianak. Melalui kegiatan pelatihan tersebut, guru akan dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang akuntansi keuangan daerah, khususnya pengetahuan dan keterampilan dalam penyusunan laporan keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Setelah mengidentifikasi permasalahan mitra, Tim PPM Jurusan Akuntansi mempersiapkan modul penyusunan laporan keuangan SKPD, melaksanakan pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dalam bentuk laporan kemajuan dan laporan akhir PPM. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 5 September 2020, bertempat di Accounting Hall Polnep. Peserta pelatihan berjumlah 19 guru akuntansi SMK se-Kota Pontianak. Kegiatan pelatihan berlangsung lancar sejak jam 08.00 – 16.00 WIB. Terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil Post-Test yang menunjukkan 84% atau 16 dari 19 peserta memperoleh nilai ≥ 70. Angka ini jauh dari hasil Pre-Test yang menunjukkan hanya 10,52% atau 2 peserta saja yang memperoleh nilai ≥ 70. Dengan demikian, pelatihan ini dapat membantu para guru dalam meningkatkan pemahamannya tentang pencatatan dan proses akuntansi lainnya dalam penyusunan laporan keuangan SKPD. Kegiatan ini telah menghasilkan luaran wajib yang dipublikasikan dalam bentuk artikel di koran Pontianak Post Tanggal 24 Nopember 2020.
Penguatan Badan Usaha Milik Desa Melalui Inventarisir dan Pemetaan Aset di Desa Sungai Raya, Kubu Raya Arianto, Arianto; Wahyudi, Wahyudi; Zulfikar, Zulfikar; Yuliana, Elsa Sari; Zawitri, Sari; Tarmizi, Tashadi
Kapuas Vol. 2 No. 2 (2022): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v2i2.519

Abstract

The existence of Village Owned Enterprise (BUMDes) is intended to manage businesses run by communities of a certain villages. The enterprise can be used as a forum for the productive economy of village communities that are tailored to the potential and needs of the village. BUMDes legally is an institutionalized village economy that has a legal entity formed and owned by the Village Government, and is operationally managed independently and professionally with all or most of the capital being separated village assets. Village asset management is a series of activities starting from planning, procurement, utilization, security, maintenance, deletion, transfer, administration, reporting, assessment, coaching, supervision and control of village assets. The purpose of this activity is to improve relations between BUMDes as well as to become a forum for communication between BUMDes managers and administrators. Thus BUMDes are expected to be able to take best practices from other BUMDes’s experiences. The result of this activity is the development of a Website which will be used to help the community know about Sungai Raya Dalam Village Owned Enterprise at a glance to support villagers technologically. This can be as a pilot project for Village Owned Enterprise in Kuburaya Regency.
Survey dan Checklist Kesiapan Pasar Ber-SNI untuk Pasar Rakyat di Kota Pontianak (Bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak): Survey Pasar Ber-SNI Kurniasih, Ninik; Siwi, Theresia; Sawitri, Sari; Yuliana, Elsa Sari; Arianto, Arianto; Soraya, Soraya; Kurnia, Ika; Wahyudi, Wahyudi; Al Farizi, Zulham
Kapuas Vol. 4 No. 2 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v4i1.805

Abstract

To create the modern concept, the Indonesian government of Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, issue that the market conditions is most worthy SNI certified. Stipulated in the binding by SNI 8152 : 2015 that public market must have competitiveness to improve economic conditions. In SNI 8152 : 2015 mentioned that some markets can reach SNI label for 3 on fulfillment of requirements, namely: general terms, technical requirements and requirements management.The general requirements in terms of hygiene, health, security, and comfort. While zoning in the form of technical requirements, the trade, corridor, re post tera measure and the courts. And management requirements in the management of markets in professional. There was only the market in the city pontianak is Flamboyan market which is SNI just the one by the year 2020, while other markets are not qualified. The government of pontianak concentration and focus on market management with a target next year will increase in the Pontianak market with a SNI label. These PKM group followed by 25 participants inculude an academics, students, and representatives of DKUMP, traders and association. Survey results are clustered certified market will next SNI value, representative as Kemuning Market Pontianak because its mostly cleaning market than other, stable inflation and existing fresh market. While the checklist shown as answered 44 items SNI questions which includes the general requirements, technical and management. The results is Kemuning market in IV type of SNI. Discuss and sharing find out that traders blocka are not yet based on SNI measure. There is no disinfectant rooms and water supplies well done yet.