Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Survey dan Checklist Kesiapan Pasar Ber-SNI untuk Pasar Rakyat di Kota Pontianak (Bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak): Survey Pasar Ber-SNI Kurniasih, Ninik; Siwi, Theresia; Sawitri, Sari; Yuliana, Elsa Sari; Arianto, Arianto; Soraya, Soraya; Kurnia, Ika; Wahyudi, Wahyudi; Al Farizi, Zulham
Kapuas Vol. 4 No. 2 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v4i1.805

Abstract

To create the modern concept, the Indonesian government of Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, issue that the market conditions is most worthy SNI certified. Stipulated in the binding by SNI 8152 : 2015 that public market must have competitiveness to improve economic conditions. In SNI 8152 : 2015 mentioned that some markets can reach SNI label for 3 on fulfillment of requirements, namely: general terms, technical requirements and requirements management.The general requirements in terms of hygiene, health, security, and comfort. While zoning in the form of technical requirements, the trade, corridor, re post tera measure and the courts. And management requirements in the management of markets in professional. There was only the market in the city pontianak is Flamboyan market which is SNI just the one by the year 2020, while other markets are not qualified. The government of pontianak concentration and focus on market management with a target next year will increase in the Pontianak market with a SNI label. These PKM group followed by 25 participants inculude an academics, students, and representatives of DKUMP, traders and association. Survey results are clustered certified market will next SNI value, representative as Kemuning Market Pontianak because its mostly cleaning market than other, stable inflation and existing fresh market. While the checklist shown as answered 44 items SNI questions which includes the general requirements, technical and management. The results is Kemuning market in IV type of SNI. Discuss and sharing find out that traders blocka are not yet based on SNI measure. There is no disinfectant rooms and water supplies well done yet.
Pendampingan Penerapan Lubang Resapan Biopori sebagai Sumber Kompos dan Pencegahan Banjir bagi Warga Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang Hayatullah, Alif; Mursyidah, Himmatul; Ramadhan, Dwi Anggara; Hayati, Sevi; Kurnia, Ika; Andreansyah, Andreansyah; Karis, Muhammad
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v4i1.4097

Abstract

Perubahan iklim dan aktivitas manusia telah menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, termasuk genangan air, banjir, dan pengelolaan sampah organik yang belum optimal. Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mengalami permasalahan genangan air akibat rendahnya daya serap tanah serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik. Oleh karena itu, dilakukan program pendampingan penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB) oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 08 Universitas Muhammadiyah Banten sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan infiltrasi air dan mengolah sampah organik menjadi kompos. Metode pelaksanaan program meliputi tahapan persiapan, pembuatan LRB, edukasi dan sosialisasi, penerapan LRB, serta monitoring dan evaluasi. Program ini melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari pembuatan hingga penerapan langsung. Hasil program menunjukkan bahwa lubang resapan biopori dapat meningkatkan daya serap tanah, mengurangi genangan air, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah organik. Monitoring yang dilakukan juga menunjukkan bahwa LRB berfungsi dengan baik dalam membantu resapan air dan proses dekomposisi organik. Keberhasilan program ini menegaskan bahwa penerapan teknologi sederhana seperti LRB dapat menjadi solusi efektif dalam mitigasi lingkungan, terutama di daerah pedesaan. Untuk keberlanjutan program, diperlukan dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat dalam pemeliharaan serta pengembangan LRB agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.