Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Produk UMKM Berkualitas dan Tersertifikasi Halal Istiqomah, Silvi; Putra, Perdana Suteja; Anuarita, Betsyeda Frea; Nurhalissa, Rahmalia; Luthfiansyah, Said Aziz
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 2, No. 2: August 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2023.v2i2.4630

Abstract

Dalam kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia umumnya terdapat karakteristik konsumen yang menginginkan sesuatu yang memuaskan dan murah. Mie adalah salah satu makanan yang mudah ditemukan di mana saja. Mie merupakan salah satu makanan pengganti karbohidrat yang paling populer bagi masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya, mie ayam merupakan salah satu olahan mie yang banyak disukai masyarakat. Bakmi ayam memiliki ciri khas tersendiri di setiap daerah dan standnya. Misalnya mie ayam wonogiri biasanya memiliki gerbong berwarna coklat, sedangkan mie ayam traveller biasanya memiliki gerbong berwarna biru. Perdebatan tentang mie ayam yang sering diadakan adalah masalah selera. Ada pengelompokan mie ayam dengan rasa manis, gurih, kari dan manis gurih. Masing-masing rasa ini memiliki penggemarnya. GMG Mie Ayam adalah salah satu produsen mie dalam jumlah besar dan menjadi salah satu pemasok mie untuk beberapa mie ayam. Oleh karena itu, UMKM harus memahami alur rantai pasok dan syarat kehalalan produk yang dikonsumsi konsumen. Tujuan dari kegiatan sosial ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada UMKM dalam pengurusan sertifikat Jaminan Halal. Metode kegiatan ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi data UMKM terpilih. Kegiatan pendampingan dilakukan secara online dan offline.
Transformasi Perawatan Kesehatan Ibu Hamil dengan IoT: Solusi Cerdas untuk Pemantauan Real-Time di Daerah Terpencil Oktarina, Eka Sari; Alamsyah, Gempar; Nurhalissa, Rahmalia; Satria, Rahul Fahmi
Jurnal Algoritma Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-1.2290

Abstract

The high maternal and infant mortality rates in developing countries remain a major challenge in public health. Contributing factors include poverty, limited healthcare infrastructure, and cultural norms that restrict access to medical services. One of the main obstacles is the lack of continuous and real-time monitoring of pregnant women's health, which leads to delays in detecting pregnancy complications. Although various efforts have been made, there is still a gap in the use of technology capable of practically and accurately monitoring maternal health conditions in the field. This study aims to develop an Internet of Things (IoT) device to measure maternal health parameters such as height, weight, blood pressure, and fetal heart rate, with real-time data transmission to the cloud using Firebase. Testing was conducted on 15 pregnant women in Malang Regency, comparing the IoT device's measurements with standard measuring instruments. The results showed high accuracy, with an average error of 0.45% for height and 0.29% for weight. Systolic blood pressure measurements showed greater error variation (7.71%–21.45%), while diastolic pressure was more stable (1.81%–8.95%). Data transmission to Firebase showed an average delay between 1.75 and 2.69 seconds without data loss, indicating that the communication system operated optimally and maintained information integrity. This IoT device has the potential to support real-time monitoring of maternal health, thereby facilitating early medical intervention and contributing to reducing maternal and infant mortality in developing regions.
Peran Budi Daya Keramba Jaring Apung Pada Aliran Rantai Pasok, Tantangan dan Peluang Industri Akuakultur di Karimun Jawa Arismawati, Paramaditya; Nurhalissa, Rahmalia
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v20i2.15764

Abstract

Budi daya perairan yang menggunakan metode Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan industri yang sedang berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir. KJA merupakan salah satu metode yang dapat mendorong peningkatan produksi serta optimalisasi pemanfaatan lahan budi daya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aliran rantai pasok, tantangan dan peluang di industri akuakultur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Tujuan penelitian untuk memetakan aliran rantai pasok dari hulu ke hilir serta mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan produk sampingan ikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka berpikir FSCN (Food Supply Chain Networks) yang dipetakan lima elemen rantai pasok diantaranya pra panen (pemasok benih ikan dan pembudi daya ikan) dan pasca panen (pengepul ikan hidup dan mati, pengecer dan konsumen akhir). Hasil penelitian menunjukan rantai pasok terintegrasi dengan baik antara para pelaku dan industri pengolahan ikan. Hasil analisis kinerja rantai pasok menggunakan margin pemasaran dan farmer’s share menunjukkan bahwa saluran II lebih efisien karena margin pemasarannya rendah, namun nilai farmer’s share-nya tinggi. Sementara itu, tantangan dan peluang yang teridentifikasi meliputi regulasi zonasi perairan, ekspor, serta pengolahan produk sampingan ikan kerapu cantang dengan membuat keripik kulit, abon dan berbagai aksesoris untuk sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Pemanfaatan produk sampingan ikan kerapu cantang berpotensi memberikan keuntungan bagi produsen utama dan sektor pangan (seperti pembudi daya ikan, peternakan, dan pertanian) di Karimun Jawa, Jepara. Rekomendasi kebijakan meliputi peningkatan akses masyarakat terhadap teknologi budi daya dan pengolahan ikan, pembinaan dan pelatihan untuk pengembangan produk sampingan olahan ikan, dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur untuk keperluan budi daya ikan.Title: The Role of Floating Net Cage Farming in the Supply Chain Flow, Challenges and Opportunities of the Aquaculture Industry in Karimun Java Aquaculture utilizing the Floating Net Cage (KJA) method is a growing industry that provides economic benefits to coastal communities. KJA is one of the methods that can enhance production and optimize the utilization of aquaculture land. This research was conducted to analyze the supply chain flow, challenges, and opportunities in the aquaculture industry to improve the welfare of coastal communities. The study aims to map the supply chain flow from upstream to downstream and identify challenges and opportunities in developing fish by-products. The research method employs a qualitative approach with the Food Supply Chain Networks (FSCN) framework, mapping five supply chain elements, including pre-harvest (fish seedsuppliers and fish farmers) and post-harvest (collectors of live and dead fish, retailers, and end consumers). The findings indicate that the supply chain is well-integrated between stakeholders and the fish processing industry. Supply chain performance analysis using marketing margin and farmer’s share shows that Channel II is more efficient due to its low marketing margin but high farmer’s share. Meanwhile, the identified challenges and opportunities include water zoning regulations, export policies, and the processing of hybrid grouper (kerapu cantang) by-products into value- added products such as fish skin chips, shredded fish flakes (abon), and various accessories, providing additional income sources for the community. The utilization of hybrid grouper by- products has the potential to benefit primary producers and the food sector (e.g., fish farmers, livestock, and agriculture) in Karimun Jawa, Jepara.