Muthmainnah, Titiek
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literasi Akad Salam Terhadap Minat Beli Gen-Z via E-Commerce di Kab. Bone Muthmainnah, Titiek; Novianty, Rina; Jumarni, Jumarni
Islamic Banking and Finance Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ibf.v4i1.5499

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Literasi Akad Salam terhadap Minat Beli Via E-commerce Studi Generasi Z Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan 100 responden dan teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Kuesioner dibagikan kepada responden secara online dan offline di lima kecamatan yaitu Cina, Tellu Siattinge, Tenete Riattang, Tenete Riattang Timur, dan Tenete Riattang Barat. Data diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat literasi akad salam terhadap minat beli mempunyai koefisien regresi  positif sebesar 0,595 yang menunjukkan bahwa minat beli meningkat dengan literasi akad salam. Nilai signifikansi dibandingkan dengan tingkat kesalahan 0,05 menunjukkan bahwa 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hipotesis (H1) yang digunakan dalam penelitian ini diterima, dan hipotesis nol (H0) ditolak.  Literasi akad salam memiliki dampak yang signifikan terhadap keinginan untuk membeli barang melalui internet pada pengujian determinasi menunjukkan bahwa variabel X memberikan pengaruh sebesar 63,3% terhadap minat beli, dan faktor-faktor tambahan sebesar 36,7% dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dibahas atau disebutkan dalam penelitian ini.
Filosofi Sa’adah Iqtishadiyyah Sebagai Alternatif Atas Teori Kesejahteraan Utilitarian Di Era Digital Muthmainnah, Titiek; Alyah , Muhsyi; Karyono, Otong
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi digital mendorong penggunaan teori kesejahteraan utilitarian yang berorientasi pada efisiensi dan manfaat agregat, namun pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam menjamin keadilan distributif dan perlindungan martabat manusia. Artikel ini bertujuan mengkaji Filosofi Sa’adah Iqtishadiyyah sebagai alternatif paradigma kesejahteraan yang lebih komprehensif di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka terhadap literatur ekonomi Islam, Maqasid Syariah, dan kajian ekonomi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sa’adah Iqtishadiyyah memandang kesejahteraan secara holistik, mencakup dimensi material, spiritual, moral, dan sosial, dengan keadilan dan kemaslahatan sebagai fondasi utama. Dalam konteks ekonomi digital, paradigma ini memberikan kerangka etis untuk mengarahkan inovasi teknologi agar berorientasi pada inklusi, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Sa’adah Iqtishadiyyah mampu melengkapi keterbatasan utilitarianisme dan relevan sebagai dasar perumusan kebijakan kesejahteraan yang berkeadilan dan bermartabat di era digital.
Fondasi Etis dan Empiris Ekonomi Islam: Studi Pemikiran Al-Syāṭibī dan Ibn Khaldūn Abad VIII H/14 M Muthmainnah, Titiek; Rezki, Wildanun; Kamiruddin
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam abad VIII H/ XIV M berkembang secara sistematis dengan menempatkan ekonomi sebagai sarana mewujudkan keadilan sosial dan kemaslahatan umat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran ekonomi Imām Al-Syāṭibī dan Ibn Khaldūn serta relevansinya terhadap ekonomi Islam modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Syāṭibī melalui konsep maqāṣid al-sharī‘ah menekankan orientasi ekonomi pada kemaslahatan umum, keadilan distributif, dan keseimbangan sosial. Sementara itu, Ibn Khaldūn melalui pendekatan empiris menyoroti peran kerja, produktivitas, kebijakan pajak, dan siklus peradaban dalam menentukan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kajian komparatif menunjukkan bahwa pemikiran keduanya saling melengkapi dan relevan sebagai dasar pengembangan ekonomi Islam kontemporer yang berorientasi pada pertumbuhan, pemerataan, dan keadilan sosial.