Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Daerah Rawan Bencana Longsor Di Kota Batu Dengan Menggunakan Metode Analisis SIG Noviari, Salsabila; Salfira, Ginanda; Raudhah, Amna Fithri; Haerudin, Nandi; Mulyasari, Rahmi
Journal of Applied Geoscience and Engineering Vol 2, No 2 : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jage.v2i2.20753

Abstract

Landslide is one of the natural damages caused by mass movement in a natural landscape. The occurrence of landslides causes damage that provides direct and indirect risk effects. Efforts made to reduce the effects of risk can be done by mitigation planning. Batu City is one of the cities located at the foot of Mount Panderman, located at 700-1100 meters DPL. Research was conducted to determine landslide prone areas based on GIS which can then be carried out a sustainable mitigation process. In this area, research was conducted by utilizing GIS in the form of mapping landslide prone areas. Batu city has a predominantly very steep slope that causes high landslide prone areas. Therefore, GIS method can be utilized in mapping landslide vulnerability in Batu city as a map editor and data processor of spatial area which includes rainfall data, soil type data, slope data, and land cover type data.
SUMBER AIR TANAH DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN USAHA PETERNAKAN MASYARAKAT DESA BERNUNG, GEDONG TATAAAN Dewanto, Ordas; Dzakwan, Akhmad; Dani, Ilham; Noviari, Salsabila
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.654

Abstract

Bernung adalah sebuah desa yang terletak di sebelah timur Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Penulis bermitra dengan Kelompok Tani Isa Mandiri Bernung. Mitra ini memiliki lahan untuk budidaya ikan dan perkebunan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu masalah yang muncul adalah kebutuhan air bagi mitra dan masyarakat. Kekurangan air yang memadai membuat kegiatan usaha menjadi sulit. Masalah lain adalah kekurangan air selama musim kemarau, yang menyebabkan kekeringan dan mengganggu kegiatan usaha. Berdasarkan masalah yang dihadapi mitra dan masyarakat, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: Memanfaatkan air tanah untuk budidaya ikan dan perkebunan, serta untuk pembangunan sumur. Tujuan spesifiknya adalah untuk mengatasi masalah ketersediaan air guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah metode geolistrik untuk menentukan kedalaman air tanah untuk pembangunan sumur. Metode Pendekatan Pedesaan Partisipatif (PPA) akan digunakan, melibatkan partisipasi masyarakat. Hasil yang diperoleh dari informasi penelitian menggunakan metode geolistrik menunjukkan bahwa pengeboran air tanah dapat dilakukan pada kedalaman 33,4-81,9 meter, dan kemungkinan pada lapisan 82,8 meter hingga sekitar 100 meter di bawah permukaan, indikasi air tanah dalam masih dapat ditemukan, dilihat dari kondisi wilayah yang sangat dekat dengan sumber air. Kesimpulannya, pengeboran sumur dapat dilakukan pada kedalaman sekitar 100 meter.