Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dengan Cara Termal Melalui Insinerasi (Studi Kasus: PT. XYZ) Surya Adi Wicaksono; Joyosemito , Ibnu Susanto; Haudi Hasaya
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid industrial growth increases the production of hazardous and toxic waste (LB3), which, if not managed properly, can pose a serious risk to human health and the environment. This study analyses the risks associated with the incineration of hazardous waste at PT XYZ, using the Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) approach based on the AS/NZS 4360:2004 standard. Hazard identification is conducted via Job Safety Analysis (JSA), while risk assessment considers likelihood and severity. The results show that the infectious waste feeding process and combustion emissions pose the greatest risk (high and very high), with potential consequences including exposure to chronic diseases and environmental pollution. Risk control is achieved by providing personal protective equipment (PPE), monitoring flue gas emissions and managing incinerator residues in accordance with regulations. This study highlights the importance of implementing strict risk management measures and technological innovations to mitigate the negative impacts of hazardous waste incineration.
PERBANDINGAN KOMPOS PRODUK PEMANFAATAN LIMBAH MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) DENGAN KOMPOS SAMPAH ORGANIK Haudi Hasaya; Dovina Navanti; Luthfian Rizki Ramadhan; Ibnu Susanto; Wahyu Kartika; Sophia Shanti Meilani; Elvi Kustiyah; Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.257

Abstract

Sampah organik merupakan jenis sampah paling dominan ditemui di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) di Indonesia. Salah satu upaya minimasi jumlah sampah yang masuk ke TPA adalah dengan mengolah sampah organik, contohnya dengan pemanfaatan sampah dalam budidaya black soldier fly (BSF) menjadi produk pakan ternak. Namun proses budidaya ini masih menghasilkan residu berupa limbah budidaya maggot (kasgot). Residu kasgot ini juga dapat dimanfaatkan menjadi campuran kompos padat, dalam upaya meningkatkan kualitas kompos. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan 2 variasi kompos, yaitu dilakukan variasi 1 (50% limbah budidaya maggot : 50% sampah organik) dan variasi 2 (100% sampah organik) untuk melihat perbedaan kualitas kompos, baik secara fisik, kimia (kandungan N, P, K, dan Kadar Air), serta neraca massa dari 2 proses pengomposan berbeda. Pengomposan dilakukan simultan selama 30 hari, dan setiap hari dilakukan pengamatan fisik, pengukuran suhu dan pH pada 2 variasi kompos. Di akhir pengomposan, variasi 1 menunjukkan hasil uji kandungan N = 3,95%, P = 1,30%, K = 2,52%, Kadar air = 34,60%; sedangkan variasi 2 menunjukkan hasil uji kandungan N = 2,22%, P = 1,06%, K = 1,08%, Kadar Air = 29,96%. Untuk kedua variasi kompos parameter kandungan N, P, K, dan Kadar Air memenuhi Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004 untuk Kompos dari Sampah Organik Domestik. Kualitas kompos variasi 1 cenderung lebih baik daripada variasi 2, dengan tekstur lebih halus dan lebih cepat menjadi kompos, serta mengandung nilai N, P, K lebih besar. Reduksi sampah organik dari pengomposan variasi 1 mencapai 63,33% dan variasi 2 mencapai 42%, sehingga berpotensi mengurangi sampah organik dibuang ke TPA.