Madina, Farah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Clustering Metode Hierarki Single Linkage terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Tahun 2023 Rahastri Pertiwi, Ardita; Madina, Farah; Yulistina, Fika; Rohmah Najahy Mawaddah, Aisy; Oktaviarina, Affiati
Jurnal Sains Indonesia Vol 5 No 1 (2024): Vol 5 No 1 (2024): Volume 5, Nomor 1, 2024 (Maret)
Publisher : PUSAT SAINS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan dari pembangunan sebuah negara atau wilayah tidak terlepas dari tingkat kualitas penduduknya. Indikator yang dibutuhkan salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dibangun atas dasar pendekatan tiga dimensi dasar yaitu umur panjang dan kesehatan, pengetahuan, serta standar kehidupan yang layak. Pada tahun 2023, IPM Indonesia meningkat 0,62 poin dari tahun sebelumnya, namun angka tersebut tidak menjamin kesejahteraan masyarakat yang merata. Maka dari itu diperlukan pengelompokan provinsi di Indonesia berdasarkan data IPM dengan harapan pemerintah dapat merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis cluster hierarki yaitu single linkage. Dengan metode silhouette didapatkan hasil k optimal yaitu k=4. Kemudian dibentuk 4 cluster dan menghasilkan karakteristik yang berbeda. Nilai koefisien korelasi chopenetic yang diperoleh sebesar 0,83 yang bermakna bahwa metode hirarki single linkage adalah metode yang baik dalam clustering pada penelitian ini.
Pewarnaan Titik Ketakteraturan Lokal pada Beberapa Kelas Graf Madina, Farah; Rahadjeng, Budi
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v12n2.p406-417

Abstract

Salah satu perluasan dari pewarnaan titik adalah pewarnaan titik ketakteraturan lokal. Pewarnaan titik ketakteraturan lokal merupakan konsep yang menggabungkan pewarnaan titik dan pelabelan ketakteraturan jarak dengan cara meminimumkan label titik dan jumlah warna titik pada graf G. Misalkan l: V(G) --> {1,2,3,...,k} merupakan fungsi label dan w: V(G) --> N merupakan fungsi bobot, dimana w(u)=Sigma vEN(u) l(v). Fungsi l merupakan pewarnaan titik ketakteraturan lokal-k, jika ada k minimum sedemikian hingga untuk setiap dua titik berhubungan langsung bobot titiknya harus berbeda. Bilangan kromatik pada pewarnaan titik ketakteraturan lokal dinotasikan dengan Xlir (G), yang didefinisikan sebagai minimum kardinalitas himpunan bobot semua titik dalam pewarnaan titik ketakteraturan lokal-k. Sehingga berdasarkan definisi tersebut, hasil dan pembahasan yang didapatkan adalah bilangan kromatik ketakteraturan lokal graf matahari, graf kipas, graf bintang, dan graf bintang ganda. Kata Kunci: pewarnaan titik ketakteraturan lokal, graf matahari, graf kipas, graf bintang, graf bintang ganda.
IMPLEMENTASI CONVENTION ON THE ELIMINATION OF ALL FORMS OF DISCRIMINATION AGAINST WOMEN (CEDAW) DALAM KASUS EKSPLOITASI SEKSUAL DIGITAL: STUDI KASUS NTH ROOM DI KOREA SELATAN Madina, Farah; Nizmi, Yusnarida Eka
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 13: Edisi I Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes South Korea's implementation of the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) in handling cases of digital sexual exploitation, with a focus on the Nth Room case study. South Korea ratified CEDAW in 1984 and has adopted a number of regulations such as the Act on the Punishment of Sexual Violence Crimes and cybercrime policies. However, the findings of this study indicate a gap between normative commitments and their implementation. The main obstacles are weak law enforcement, regulatory delays in responding to developments in digital technology, and institutional bias and patriarchal culture that still influence the treatment of victims. This research was conducted through document analysis, CEDAW Committee reports, legislation, and the Nth Room case study. It was found that the effectiveness of South Korea's policies is partial, in that there has been progress in terms of legislation and public awareness, but this has not been accompanied by the technical capacity building, inter-agency coordination, and social transformation required by CEDAW. This study result emphasizes the need to strengthen the digital legal framework, increase the accountability of technology platforms, empower civil society to realize comprehensive protection of women's rights and manifest the CEDAW’s principals within the CEDAW Committees recommendation for South Korea. Keywords: CEDAW, digital sexual exploitation, South Korea, Nth Room, gender policy.