Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kompres Daun Kubis Dan Kompres Air Hangat Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 Rosmalaini Rosmalaini; Yushida Yushida; Nizan Mauyah; Cut Sriyanti; Anita Anita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI merupakan masalah umum pada ibu postpartum yang menyebabkan nyeri dan menghambat proses menyusui dan menyebabkan pembengkakan pada payudara. Intervensi non-farmakologis seperti kompres daun kubis dan air hangat sering digunakan, namun bukti efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres daun kubis dan kompres air hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan uji Mann-Whitney dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo, Kabupaten Nagan Raya tahun 2025. Sampel terdiri dari 52 ibu postpartum yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Hasil: Ada pengaruh kompres daun kubis terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum dengan p-value 0,001 (p<0,05). Ada pengaruh kompres hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum dengan p-value 0,003 (p<0,05). Ada perbedaan efektivitas kompres daun kubis dan kompres air hangat dalam menurunkan skala pembengkakan payudara dengan p-value 0,040 (p<0,05). Kesimpulan: Kompres daun kubis lebih efektif daripada kompres air hangat dalam menangani pembengkakan payudara. Temuan ini mendukung penggunaan terapi daun kubis sebagai intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan bagi ibu postpartum. Saran: Disara4nkan kepada tenaga kesehatan untuk menggunakan temuan ini sebagai pertimbangan dalam menyusun asuhan kebidanan yang tepat dan efektif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  MUARA BATU KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA Munika Aruna; Cut Sriyanti; Aida Fitriani; Erlina Erlina; Hendrika Wijaya Kartini Putri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background back : In general problem nutrition Still experience improvement from year to year . Nutrition bad is reason death highest children in the country develop . Approximately 870 million people out of 7.1 billion resident world or 1 of eight residents​ world suffer nutrition bad And part big live in the country develop . Objective Research : Objectives study This that is For know factors that influence nutritional status toddlers in the Work Area Community Health Center Estuary Rock Subdistrict Estuary Rock North Aceh Regency in 2025. Method Research : Design research used​ is study cross-sectional analysis. Population in study This that is mother who has toddler a number of 1,792 people . Sample taken with random sampling technique of 95 respondents . Results Research : Based on results study show that majority respondents own knowledge less (38.9 % ), income family majority below the UMP (72.6%), the majority No give immunization complete (82.1%), majority No provide breast milk exclusive (82.1%) and nutritional status in category good /normal (87.4%). From the results test Chi-square show p -value ( 0.025 ), while For variables attitude show p -value (0.006), immunization status variable show p -value (0.224), and variables breastfeeding shows​ p -value (0.000). Conclusion : From the results study can concluded There is influence knowledge on nutritional status toddler p -value (0.025), there is influence attitude on nutritional status toddler p -value (0.006), no There is influence of immunization status on nutritional status toddler p -value (0.224), and There is influence breastfeeding on nutritional status​ toddler p -value (0.000). Suggestion: Share respondents Can become material input as well as material evaluation about nutritional status toddlers . Keywords : Knowledge , Income , Immunization Status , History Breastfeeding , Nutritional Status Toddler  
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Erliana Erliana; Cut Nurhasanah; Cut Sriyanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy remains a significant public health problem worldwide and contributes to maternal and fetal morbidity and mortality. The World Health Organization (WHO) reported that approximately 40% of pregnant women globally experience anemia, with higher prevalence in developing countries. Several factors such as maternal age, parity, nutritional status, education level, and compliance with iron supplementation influence the occurrence of anemia during pregnancy. This study aimed to identify factors associated with anemia among pregnant women in the working area of Kuta Baro Community Health Center, Aceh Besar. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of pregnant women who attended antenatal care services, with a total sample of 72 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and maternal health records. Data were analyzed using Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that there were significant relationships between maternal knowledge (p = 0.004), compliance with iron tablet consumption (p = 0.001), and nutritional status (p = 0.012) with the incidence of anemia. Meanwhile, maternal age (p = 0.214) and parity (p = 0.187) were not significantly associated. In conclusion, knowledge, iron supplementation compliance, and nutritional status are important factors related to anemia in pregnancy. Strengthening health education and nutritional programs is essential to reduce the prevalence of anemia among pregnant women.
Hubungan Pemberian Seduhan Jahe terhadap Emesis Gravidarum  pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Desi Ayuanita; Cut Sriyanti; Nurlaili Ramli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami pada trimester pertama kehamilan dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik. Komplikasi mual dan muntah terjadi pada sekitar 60–80% primigravida dan 40–60% multigravida. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa kejadian emesis gravidarum mencapai sekitar 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, dengan prevalensi mual dan muntah pada kehamilan sebesar 70–80%. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi emesis gravidarum adalah pemberian seduhan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian seduhan jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi frekuensi emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian seduhan jahe, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami emesis gravidarum kategori sedang sebanyak 85%. Setelah pemberian seduhan jahe, seluruh responden (100%) mengalami penurunan menjadi kategori ringan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian seduhan jahe dengan penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa seduhan jahe efektif digunakan sebagai terapi herbal nonfarmakologis dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.