Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial Pada Remaja Putri Dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 6 Kota Lhokseumawe Subki; Nizan Mauyah; Hafsah Us; Elvieta
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.108

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam perkembangan manusia, di mana remaja putri menghadapi berbagai tantangan terkait kesehatan reproduksi, termasuk keterbatasan akses terhadap informasi yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemanfaatan media sosial oleh remaja putri dalam mengakses informasi kesehatan reproduksi, mengetahui jenis platform yang paling sering digunakan, serta mengevaluasi persepsi terhadap validitas informasi tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 62 siswi SMA Negeri 6 Kota Lhokseumawe. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58.1% responden memanfaatkan media sosial dengan baik untuk memperoleh informasi kesehatan reproduksi, dengan Instagram (46.8%) dan TikTok (29%) sebagai platform paling dominan. Sebagian besar responden (53.2%) menilai informasi yang diperoleh cukup valid, meskipun belum sepenuhnya dapat dipercaya. Kesimpulan penelitian bahwa media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi remaja putri, namun dibutuhkan intervensi edukatif dan peningkatan literasi digital agar informasi yang dikonsumsi bersifat akurat dan bermanfaat.
Pengaruh Kompres Daun Kubis Dan Kompres Air Hangat Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya Tahun 2025 Rosmalaini Rosmalaini; Yushida Yushida; Nizan Mauyah; Cut Sriyanti; Anita Anita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI merupakan masalah umum pada ibu postpartum yang menyebabkan nyeri dan menghambat proses menyusui dan menyebabkan pembengkakan pada payudara. Intervensi non-farmakologis seperti kompres daun kubis dan air hangat sering digunakan, namun bukti efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kompres daun kubis dan kompres air hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo Kabupaten Nagan Raya tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan uji Mann-Whitney dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Uteun Pulo, Kabupaten Nagan Raya tahun 2025. Sampel terdiri dari 52 ibu postpartum yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Hasil: Ada pengaruh kompres daun kubis terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum dengan p-value 0,001 (p<0,05). Ada pengaruh kompres hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu post partum dengan p-value 0,003 (p<0,05). Ada perbedaan efektivitas kompres daun kubis dan kompres air hangat dalam menurunkan skala pembengkakan payudara dengan p-value 0,040 (p<0,05). Kesimpulan: Kompres daun kubis lebih efektif daripada kompres air hangat dalam menangani pembengkakan payudara. Temuan ini mendukung penggunaan terapi daun kubis sebagai intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan bagi ibu postpartum. Saran: Disara4nkan kepada tenaga kesehatan untuk menggunakan temuan ini sebagai pertimbangan dalam menyusun asuhan kebidanan yang tepat dan efektif.
DETERMINAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 KECAMATAN WOYLA  BARAT KABUPATEN ACEH BARAT Putri Dewi; Nizan Mauyah; Fitriani Fitriani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri sering mengalami gangguan siklus menstruasi seperti siklus tidak teratur, nyeri, dan perdarahan abnormal. WHO mencatat 75% remaja putri mengalaminya, yang berkaitan dengan status gizi dan anemia. Di Aceh Barat, 34% remaja mengalami anemia dan 14% bergizi kurang. Data awal di SMPN 1 Woyla Barat menunjukkan sebagian besar siswi mengalami siklus menstruasi tidak teratur, yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup di masa depan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui determinan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Woyla Barat, Aceh Barat, pada tahun 2025. Metode penelitian: Desain yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 62 siswi kelas delapan. Hasil penelitian: Tidak ada hubungan aktifitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dengan p-value 1,000 (p>0,05). Ada hubungan anemia dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dengan p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri dengan p-value 0,000 (p<0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan aktifitas fisik dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Namun, ada hubungan anemia dan status gizi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMPN 1 Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat. Saran: Penting bagi pihak sekolah dan orang tua untuk melakukan pemantauan kesehatan reproduksi remaja, termasuk siklus haid dan status gizi, guna mendeteksi dan menangani masalah kesehatan secara dini.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Nizan Mauyah; Burdah Burdah; Subki Subki; Nopi Suci Pertiwi
Indonesian Trust Health Journal Vol 9 No 1 (2026): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v9i1.450

Abstract

Family support can play a significant role in the consumption of iron supplements. Female adolescents who receive positive family support tend to have easier access and greater encouragement to consume iron supplements regularly. This study was conducted to determine the factors influencing the use of iron supplements among female adolescents at SMAN 16 Banda Aceh. The research design is a quantitative study using an analytical method with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 49 female adolescents (aged 12 to 24 years). Data analysis was performed univariately and bivariately; the univariate analysis generally produced the distribution and percentage of each variable. Based on the research conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between family support and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.008 (p-value <0.05)). There is a significant relationship between knowledge and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value <0.05)). There is a significant relationship between information sources and the regularity of iron supplements consumption (p-value = 0.001 (p-value <0.05). Dukungan keluarga dapat memainkan peran yang signifikan terhadap penggunaan tablet tambah darah. Remaja putri yang mendapatkan dukungan keluarga yang positif cenderung memiliki akses yang lebih mudah dan dukungan yang lebih besar dalam mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan desain crossectional, yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di SMAN 16 Kota Banda Aceh. Populasi dan sampel 49 orang remaja putri (usia 12 sampai dengan 24 tahun). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat, yaitu dilakukan terhadap variabel dari hasil penelitian pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari setiap variabel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,008 (p-value <0,05), ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value <0,05), ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan keteraturan mengonsumsi tablet tambah darah p-value = 0,001 (p-value <0,05).