Harefa, Fenieli
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Kristen Bagi Remaja dalam Menghadapi Tantangan Zaman di Era Digital Walean, Rudi Roberto; Messakh, Jefrit Johanis; Siagian, Laurenz Enjelina; Harefa, Fenieli; Harefa, Kasieli
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.201

Abstract

Pendidikan Agama Kristen bertanggung jawab perkembangan iman remaja. Tanggung jawab PAK direalisasikan melalui pelaksanaan PAK bagi remaja di gereja. Dalam perkembangan teknologi di era digital ini banyak remaja mengalami gangguan mental, psikis, ancaman moral, terlibat dalam tindak kejahatan, seks bebas dan pelanggaran hak cipta yang mudah dilakukan. Masalah lain yang dihadapi oleh remaja adalah banyak diantara mereka kurang memahami penggunaan teknologi dan tidak mengetahui serta menyadari akan bahayanya penggunaan teknologi informasi yang salah sehingga mudah terjerumus ke dalam perilaku yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana remaja menghadapi tantangan zaman diera digital melalui Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kalitatif, dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah Pendidikan Agama Kristen mampu melengkapi Remaja untuk tidak takut dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah diera digital dan siap untuk mengambil keputusan secara cermat dan tepat dengan tidak menyampingkan nilai-nilai kebenaran.
Implementasi kasih persaudaraan melalui tarian bonet: Studi teologis 1 Petrus 3:8 dalam bingkai masyarakat Atoni Pah Meto Silalahi, Junior Natan; Harefa, Fenieli; Zai, Odaligo
KURIOS Vol. 11 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i2.1412

Abstract

This study examines the application of Christian theological teaching on brotherly love through an analysis of the Bonet Dance in the Atoni Pah Meto community in East Nusa Tenggara. Drawing on 1 Peter 3:8, which emphasizes unity, empathy, and humility, the research examines how these values are embodied in cultural practices through the Bonet Dance. A qualitative ethnographic method is employed to observe and participate directly in the dance, and to engage with the community to document its symbolism and embedded values. The findings reveal that the Bonet Dance effectively reflects the values of brotherly love, strengthens social bonds, builds collective identity, and serves as an educational medium for the younger generation. This dance is not only a cultural expression but also an essential instrument for reinforcing Christian values among the Atoni Pah Meto people, despite challenges posed by social changes that affect its implementation.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi penerapan ajaran kasih persaudaraan dari teologi Kristen melalui analisis Tarian Bonet dalam masyarakat Atoni Pah Meto, Nusa Tenggara Timur. Mengacu pada 1 Petrus 3:8, yang menekankan kesatuan, empati, dan kerendahan hati, penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai ini diterjemahkan dalam praktik budaya melalui Tarian Bonet. Metode kualitatif etnografi digunakan untuk mengamati dan berpartisipasi langsung dalam tarian serta interaksi dengan komunitas guna mendokumentasikan simbolisme dan nilai-nilai yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Bonet secara efektif merefleksikan nilai-nilai kasih persaudaraan, memperkuat ikatan sosial, membangun identitas kolektif, dan berfungsi sebagai media pembelajaran bagi generasi muda. Tarian ini tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai alat penting dalam memperkuat nilai-nilai ajaran Kristen di kalangan masyarakat Atoni Pah Meto, meski ada tantangan dari perubahan sosial yang mempengaruhi penerapannya