Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

AN AUTISTIC STUDENT’S LANGUAGE LEARNING STRATEGIES IN WRITING POEM Aulia Maulidiyah; Nani Ronsani Thamrin; Erwin Oktoma
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 6 No. 2 (2023): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v6i2.663

Abstract

This research sought to investigate the contribution of language learning strategies in the poem writing of an autistic student attending a special need school in Kuningan. This study used qualitative case, case study methods to analyze the cases in detail. To assess the data’s naturalness, observations and interviews were used to gather the data. And to investigate the difficulties faced by autistic students writing poems. The research was done at a special school in Kuningan and included one student with autism among seven other students. Results indicated that autistic students utilized motivation in social-emotional strategies. It was also noted that students with autism found vocabulary, tenses, and rhymes to be a challenge in writing poems. But she also learned how to overcome vocabulary by using cognitive translation strategies to acquire new vocabulary she didn't know, and using tenses by asking questions about it using social-emotional clarification strategies
THE INFLUENCE OF METACOGNITIVE STRATEGIES TOWARDS STUDENTS’ READING COMPREHENSION Tasya Putri Nur Annisa; Nani Ronsani Thamrin; Erwin Oktoma
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 6 No. 2 (2023): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v6i2.689

Abstract

The purpose of this research is to ascertain the impact of metacognitive methods on students' reading comprehension as well as the attitudes of students about their usage. According to(Navarro, 2021), metacognition is the awareness of and control over one's own thinking and learning processes. Quantitative research is carried out using an experimental research design. Tests and questionnaires were employed by researchers as data collection tools. In this research, two classes—X.6 (Control Class) and X.7 (Experimental Class)—were chosen using cluster random sampling. According to the findings, the experimental group's average post-test score was 83.29, whereas the control group's was 78.57. The independent sample t-test was shown to have a lower (two-tailed) significance of 0.010 (0.010 0.05). Then, in the control class, 0.010 (0.010 0.05) is shown. As a result, Ho is considered unacceptable but Ha is welcomed. Conclusion: Students' reading comprehension is impacted by metacognitive tactics used in reading instruction.In addition, the researcher also got the results from the questionnaire data, the majority of experimental class students agreed and strongly agreed on the three items given on the affective, behavioral and cognitive aspects. It can be assumed that most of the experimental class students were influenced by Metacognitive Strategies in improving reading comprehension
EFL LEARNERS’ COMPREHENSION OF EXTENSIVE READING BASED ON HIGHER ORDER THINKING SKILLS. Trisha Fitri Pramaysella; Nani Ronsani Thamrin; Endang Darsih
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 6 No. 2 (2023): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v6i2.691

Abstract

This study, conducted at a private university in Kuningan, West Java, aimed to understand the comprehension of learners based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Extensive Reading classes as well as to identify the reasons why some students find it challenging to understand reading based on HOTS in these classes. The three steps of the HOTS definition by Anderson and Krathwohl (2001) were analysis (C4), evaluation (C5), and creation (C6). The research is descriptive-qualitative, and the methods for gathering data include interviewing and observation. Second-semester students at a private university in Kuningan, West Java, served as the study's subjects. The observation's findings showed that the majority of second-semester students were capable of analyzing the information (Analyzing, C4), evaluating the text's main ideas (Evaluating, C5), and coming up with new ideas to use in other situations (Creating, C6), whether outside of the classroom or on other occasions. Moreover, based on the results of interviews with 10 students in the classroom, there were 5 main factors that affect the students’ reading comprehension based on HOTS which were: lack of vocabulary, lack of focus, lack of time, not having basic knowledge and not interesting in reading
Eksistensi "Greeting" dalam berbicara Bahasa Inggris bagi Remaja Mesjid di Desa Kedungarum Nani Ronsani Thamrin; Erlan Darmawan; Mia Maulianingsih; Alfiani Azzahra
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v2i2.33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang Esensi Salam dalam Berbicara bagi Pemuda Masjid di Desa Kedungarum Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Bahasa Inggris adalah bahasa universal sehingga semua orang penting untuk meningkatkan kemampuan berbicara mereka yang juga untuk generasi muda di desa Kedungarum pesertanya adalah 10 orang dan kursus seminggu sekali selama sebulan di setiap hari Senin. Mereka begitu antusias mengikuti kursus ini. Pada dasarnya para trainer menantang keras untuk melatih mereka namun setiap pertemuan mereka menunjukkan perkembangan untuk meningkatkan Speaking mereka karena Permasalahan yang dihadapi antara lain adalah tidak adanya minat pemuda masjid Desa Kedungarum dalam Berbicara Bahasa Inggris. Tidak ada proses belajar mengajar Berbicara Bahasa Inggris bagi pemuda masjid Desa Kedungarum. Pembelajaran Berbicara Bahasa Inggris kurang efektif tidak adanya modul sebagai media komunikasi mereka, rendahnya minat pemuda masjid dalam Berbicara Bahasa Inggris karena kurangnya komunikasi dua arah dalam sapaan mereka, Keterbatasan media dan fasilitas belajar, mahalnya biaya kursus Bahasa Inggris di luar kursus. Penggunaan modul sangat membantu dalam proses pembelajaran Berbicara karena membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan Berbicara khususnya dalam salam. Mulai dari sapaan, jenis sapaan dan tanggapannya. Kegiatan belajar mengajar Berbicara yang dilakukan tentang salam membuat para remaja tidak terbebani dengan materi yang diajarkan, bahkan motivasi para remaja – meningkat karena kegiatan ini.  
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Speaking Bagi Guru SD Dadang Solihat; Endang Darsih; Nani Ronsani Thamrin; Wulan Rahmatunisa; Syifa Aulia; Nur Suci Fitriyani; Binti Farihah
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v4i2.155

Abstract

Kemampuan berbicara (speaking) dalam bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru sekolah dasar dalam menghadapi tantangan globalisasi dan penerapan kurikulum yang menekankan keterampilan berbahasa asing. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak guru SD masih mengalami kesulitan dalam aspek speaking, baik dari segi penguasaan kosakata, pengucapan, maupun kepercayaan diri ketika berkomunikasi. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan speaking guru SD melalui metode komunikatif dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan di desa Purwawinangun, Kabupaten Kuningan pada bulan Juli 2025 dengan melibatkan guru-guru dari berbagai sekolah dasar. Metode pelatihan meliputi ceramah interaktif, role play, peer teaching, dan evaluasi berbasis performa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan speaking guru sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dan percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di kelas. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan speaking guru SD dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
EKPLORASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI PERGURUAN TINGGI Nani Ronsani Thamrin; Erlan Darmawan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/d2nfw327

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya berpikir kemampuan mahasiswa di pendidikan tinggi. menggabungkan dua pendekatan antara Discovery Learning dan Lesson study untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mempromosikan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Melalui serangkaian tahapan Lesson Study terdiri dari: (1) tahapan perencanaan (plan), (2) tahapan pelaksanaan (do), dan (3) tahapan refleksi (see). Dosen merancang dan melaksanakan pelajaran Discovery Learning yang melibatkan mahasiswa dalam eksplorasi matakuliah membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, seperti analisis kritis, sintesis, dan pemecahan masalah. Dengan adanya Eksplorasi Discovery Learning berbasis Lesson study dalam matakuliah membaca menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi pada keterampilan membaca Mahasiswa mengalami peningkatan pada proses perkuliahan keterampilan membaca dikelas.
Peningkatan Literasi Membaca Bahasa Inggris Anak melalui Picture Books Berbasis Komunitas Nani Ronsani Thamrin; Erlan Darmawan
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v4i3.198

Abstract

This community service program aimed to improve elementary school children’s English reading literacy through a community-based picture book approach. The program was conducted intensively for one month in Kedungarum Village and involved 25 children aged 9–12 years. The intervention applied visual literacy strategies by integrating text and illustrations through shared reading, interactive storytelling, and post-reading activities. A pre-test and post-test design was used to measure participants’ reading comprehension, focusing on vocabulary mastery, main idea identification, and literal comprehension. The results showed a significant increase in the average score from 41.6 in the pre-test to 72.4 in the post-test, indicating an improvement of 30.8 points. Observational findings also revealed increased student participation, reading confidence, and positive attitudes toward English reading activities. The small-group, community-based model enabled more intensive interaction and individualised feedback, thereby enhancing the intervention's effectiveness. Although differences in participants’ initial abilities posed minor challenges, the overall findings suggest that short-term literacy interventions using picture books can effectively enhance English reading skills among elementary school children. This model can be replicated in similar community settings to strengthen early foreign language literacy development.