Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Gotong Royong Penanaman Toga di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja Aulia Cahya Salsadila; Nila Trisna Yulianti; Endras Amirta Hanum; Andi Putri Tafriziyah; Mara Ayu Prabaningrum; Delvia Aldina Putri; Husnul Royana Khadijah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The family's medicinal plants have been used for centuries to treat a variety of health problems, and their benefits have been well documented in many studies. Research shows that this plant contains various beneficial compounds that can be used to develop new pharmaceutical drugs. TOGA (Family Medicinal Plants) is a selected type of plant that has medicinal properties with easy care and relatively low cost. TOGA is a safe alternative family medicine because it rarely causes side effects, is easy to prepare and consume for first aid in cases of minor illnesses such as fever, cough, or to help maintain stamina. The aim of this service is to provide education regarding the use of TOGA as an alternative self-medication and as an effort to prevent and control disease in improving the health status of the people of RT.06 Wonotirto Village and as an effort to preserve traditional healing culture. The method used in this service is to provide counseling, training and provide TOGA tree seeds for planting. The target partners are groups of housewives in the RT.06 Wonotirto Village area. The results of the development of activities in RT.06 can increase motivation and educate the community to better utilize TOGA as traditional medicine and maintain the preservation of culture from generation to generation.   Abstrak digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, dan manfaatnya telah didokumentasikan dengan baik dalam banyak penelitian. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung berbagai senyawa bermanfaat yang dapat digunakan untuk mengembangkan obat farmasi baru. TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan jenis tanaman pilihan yang mempunyai khasiat obat dengan perawatan yang mudah dan biaya yang relatif murah. TOGA merupakan obat alternatif keluarga yang aman karena jarang menimbulkan efek samping, mudah disiapkan dan dikonsumsi untuk pertolongan pertama pada kasus penyakit ringan seperti demam, batuk, atau membantu menjaga stamina. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan TOGA sebagai alternatif pengobatan mandiri dan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat RT.06 Desa Wonotirto serta sebagai upaya melestarikan tradisi. budaya penyembuhan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pemberian bibit pohon TOGA untuk ditanam. Mitra sasarannya adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga di wilayah RT.06 Desa Wonotirto. Hasil pengembangan kegiatan di RT.06 dapat meningkatkan motivasi dan mengedukasi masyarakat untuk lebih memanfaatkan TOGA sebagai obat tradisional dan menjaga kelestarian budaya secara turun temurun.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Program Pemeriksaan Lansia di Kelurahan Wonotirto Kecamatan Samboja Aulia Fitri Andriani; Endras Amirta Hanum; Nur Afni Shafina; Linda Fatmasari; Septia Lestari; Vitrotul Kivtiyah; Zainab Inayah Al Huda
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service in the form of free elderly examinations is carried out in Wonotirto Village RT.03 with a KKN activity scheme carried out by group 03 Incarrying ut this community service, one of the most Study,Free Elderly important aspects in human life is health, so one of the Checkup     main work programs is elderly examinations, community service activities in the form of checking Kata Kunci : Kuliah     uric acid, blood pressure, cholesterol, weighing, blood Kerja   Nyata, Pemeriksaan Lansia Gratis sugar and administering medication from the village police midwife. Elderly (elderly) is someone who is more than 55 years old. Changes in the "aging" process are a period when an individual tries to continue living a happy life through various changes in life. By definition, an individual who has passed the age of 45 years or 60 years is called an elderly person. Elderly people who are 60 years old are an age group of humans who have entered the final stages of their life. Changes that occur in the elderly, the process of change is characterized by visible and invisible physiological changes. Visible physical changes include skin that starts to wrinkle and sag, gray hair, missing teeth, and fat accumulation in the waist and stomach. Physical changes that are not visible include changes in organ hearing, bone density.   Abstrak Masalah kesehatan masyarakat merupakan masalah yang multi kausal, maka pemecahannya harus secara multi disiplin. Kesehatan masyarakat sebagai seni/praktek mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. Dengan bertambahnya usia, bukan berarti kita tidak perlu memerhatikan kondisi kesehatan dan mental. Karena seiring dengan pertambahan usia, kita akan mengalami perubahan baik secara fisik maupun mental. Mungkin kita perlu melakukan penyesuaian gaya hidup agar kesehatan sebagai lansia tetap terjaga. Pasalnya setiap manusia berhak memiliki kesempatan untuk hidup sehat dalam waktu yang lama. Semakin tua, fungsi otak mengalami penurunan sehingga lansia menjadi lebih mudah lupa. Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat pun banyak berkembang, seperti penyakit alzheimer, demensia vaskular, atau penyakit Parkinson. Pengabdian dalam bentuk pemeriksaan lansia gratis dilakukan di Kelurahan wonotirto RT.03 dengan skema kegiatan KKN yang dilaksanakan oleh kelompok 03. Pada pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia adalah Kesehatan sehingga salah satu program kerja utama adalah Pemeriksaan lansia ,kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan asam urat,tekanan darah,kolestrol,penimbangan berat badan,gula darahdan pemberian obat dari bidan polindes. Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang memiliki usia lebih dari 55 tahun. Perubahan-perubahan dalam proses “aging” atau penuaan merupakan masa Ketika seorang individu berusaha untuk tetap menjalani hidup dengan Bahagia melalui berbagai perubahan dalam hidup. Secara definisi, seorang individu yang telah melewati usia 45 tahun atau 60 tahun disebut lansia. Lansia yang memasuki usia 60 tahun merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Perubahan yang terjadi pada lansia, Proses perubahan ditandai dengan perubahan fisiologis yang terlihat dan tidak terlihat. Perubahan fisik yangterlihat seperti kulit yang mulai keriput dan mengendur, rambut yang beruban, gigi yang ompong, serta adanya penumpukan lemak di pinggang dan perut. Perubahan fisik yang tidak terlihat seperti diantaranya perubahan fungsi organ, seperti pengelihatan, pendengaran, kepadatan tulang.
Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita Dengan Baby Gym Hanum, Endras Amirta; Sari, Heni Elmiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.6644

Abstract

Program baby gym di Day Care Rumah Pelangi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak usia dini melalui aktivitas motorik dan sensorik terstruktur. Evaluasi program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan motorik halus dan kasar anak-anak, dengan rata-rata peningkatan sebesar 25% dari skrining awal. Interaksi sosial anak-anak juga mengalami peningkatan sekitar 20%, sementara kemampuan sensorik mereka meningkat sebesar 15%. Umpan balik positif dari orang tua menegaskan keberhasilan program dalam memberikan manfaat langsung dan memperkuat hubungan dengan komunitas sekitar. Program ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak-anak secara fisik dan sosial, tetapi juga menjadi landasan untuk pengembangan inisiatif serupa di masa depan. Dengan demikian, baby gym di Day Care Rumah Pelangi tidak hanya memenuhi harapan untuk perkembangan anak-anak secara holistik, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan dalam pendidikan usia dini.
Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi dan Balita dengan Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) Sari, Heni Elmiani; Hanum, Endras Amirta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.6648

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Day Care Rumah Pelangi, Balikpapan, pada tanggal 3 Februari 2022, bertujuan untuk memperluas wawasan dan kemampuan para orang tua serta pengasuh dalam mendeteksi keterlambatan perkembangan anak menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Kegiatan ini diikuti oleh 19 anak berusia 0-5 tahun. Hasil pra-skrining menunjukkan bahwa 40% anak memiliki indikasi keterlambatan perkembangan dengan skor rata-rata 65 dari 100. Setelah intervensi dan pelatihan, pasca-skrining menunjukkan penurunan indikasi keterlambatan menjadi 20% dan peningkatan skor rata-rata menjadi 80. Evaluasi menunjukkan peningkatan hardskill dalam pengisian dan interpretasi KPSP sebesar 55% dan kemampuan deteksi dini sebesar 55%. Selain itu, softskill dalam komunikasi dengan anak dan kepercayaan diri orang tua serta pengasuh meningkat masing-masing sebesar 55% dan 48%. Hasil ini menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap proaktif orang tua dan pengasuh dalam mendeteksi dan menangani keterlambatan perkembangan anak. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi signifikan dalam optimalisasi tumbuh kembang anak di Day Care Rumah Pelangi.
Tetap Sehat dan Bugar di Usia Senja Melalui Senam Lansia di RT 36 dan RT 38 Jalan Borobudur Balikpapan Utara Endras Amirta Hanum; Siti Syaibatul; Dewi Sabita
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Old age is a period that needs to be given attention because during this time, the elderly experience decline.The elderly need to have their physical and mental health monitored, so the desire and ability to behave healthily are necessary to improve their quality of life. Old age is marked by biological decline, as seen in symptoms of physical deterioration, one of which is cognitive decline. Cognitive function is related to physical activity, which affects its structure and function; every physical movement performed stimulates the brain. The decline in physical abilities causes the elderly to become a high-risk group in managing their health issues. Therefore, it is necessary to provide elderly exercise classes for the elderly. The form of this activity consists of senior citizen exercise sessions conducted by the PKM team from Politeknik Borneo Medistra, with participants being all the senior citizens who are respondents in this activity, totaling 35 seniors who attended. In the implementation of this PKM activity, we also did not forget to provide education and health check-ups for the elderly. The result of this PKM activity is an improvement in the quality of life for the elderly (both physically and mentally), and the outcome of this PKM also includes the publication of articles, making them accessible to anyone who needs literature in the form of related articles. As a suggestion in this PKM, it is recommended to frequently conduct elderly exercise activities in collaboration with the local health center's working area..   Abstrak Lansia merupakan masa yang perlu diperhatikan karena masa ini lansia mengalami penurunan (proses penuaan). Lansia perlu diperhatikan kesehatannya baik fisik dan mental sehingga keinginan dan kemampuan berperilaku sehat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup. Usia lanjut ditandai mengalami kemunduran biologis seperti yang terlihat gejala kemunduran fisik salah satunya mengalami kemunduran kemapuan kognitif. Fungsi kognitif berkaitan dengan aktifitas fisik yang berpengaruh pada struktur dan fungsinya, setiap gerakan fisik yang dilakukan memberikan rangsangan kepada otak. Menurunnya kemampuan fisik mengakibatkan lansia menjadi kelompok berisiko tinggi dalam penanganan masalah kesehatannya. Oleh karena itu, perlu diberikan latihan senam lansia pada para lansia. Bentuk dari kegiatan ini berupa latihan senam lansia dari tim PKM Politeknik Borneo Medistra dengan peserta yaitu seluruh lansia yang merupakan responden dalam kegiatan ini sebanyak 52 lansia yang hadir. Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini juga, tidak lupa memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Hasil dari kegiatan PKM ini terjadi peningkatan kualitas hidup lansia (baik fisik dan mental) dan hasil PKM ini juga berupa luaran publikasi artikel sehingga dapat diakses oleh semua orang yang memerlukan literatur dalam bentuk artikel terkait. Sebagai saran dalam PKM ini yaitu agar sering dilakukan kegiatan senam lansia bekerjasama dengan wilayah kerja puskesmas setempat.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Guru Pengasuh Mengenai Deteksi Dini Perkembangan Balita dan Pelaksanaan DDST di Day Car Rumah Pelangi Balikpapan Endras Amirta Hanum; Cindy Tia Adinipah; Putri Amelia; Yuni Setia Ningsih; Yuliani Cantika
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period under the age of five (Toddler) is the most critical phase that determines the quality of human resources. During the toddler years, the growth and development process occurs rapidly and is referred to as the golden period, which, if not nurtured properly, will experience disruptions in emotional, social, and intellectual development. One of the early detection methods for developmental screening uses the Denver Developmental Screening Test (DDST), which is one of the tests or screening methods frequently used to detect development, covering personal-social development, fine motor skills, language, and gross motor skills in children. DDST examinations can be conducted in places with growth and development monitoring activities, such as posyandu (integrated health posts) and children's play areas. This service aims to enhance the knowledge and skills of daycare caregivers regarding training methods followed by discussions. The counseling material provided includes child development, DDST, and practical DDST examination for toddlers. Previously, a pre-test was conducted and concluded with a post-test. This activity was conducted on Friday, May 17, 2024. This activity was attended by 7 participants consisting of caregivers and parents of infants at the Daycare Rumah Pelangi in Balikpapan City. From the completion of the questionnaire and pretest, it was found that all (100%) participants who attended this activity had never received health education regarding child development and child development detection using DDST. Before the training, the participants had no knowledge of DDST at all, and after the training, the participants knew how to fill out the DDST. Counseling on early detection of child development using the DDST method is very beneficial in enhancing the knowledge and skills of caregivers and parents at the Pelangi House Day Care in Balikpapan City.   Abstrak Masa di bawah usia lima tahun (Balita) adalah periode paling kritis yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Pada masa balita proses tumbuh kembang berlangsung cepat dan dikatakan sebagai masa emas yang apabila tidak dibina dengan baik akan mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, sosial dan kecerdasan. Salah satu Deteksi dini Skrining perkembangan menggunakan Denver Development Skrining Test (DDST) yaitu salah satu tes atau metode skrining yang sering digunakan untuk mendeteksi perkembangan yang dinilai meliputi perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar pada anak. Pemeriksaan DDST dapat dilakukan di tempat dengan kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan seperti di posyandu dan tempat bermain anak. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup tumbuh kembang anak, DDST, dan praktik pemeriksaan DDST kepada balita. Sebelumnya dilakukan pre test dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 17 Mei 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 7 peserta penyuluhan yang terdiri dari guru pengasuh yang ada Daycare Rumah Pelangi Kota Balikapapan. Dari pengisian kuisioner dan pretest diketahui bahwa seluruh (100%) peserta yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan kesehatan mengenai perkembangan anak serta deteksi perkembangan anak dengan DDST. Sebelum dilakukan pelatihan para peserta tidak mengetahui sama sekali DDST dan setelah dilakukan para peserta sudah mengetahui cara pengisian DDST. Penyuluhan mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak menggunakan metode DDST sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Guru Pengasuh dan orang tua di Day Care rumah Pelangi kota Balikpapan. Saran aran dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan datang adalah diperlukan peningkatan dan jumlah guru pengasuh yang di berikan edukasi tumbuh kembang dan deteksi.
Edukasi dan Simulasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Hanum, Endras Amirta; Yulianti, Nila Trisna
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7034

Abstract

Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting diperhatikan karena pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Pengetahuan SADARI pada remaja untuk mendeteksi dini kanker payudara saat ini masih sangat rendah padahal SADARI sangat penting untuk deteksi dini pasien kanker payudara, oleh karenanya saat ini kanker payudara tidak hanya menyerang Perempuan usia >30 tahun tetapi juga menyerang Perempuan usia muda bahkan remaja. SADARI atau dikenal dengan pemeriksaan payudara sendiri merupakan salah satu cara deteksi dini yang murah dan mudah dilakukan yang bertujuan jika ditemukan kelainan atau perubahan pada payudara dapat segera diperiksakan kepada petugas Kesehatan dan dapat segera mendapat terapi dan dalam jangka Panjang dapat menekan angka mortilitas kanker payudara. Pengukuran Tingkat perilaku seseorang dapat dilihat melalui Tingkat pengetahuan, sikap maupun Tindakan termasuk perilaku SADARI. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan mengenai SADARI yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang pada siswi SMA Muhamadiyah 2 Al Mujahidin. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi pengetahuan dan sikap SADARI yang diberikan melalui media Pendidikan seperti powerpoint, gambar, simulasi dan video. Persiapan pelaksanaan ini dimulai dari pencetakan booklet dan koordinasi sekolah. Kegiatan edukasi dan simulasi tentang sadari menunjukkan tanggapan yang positif dari pihak sekolah dan siswa dan partisipasi aktif dalam proses diskusi. Peserta pelaksanaan sadari melalui edukasi dan simulasi sebanyak 46 remaja putri, dengan hampir 85% remaja belum mengetahui pentingnya melakukan sadari pada remaja. Evaluasi dari kegiatan ini tercapainya tujuan edukasi dan simulasi sadsari dengan pre test dan post test setelah kegiatan. Diharapkan bahwa siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang pelaksanaan dan manfaat melakukan Pemeriksaan payudara sendiri.
The Effect of Dysmenorhore Exercises with Traditional Kalimantan Music in Reducing the Scale of Pain in Adolescents Hanum, Endras Amirta; Shafina, Nur Afni
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4841

Abstract

Dysmenorrhea occurs because the endometrium contains high amounts of prostaglandins which have an impact on the systemic response, which can affect various processes in the body, one of which is increasing the activity of the large intestine, causing symptoms of nausea, diarrhea, headaches, emotional changes and a burning sensation that accompanies pain during menstruation. The impacts that occur if dysmenorrhea is not treated are disruption of daily life activities, Retrograde menstruation (menstruation that moves backwards), infertility (sterility) and infection. In addition to the above impacts, emotional conflict, tension and anxiety can all play a role and cause feelings of discomfort and unfamiliarity. Tension usually worsens a bad situation at any time. A little discomfort quickly develops into a big problem with all the annoyance that accompanies it. Thus anxiety, feelings of unhappiness or even feelings of pressure are all not uncommon. Therefore, dysmenorrhea must be treated so that impacts such as the above do not occur. The nature and degree of this pain vary, from mild to severe. This research is quasi-experimental with a non-equivalent design with control group (two group pre test – post test). The population of all female students at SMA Nusantara Class I and II is 61 people, with a sample of 19 people taken using simple random sampling. The measuring tool for identifying dysmenorrhea uses a numerical pain scale. The treatment given is dysmenorrhea exercises with Traditional Kalimantan Music 3 times in a row a week before the female students menstruate, efore conducting the t-test, a normality test was conducted to determine whether the data was normally distributed or not. The Shapiro-Wilk test was used. The results obtained from the p-value normality test are 0.96, because the p value > 0.05 then the data is normally distributed. So the data for both groups are equally normally distributed. The mean pain scale before the intervention was given in the treatment group was 5.89 (moderate pain), in the control group it was 5.33 (moderate pain) while the mean pain scale after dysmenorrhea exercises in the treatment group was 2.33 (mild pain) and in the the control group was 5.0 (moderate pain). Statistical test analysis using the Independent T-test showed that the p-value was 0.006 < α=0.05, indicating that there was a significant influence of dysmenorrhea exercise on reducing dysmenorrhea in class I and II female students at SMA Nusantara Balikapapan. Doing dysmenorrhea exercises 3 times in a row a week before menstruation can reduce pain in female students. So it is necessary to encourage women who experience dysmenorrhea to do dysmenorrhea exercises with Traditional Kalimantan Music.