Background: Permasalahan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih ditemukan pada anak-anak Panti Asuhan Graha Yatim Dhuafa Surakarta, ditandai dengan rendahnya pengetahuan dan praktik kebersihan diri serta belum adanya edukasi PHBS yang terstruktur. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan gangguan kulit sehingga diperlukan intervensi edukatif yang sesuai karakteristik anak panti asuhan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 9 November 2024 dengan melibatkan 19 anak usia 6–13 tahun. Intervensi berupa penyuluhan interaktif menggunakan buku saku bergambar, demonstrasi praktik (cuci tangan, menyikat gigi, memotong kuku, mandi yang benar), permainan health puzzle, serta pembagian buku saku sebagai media belajar mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis mempergunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan sesudah edukasi. Rata-rata skor meningkat dari 7,79 menjadi 8,79 (selisih 1 poin). Sebelum intervensi, sebagian anak belum memahami langkah kebersihan dasar, sedangkan setelah edukasi hampir seluruh peserta mampu menjawab dengan benar. Mayoritas peserta mengalami kenaikan skor yang bermakna dengan statistik (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi PHBS berbasis buku saku bergambar yang dipadukan dengan demonstrasi praktik dan permainan edukatif efektif meningkatkan pengetahuan anak panti asuhan serta berpotensi direplikasi sebagai model intervensi promotif-preventif yang berkelanjutan.