Nadia, Mayla Eka
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PADA JAMU PEGAL LINU DI WILAYAH KULON PROGO SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Nadia, Mayla Eka; Haresmita, Perdana Priya
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.569

Abstract

Jamu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kekayaan Indonesia selama berabad-abad, penggunaan jamu di Kulon Progo tetap mengikuti beberapa prinsip, di mana jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat (BKO). Hal ini dikarenakan kepercayaan bahwa jamu yang benar-benar alami dan terbuat dari bahan-bahan tradisional akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik tanpa efek samping yang berbahaya. Sampel diambil dari 3 pasar di daerah Kulon Progo yaitu Pasar Jagalab, Pasar Bogo, dan Pasar Ndekso. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan bahan kimia obat pada jamu pegal linu di wilayah Kulonprogo sehingga dapat dijadikan sebagai acuan keamanan obat dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian  berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya, dengan analisa kualitatif menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fase diam yang digunakan pada saat penelitian ini adalah silika gel 254 dan fase gerak yang digunakan etil asetat: heksana (4:1), kloroform: etil asetat (4,5: 0,5), klotoform: etanol (4,5:0,5), dan etil asetat: kloroform (4:1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4 sampel terdapat 4 sampel yang positif mengandung prednison dan parasetamol.  
Validation of Medicinal Chemicals Analysis Methods in Pegel Linu and Rheumatic Herbs using the TLC-UV-Visible Spectrophotometry method Haresmita, Perdana Priya; Wardani, Arief Kusuma; Ramadhani, Diva Laila; Bayuaji, Dwibara; Azri, Anna Sa'dia; Putri, Nindya Yunia; Nadia, Mayla Eka
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 02 October (2023) Analit: Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i2.2023.p63-74

Abstract

Jamu is a traditional Indonesian medicine. Herbal medicine for rheumatism and “pegal linu” is one of the most widely consumed types of traditional medicinal products by the public, so it is a type of traditional medicinal preparation that is prone to the addition of chemical drugs (BKO). All types of traditional medicines are prohibited from containing isolated or synthetic chemicals with medicinal properties. Samples of rheumatism and “pegal linu” jamu were purchased from Grobogan, Central Java, and Gunungkidul, Yogyakarta. Two samples were purchased from Grobogan, while four samples were purchased from Gunungkidul. The standards used were mefenamic acid, phenylbutazone, and diclofenac sodium. Qualitative analysis was carried out using thin-layer chromatography and quantitative analysis using UV-visible spectrophotometry. Validation of the analytical method is carried out by setting four parameters: linearity, precision, limit of detection, and limit of quantitation. Information about the content of BKO in traditional medicines circulating in the Grobogan and Gunungkidul areas, as well as references to valid analytical methods, will greatly assist the government and academics in educating the public about the dangers of long-term consumption of traditional medicine with BKO. The results showed that three of the six samples contained BKO, and the analytical method was valid.