p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Majalah Farmaseutik
Nugraheni, Heka Mareta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN CARBOXYMETHYLCELLULOSE – Natrium (CMC-Na) : review Nugraheni, Heka Mareta; Zai, Khadijah; Santosa, Djoko
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.93539

Abstract

Carboxymethylcellulose – Natrium (CMC-Na) merupakan salah satu senyawa turunan dari selulosa yang memiliki berbagai kegunaan baik pada bidang farmasi, tekstile, konstruksi dan makanan. CMC-Na dapat diperoleh dari bahan alam yang mengandung selulosa seperti batang tumbuhan, kayu, daun, kulit buah, tangkai maupun serabut. Berdasarkan banyaknya kegunaan dan berlimpahnya bahan alam sebagai bahan utama pembuatan CMC-Na menjadikan banyaknya penelitian terkait sintesis CMC-Na. Review artikel ini bertujuan untuk membahas potensi bahan alam sebagai bahan baku dalam pembuatan CMC-Na. Pencarian arikel dilakukan secara online melalui Google Scholar dengan katakunci tertentu untuk mendapatkan informasi terbaru yang dipubikasi pada tahun 2013 sampai tahun 2022. Proses sintesis CMC-Na melalui beberapa tahapan, yaitu delignifikasi, bleaching, alkalisasi dan karboksimetilasi. Disisi lain, terdapat beberapa faktor yang perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut, seperti proses ekstraksi selulosa, konsentrasi NaOH dan Natrium Monokloroasetat yang dgunakan, serta waktu dan suhu. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam mempengaruhi kualitas CMC-Na yang dihasilkan, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa bahan alam yang tersedia melimpah di Indonesia dapat menghasilkan produk CMC-Na dengan kualitas yang baik.
Sustainable Pharmacutical Excipients Drom Indonesia: A Scooping Review Nugraheni, Heka Mareta; Primartati, Mega Dannyingdyah
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i2.116458

Abstract

Ketergantungan industri farmasi terhadap eksipien sintetis menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan keamanan, seperti sifat tidak mudah terurai dan potensi reaksi hipersensitivitas. Eksipien Farmasi Berkelanjutan (SPE) yang berasal dari limbah tanaman alami menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Indonesia memiliki biomassa pertanian yang berlimpah dengan potensi besar untuk pengembangan SPE. Tinjauan ini bertujuan untuk memetakan penelitian terkait konversi limbah tanaman Indonesia menjadi eksipien farmasi serta mengidentifikasi ketidakseimbangan penelitian yang ada.Scooping review dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, dan Lens.org mengikuti pedoman PRISMA hingga tahun 2025. Data yang diekstraksi mencakup tanaman, jenis eksipien, metode pengolahan, aplikasi farmasi, dan aspek keracunan, kemudian dianalisis secara naratif. Sebanyak lima studi memenuhi kriteria inklusi, dengan pemanfaatan limbah kulit pisang, eceng gondok, bonggol nanas, umbi singkong pembohong, dan purun tikus. Limbah tersebut diolah menjadi pektin, pati termodifikasi, selulosa, dan mikrokristalin selulosa, terutama melalui metode enzimatik atau mikroba. Karakterisasi fisikokimia umumnya dilakukan secara komprehensif, namun hanya satu penelitian yang berkelanjutan hingga tahap formulasi sediaan farmasi. Tidak satupun studi melakukan penilaian secara formal.Secara keseluruhan, penelitian SPE berbasis biomassa Indonesia masih terbatas tetapi menunjukkan potensi. Penelitian selanjutnya perlu mengintegrasikan evaluasi kuantitatif dan pengujian formulasi terapan untuk mendukung pengembangan eksipien yang berkelanjutan dan layak secara komersial.