Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEGIATAN MUHADHOROH DALAM MENUMBUHKAN LIFE SKILL SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 GRESIK Dimas Afrizal; Aslich Maulana
TAMADDUN : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan Vol 19 No 1 (2018): Tamaddun Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Keagamaan
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tamaddun.v0i0.813

Abstract

Implementasi Kegiatan Muhadhoroh dalam Menumbuhkan Life Skill Siswa SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Gresik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kegiatan muhadhoroh dalam menumbuhkan life skill siswa SMK Muhammadiyah 2 Gresik serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan muhadhoroh dalam menumbuhkan life skill siswa di sekolah tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dan berdasarkan data yang diperoleh tersebut peneliti analisis menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan atau menggambarkan apa adanya hasiltemuan di lapangan terkait implementasi kegiatan muhadhoroh dalam menumbuhkan life skill siswa SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMK Muhammadiyah 2 Gresik telah melaksanakan kegiatan muhadhoroh sebagai bentuk kegiatan khusus yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 2 Gresik. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, peneliti memperoleh beberapa temuan antara lain kegiatan muuhadhoroh rutin dilaksanakan setiap hari jumat pukul 07.00 wib sampai selesai, kegiatan muhadhoroh wajib dilaksanakan oleh setiap perwakilan masing-masing kelas yang telah terjadwal. Selain itu banyak manfaat bagi siswa setelah mengikuti kegiatan muhadhoroh tersebut yakni semakin memiliki skill serta kepercayaan diri dalam berbicara di depan pubik. Namun pada saat pelaksaannya masih terdapat permasalah internal dari beberapa siswa, mulai dari kurangnnya rasa tanggung jawab dari siswa yang ditunjuk sebagai petugas serta adanya siswa yang ramai saat kegiatan muhadhoroh berlangsung. Kegiatan muhadhoroh di SMK Muhammadiyah 2 Gresik dirasa sudah cukup baik melihat latar belakang sekolah tersebut merupakan sekolah kejuruan dan bukan pondok pesantren.
Nilai Moral pada Kumpulan Puisi Anak Dongeng Pohon Pisang Karya Ahmad Sultoni sebagai Pendidikan Karakter Afrizal, Dimas Yusuf; Sukirno; Kuntoro
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 19 (2024): Proceedings of Webinar International Globalizing Local Wisdom: Integrating Cultural
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v19i.1338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan tujuan tertentu dari karya sastra kepada pembaca. Tujuan tersebut berupa tujuan penyampaian nilai moral, dalam kumpulan puisi anak Dongeng Pohon Pisang karya Ahmad Sultoni. Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi-puisi dalam antologi Dongeng Pohon Piisang karya Ahmad Sultoni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil yang diperoleh terdapat gambaran nilai-nilai yang dapat dipahami oleh pembaca yaitu nilai moral, diantaranya yaitu nilai moral kesabaran, saling menyayangi, sopan santun dan bersyukur.
PELATIHAN PRODUKSI MOCAROLL BAGI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DESA BAWANG BANJARNEGARA Hasanah, Isna Nur; Afifah, Dini Nur; Khukaemah , Qonitatun; Nur Fadzilah, Rizqiya; Satrio, Bagas Bimo; Afrizal, Dimas Yusuf
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.19128

Abstract

Salah satu permasalahan penting di Desa Bawang adalah rendahnya angkatan kerja masyarakat. Data hasil survei terhadap 2081 masyarakat setempat diketahui bahwa sebanyak 275 orang belum bekerja dan 237 lainnya memilih menjadi rumah tangga. Melalui data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa 24.60% masyarakat Desa Bawang belum berpenghasilan. Salah satu penyebab tingginya kasus pengangguran di Desa Bawang adalah keterbatasan peluang kerja di Banjarnegara, sehingga persaingan dunia kerja menjadi sangat ketat. Melihat pada hal tersebut, maka perlu digali alternatif peluang kerja bagi masyarakat setempat, salah satunya kegiatan kewirausahaan. Jenis program ekonomi kerakyatan yang dibangun melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah produksi MOCAROLL. Produk tersebut merupakan olahan pangan berbahan baku MOCAF dan susu kambing yang dihasilkan dari Desa Bawang. Pendayagunaan bahan baku lokal untuk kegiatan kewirausahaan diharapkan tidak hanya berdampak pada ibu rumah tangga, namun juga kelompok petani singkong, dan peternak kambing perah di Desa Banjarnegara. Sasaran dalam program ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Bawang Ceria, Srikandi, dan Berkah Jaya. Perwakilan anggota KWT sebanyak 15 orang dilatih dengan cara praktek langsung berwirausaha melalui produksi, pengemasan, pemasaran dan evaluasi bisnis MOCAROLL. Data penjualan menunjukkan bahwa pada pekan kedua Agustus 2023 kelompok sasaran telah mampu menjual 10 toples MOCAROLL dengan total penjualan senilai Rp.230.000,00. Sedangkan pada penjualan batch kedua, yaitu pertengahan September telah terjual 9 pouch MOCAROLL dengan total penjualan mencapai Rp.135.000,00. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa produk MOCAROLL memiliki BEP sebesar Rp 21.600.000 melalui produksi sebanyak 2895 kemasan. Perhitungan R/C (return rasio) produk MOCAROLL menunjukkan nilai lebih dari 1, yaitu sebesar: 1.49. Dengan perolehan nilai tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan bisnis produk MOCAROLL layak untuk dijalankan.
Analisis Wacana Kritis Fairclough pada Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual di Media Kompas Afrizal, Dimas Yusuf; Rakhmawati, Ani; Saddhono, Kundharu
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1590

Abstract

This study aims to analyze online news texts using Norman Fairclough’s critical discourse analysis (CDA) approach. The research employs Fairclough’s three-dimensional CDA model with data sourced from online news articles published by Kompas.com. The data were collected through documentation techniques involving news texts relevant to issues of sexual violence. The analysis was conducted across three dimensions: description (text), interpretation (discursive practice), and explanation (social practice). The findings reveal that the media present information in a neutral and formal linguistic style, yet implicitly obscure the position of victims while reinforcing institutional narratives. Victims are rarely given adequate representational space, whereas perpetrators are often protected through euphemistic expressions or the omission of identity. At the level of social practice, the media indirectly contribute to the reproduction of patriarchal structures and unequal power relations. Thus, language in media texts functions not merely as a tool of communication but also as an ideological instrument that shapes public interpretations of sexual violence cases. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks pemberitaan media online dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough dengan sumber data berupa berita daring dari media Kompas.com. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap teks berita yang relevan dengan isu kekerasan seksual. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi, yakni deskripsi (teks), interpretasi (praktik wacana), dan eksplanasi (praktik sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media menyampaikan informasi dengan gaya bahasa yang netral dan formal, tetapi secara tidak langsung mengaburkan posisi korban dan memperkuat narasi dari pihak institusi. Korban jarang diberi ruang representasi dalam berita, sementara pelaku sering kali dilindungi dengan penggunaan istilah eufemistik atau penghapusan identitas. Dalam konteks praktik sosial, media secara tidak langsung turut mereproduksi struktur sosial yang patriarkis dan relasi kuasa yang timpang. Dengan demikian, bahasa dalam teks media bukanlah sekadar alat komunikasi, tetapi juga instrumen ideologis yang memengaruhi cara publik memaknai peristiwa kekerasan seksual.
Pembelajaran Menulis Akademik Berbasis PjBL dan Teknologi Digital Bermuatan Isu Lingkungan untuk Penguatan Literasi Ekologis Mahasiswa Hera Septriana; Dimas Yusuf Afrizal; Ahmad Wahyudi
JURNAL SKRIPTA Vol 12 No 1 (2026): SKRIPTA MEI 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v12i1.9906

Abstract

The growing global concern over environmental issues requires higher education institutions not only to develop students’ academic competencies but also to foster ecological literacy. However, academic writing instruction in universities often remains theoretical and insufficiently connected to real-world contexts. This study aims to integrate environmental issues as a strategy to strengthen students’ ecological literacy through academic writing instruction using a Project-Based Learning (PjBL) approach. The study employed a qualitative approach involving students from the Indonesian Language and Literature Education program at a private university in Central Java who were enrolled in an academic writing course. Data were collected through classroom observations, student response questionnaires, and interviews with lecturers and students. The findings reveal that integrating ecological literacy into academic writing through project-based activities enriches the learning context and encourages students to explore environmental issues as the basis for their academic writing. The learning model also increases student engagement in the learning process, strengthens critical thinking skills, and supports the production of more contextual and research-based academic texts. In addition, the integration of ecological themes contributes to enhancing students’ ecological awareness of environmental issues. Therefore, this approach has the potential to serve as an alternative pedagogical strategy for developing more contextual and sustainability-oriented academic writing instruction. Keywords: ecological literacy, writing strategy, project-based learning.
Analisis Faktor Adopsi Sistem Dompet Digital pada Mahasiswa Pascasarjana di Purwokerto Abid Yanuar Badharudin; Dimas Yusuf Afrizal; Agung Purwowicaksono
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 9 No. 1 (2026): Seminar Nasional Teknik (SENATEK)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v9i1.2171

Abstract

Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan teknologi tinggi (high technology), sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi sering disebut sebagai negara gagal (failed country) (Ngafifi, 2014). Salah satu teknologi yang berkembang adalah pada sistem pembayaran. Beragam transaksi pembayaran dilakukan model cashless, bahkan kegiatan bertransaksi keuangan dalam kehidupan sehari–hari sudah banyak dilakukan menggunakan smartphone agar lebih mudah, cepat untuk dijangkau dalam melakukan transaksi pembelian terhadap suatu produk maupun jasa. Tujuan penelitian ini secara umum dilakukan untuk melihat adopsi pengguna sistem dompet digital (E-Wallet) pada mahasiswa pascasarjana di Purwokerto menggunakan pendekatan TAM (Technology Acceptance Model). Sampel penelitian adalah mahasiswa pascasarjana di Purwokerto dengan rentan usia 20–50 tahun. Analisis yang dilakukan non probability sampling dengan uji non parametrik atau Uji Kruskal Wallis. Responden sebanyak 188 mahasiswa pascasarjana. pada penelitian ini tingkat penggunaan dompet digital didominasi pada rentan usia 31-35 tahun, 87% berlatarbelakang telah bekerja sebagai pegawai negri dan pegawai swasta yang sudah memiliki pendapatan, dan sedang melakukan studi lanjut, dengan mayoritas adalah berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 98 orang atau sebesar 52,13% dan laki-laki dengan jumlah 90 dengan presentase sebesar 47,87% Kategori penggunaan dompet digital awalnya terbagi menjadi dua : Independen (OVO, DANA, LinkAja): digunakan oleh 29% responden, Tertanam dalam ekosistem (ShopeePay, GoPay): digunakan oleh 41% responden, adapun sisanya adalah temuan baru dari penelitian ini yaitu mengkombinasi kedua kategori sebanyak 30% responden.