Cempaka, Lutfia
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Navigating The Flow of Challenges: Problematics of Implementing Kurikulum Merdeka in Sociological Subject at SMAN 1 Tumpang - Malang Dini, Alya Muflihatud; Fibrianto, Alan Sigit; Huda, Ahmad Tirtho Faidl; Azzahra, Annisa Shafa; Cempaka, Lutfia; Muna, Nabila Nasywal; Lestari, Nia; Titis, Titis
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v8i1p21-39

Abstract

The Merdeka Curriculum aims to empower students with a more independent and innovative learning approach. However, the process of implementing the Independent Curriculum in sociology learning at SMAN 1 Tumpang was faced with several problems. This article aims to identify and analyze the challenges, difficulties, solutions, and strategies for implementing the Merdeka curriculum in the context of learning sociology at SMAN 1 Tumpang. The method used is descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects were selected using a purposive sampling technique, namely one of the Sociology teachers at SMAN 1 Tumpang who was involved in the learning process and school staff related to implementing the independent curriculum. The study results show that implementing the independent curriculum at SMAN 1 Tumpang brings several challenges that require the active role of educators in identifying the needs and abilities of individual students. Making teaching modules, teacher difficulties in implementing P5, and learning administration. In dealing with these difficulties, the Sociology teacher at SMAN 1 Tumpang took various strategic solutions, such as integrating technology in education, providing training and coaching to teachers, and creating collaboration between teachers and students.Menavigasi Arus Tantangan : Problematika Pengimplementasian Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 1 Tumpang - MalangKurikulum Merdeka bertujuan untuk memberdayakan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang lebih mandiri dan inovatif. Namun, proses implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Tumpang dihadapkan pada sejumlah problematika. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan, kesulitan, solusi dan strategi penerapan kurikulum Merdeka dalam konteks pembelajaran sosiologi di SMAN 1 Tumpang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu salah satu guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang yang terlibat dalam proses pembelajaran dan staf sekolah yang terkait dengan implementasi kurikulum merdeka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kurikulum merdeka di SMAN 1 Tumpang membawa sejumlah tantangan yang memerlukan peran aktif tenaga pendidik dalam mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan siswa secara individual, tidak hanya itu berbagai kesulitan juga muncul diantaranya yaitu sulit mengubah kebiasaan siswa yang dituntut belajar mandiri, kesulitan dalam pembuatan modul ajar, kesulitan guru dalam penerapan P5, serta kesulitan dalam melakukan administrasi pembelajaran. Dalam menghadapi berbagai kesulitan tersebut, guru Sosiologi SMAN 1 Tumpang mengambil berbagai solusi strategis, seperti mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, memberikan pelatihan dan pembinaan kepada guru, dan menciptakan kolaborasi antara guru dan siswa.
Implementasi Outdoor Learning Sociology Tour dalam Memperkuat Pemahaman Integrasi Sosial Kelas XI SMAN 1 Tumpang Savitri, Dyah Ayu; Cempaka, Lutfia; Ardiansyah, M. Arief; Noer, Achmad Vian; Saputra, Moch. Dimas Adi
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v2i2.2210

Abstract

Implementasi pembelajaran outdoor learning Sociology Tour untuk memperdalam materi integrasi sosial siswa kelas XI SMA. Metode yang digunakan berupa penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, diantaranya key informan dari guru sosiologi, peserta didik XI-I, serta beberapa warga di Kampung Heritage Kayutangan. Pengumpulan data meliputi; observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian literatur yang relevan dengan topik penelitian. Teori yang digunakan adalah berupa kerangka teori Experiental Learning oleh David A. Kolb berupa 4 tahapan pembelajaran, diantaranya; concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran ini mampu mengembangkan keterlibatan kognitif para siswa secara aktif, kritis, reflektif dan terkonsep. Hal ini terdukung sebanyak 71,68% siswa menyatakan efektivitas pembelajaran di luar kelas dibandingkan metode ceramah, yang dapat memberikan pengalaman dan proses pembelajaran yang utuh untuk memperkuat pemahaman materi yang relevan dengan implementasi materi yang diberikan.
Gambaran Self -Esteem Remaja Kasus Pembunuhan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Blitar Putri, Aurellya Yuliana; Helmalia, Nabila; Cempaka, Lutfia; Dzakiya, Ainin Hana; Rahayu, Putri; Rahma, Rezka Arina
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p1-16

Abstract

Adolescents who are searching for their identity will experience a situation of identity versus identity confusion, which in some adolescents creates a self-image through bad behavior that leads to criminal acts. The number of murder cases committed by adolescents in murder East Java province throughout the year continues to increase. This study aims to determine the psychological condition of self-esteem among juvenile offenders before and after committing murder. This study uses a qualitative approach with a phenomenological study method at the LPKA Kelas 1 Blitar. Data were collected through in-depth interviews with three informants (E, K, W). Data analysis was performed using thematic analysis, and data validation was performed using time triangulation. The findings indicate that there are variations in the dynamics of self-esteem among the three informants. These variations are reflected in the different behavioral patterns displayed by each informant. In addition, external factors, such as parenting styles and unhealthy peer environments, were identified as contributing backgrounds to the homicide committed by the three informants. The meanings attributed by the three informants after committing murder were that E and W admitted to regretting their actions, while K admitted to feeling relieved after committing the act. Abstrak Remaja dalam kondisi mencari jati diri akan mengalami situasi identitas vs kebingungan identitas yang pada beberapa remaja menciptakan citra diri melalui tindakan buruk yang mengarah pada perbuatan kriminal. Angka kasus pembunuhan yang dilakukan oleh remaja di Provinsi Jawa Timur sepanjang tahunnya terus meningkat. Penelitian ini ditujukan untuk mencari tahu kondisi self-esteem yang dimiliki Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) sebelum dan setelah melakukan pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi di LPKA Kelas 1 Blitar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga orang partisipan (E, K, W). Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik, validasi data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat variasi dinamika self-esteem pada ketiga informan. Variasi tersebut tercermin dalam pola perilaku yang berbeda pada masing-masing informan. Selain itu, terdapat faktor eksternal berupa pola asuh serta lingkungan pertemanan yang kurang sehat yang menjadi latar belakang ketiga informan melakukan pembunuhan. Adapun pemaknaan yang ditujukan kepada ketiga informan setelah melakukan pembunuhan, yakni E dan W mengaku menyesal atas tindakannya, dan K mengaku lega setelah melakukan perbuatannya.