Novianto, Fauzan Akbar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI-NILAI FILSAFAT DAN TASAWUF DALAM MENJAWAB TANTANGAN MASYARAKAT KONTEMPORER Novianto, Fauzan Akbar; Saumantri, Theguh
Sanjiwani: Jurnal Filsafat Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sjf.v15i1.3066

Abstract

Society follows the progress of the times marked by rapid advancements in media technology, economy, and information. However, these advancements have led modern society to face lifestyles and ways of thinking that ultimately harm society itself. The aim of this research is to find solutions for modern society, which has become engulfed in confusion, through the approaches of Sufism and philosophy. Using a qualitative literature review method, the author focuses on Al-Ghazali's Sufi theory and Herbert Marcuse's philosophical theory. This focus allows for an in-depth analysis of both figures and their thoughts. In addressing problems faced by modern society such as materialism, consumerism, and individualism, Al-Ghazali, with his ethical Sufi theory, offers qualities like asceticism (zuhud), contentment (qona’ah), and brotherhood (ukhuwwah). Similarly, Herbert Marcuse proposes various solutions such as restoring critical consciousness, enlightenment, and cultural movements. In an era of limitless technological advancement and information reception, the implementation of these solutions becomes increasingly important and necessary for modern society.
Religiusitas dalam Genre Horor: Eksorsisme dan Kekuatan Spiritual di Film “Kuasa Gelap” Novianto, Fauzan Akbar; Mukhyar, Muhamad
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 20 No. 2 (2024): Agama dan Isu Kontemporer
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v20i2.5796

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi religiusitas dalam film horor Indonesia Kuasa Gelap, yang mengangkat tema eksorsisme Katolik, suatu tema yang jarang diangkat dalam sinema horor Indonesia. Berbeda dengan mayoritas film horor lokal yang berfokus pada ruqyah Islam atau cerita rakyat, Kuasa Gelap mengeksplorasi eksorsisme Katolik yang kaya akan simbolisme religius dan spiritualitas. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana film ini mengartikulasikan simbol-simbol religius seperti salib, air suci, dan doa eksorsisme sebagai elemen penting dalam menggambarkan konflik antara kekuatan baik dan jahat. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan semiotika untuk menggali makna di balik simbol-simbol tersebut. Kerangka teori Paul Tillich tentang simbol religius digunakan untuk menguraikan bagaimana simbol-simbol tersebut menyampaikan makna yang lebih dalam tentang iman, spiritualitas, dan keberanian eksistensial. Film ini menawarkan perspektif menarik dalam konteks masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, di mana perpaduan simbol-simbol religius Katolik menciptakan dialog antara tradisi keyakinan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini bukan sekadar horor, tetapi juga sarana untuk mengeksplorasi dan mengartikulasikan pengalaman spiritual dan konflik eksistensial. Kesimpulannya, sinema horor dapat menjadi medium yang efektif untuk menggambarkan berbagai aspek religiusitas dan spiritualitas dalam konteks budaya multikultural.
PERAN MASJID ISLAMIC CENTER AT-TAQWA DALAM MEMPERTAHANKAN HARMONISASI DINAMIKA KEAGAMAAN DI CIREBON Novianto, Fauzan Akbar; Fitria, Fildza Nardina; Najili, Muhammad Hakin; Saumantri, Theguh
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v10i1.10987

Abstract

Keharmonisan ditengah maraknya konflik keagamaan yang terjadi banyak disebabkan karena adanya perbedaan dari berbagai aspek, seperti aspek kepentingan politik, sosial, maupun budaya tiap masing kelompok keagamaan yang ada, memang diperlukan adanya. Sebab dari hal tersebut diperlukan adanya suatu usaha atau progres untuk merealisasikan kerukunan, keharmonisan antar kelompok yang ada. Selain sebagai tempat untuk beribadah, masjid dapat juga digunakan sebagai fasilitator berbagai penyatuan antar umat agama seperti pernikahan dan perdamaian. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwasannya dengan adanya masjid maka akan tercipta suatu perdamaian dan keharmonisan dengan memanfaatkan fasilitas tersebut. Dari beberapa program-program yang dijalankan dalam suatu Lembaga dakwah maupun Pendidikan contohnya Islamic Center At-Taqwa, banyak memberikan pengaruh signifikan bagi kelompok keagamaan. Dengan menggunakan metode observasi berupa wawancara dan studi pustaka, penulis akan menampikan program-program Masjid Islamic Center At-taqwa Cirebon sebagai model pengharmonisasian kelompok-kelompok yang ada di wilayah Indonesia khususnya Cirebon. Dengan dilakukannya penelitian ini menjadi harapan seluruh Masjid bisa mengembalikan esensi Masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, namun menjadi mediator bagi Masyarakat Luas terkhusus umat Islam.