Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Transformasi Konsumsi Pangan Petani Serta Peran Inovatif Penyuluhan Pertanian di Lapangan (Studi Kasus Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar): The Transformation of Farmers' Food Consumption and the Innovative Role of Agricultural Extension in the Field (A Case Study in Wonomulyo District Polewali Mandar Regency) Muhdiar; Abd Rahim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.4832

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam mendukung keberlanjutan hidup dan pembangunan bangsa. Pola konsumsi petani, yang dipengaruhi oleh gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, dan ketersediaan makanan bergizi, memainkan peran strategis dalam mencapai status gizi optimal. Namun, di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, skor Pola Pangan Ideal (PPH) masyarakat masih relatif rendah meskipun wilayah ini memiliki potensi pertanian yang signifikan. Rendahnya skor PPH ini menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi masyarakat belum memenuhi standar keamanan, nutrisi, keseimbangan, dan keberagaman tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi komponen bahan-bahan makanan petani untuk mencapai konsumsi ideal mereka, (2) menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam meningkatkan pola konsumsi rumah tangga, (3) Analisis hubungan PPL dengan pola konsumsi dalam rangka meraih Angka Kecukupan Energi (AKE). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode food recall 7x24 jam, skala likert untuk melihat tingkat peran pendampingan PPL. Analisis yang digunakan adalah analisis tingkat hubungan menggunakan rank spearman correlation analysis dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi petani. Berdasarkan hasil penenlitian ditemukan bahwa beras adalah makanan pokok petani dan tahu tempe menjadi lauk utamanya. Rata-rata AKE aktual dari pola konsumsi petani adalah sebesar 1.644,42 kkal/kapita/hari dengan AKP sebesar 52,53 gram/kapita/hari. Hasil tersebut menunjukan bahwa hasil yang didapatkan masih dibawah standar. Peran edukator dengan AKE memiliki hubungan yang signifikan sementara pola konsumsi tidak memiliki hubungan dengan penyuluh karena belum meratanya penyuluhan mengenai pola konsumsi kepada petani. Food is a basic human need that plays an important role in supporting the sustainability of life and national development. Farmers' consumption patterns, which are influenced by lifestyle, socio-economic conditions and the availability of nutritious food, play a strategic role in achieving optimal nutritional status. However, in Wonomulyo District, Polewali Mandar Regency, the community's Ideal Food Pattern (PPH) score is still relatively low even though this area has significant agricultural potential. This low PPH score indicates that people's consumption habits do not meet the standards of safety, nutrition, balance and diversity. The aims of this research are (1) to identify the components of farmers' food ingredients to achieve their ideal consumption, (2) to analyze the role of field agricultural instructors (PPL) in improving consumption patterns rhouseholds, (3) Analysis of the relationship between PPL and consumption patterns in order to achieve the Energy Adequacy Rate (EAR). This research is a quantitative research using the 7x24 hour food recall method, a Likert scale to see the level of PPL's ​​mentoring role. The analysis used is relationship level analysis spearman rank correlation analysis and analysis linear regression multiple ways to find out the factors that influence farmers' consumption patterns. Based on the research results, it was found that rice is the staple food for farmers and tofu and tempeh is the main side dish. The actual average AKE from farmers' consumption patterns is 1,644.42 kcal/capita/day with AKP of 52.53 grams/capita/day. These results show that the results obtained are still below standard. The role of educators with AKE has a significant relationship while consumption patterns have no relationship with extension workers because there is not even distribution of information regarding consumption patterns to farmers.
Ecoteological Perspective on the Local Wisdom of the Kajang Tribe: A Literature Review and Its Implications for Islamic Education Ardiyansyah, Ardiyansyah; Andi Muhammad Asbar; Ahmad Syarif Hidayatullah Galib; Yasser Mulla Shadra; Futri Syam; Abd Rahim
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif ekoteologi Islam dalam kearifan lokal masyarakat Kajang, memetakan penelitian terdahulu, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pengembangan pendidikan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research melalui telaah literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, dan hasil penelitian terkait ekoteologi Islam, pendidikan lingkungan, dan kearifan lokal masyarakat Kajang yang terbit pada periode 2020–2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan menekankan integrasi teori, temuan penelitian, dan identifikasi research gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat masyarakat Kajang seperti kamase-masea, penghormatan terhadap hutan adat, prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan sumber daya alam, serta larangan eksploitasi lingkungan memiliki keselarasan dengan konsep ekoteologi Islam seperti tauhid, khalifah, amanah, dan mizan. Kearifan lokal tersebut membentuk sistem etika lingkungan berbasis spiritualitas dan kolektivitas sosial yang berfungsi menjaga keberlanjutan ekologis masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai ekologis masyarakat Kajang memiliki relevansi kuat terhadap pengembangan pendidikan Islam ekologis melalui integrasi nilai religius, budaya lokal, dan kesadaran lingkungan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya rekonstruksi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek ritualistik, tetapi juga responsif terhadap isu lingkungan hidup berbasis nilai budaya dan spiritualitas lokal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan studi empiris mengenai implementasi pendidikan Islam berbasis ekoteologi masyarakat adat dalam konteks lembaga pendidikan formal maupun nonformal.
ANALISIS KELAYAKAN DAN PELUANG USAHA JAMUR TIRAM FROZEN DI KOTA PAREPARE (STUDI KASUS SAHABAT JAMUR) Abd Rahim; Muh Iqbal Quraisyin
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4739

Abstract

Perkembangan ekonomi kerakyatan menjadi perhatian utama di era modern. Ekonomi kerakyatan tidak hanya bermanfaat bagi perekonomian rumah tangga, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi nasional. Salah satu bentuk pengembangan ekonomi kerakyatan adalah melalui kegiatan home industry, di mana budidaya jamur tiram menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan. Meskipun jamur tiram memiliki potensi gizi dan manfaat yang tinggi, harga jualnya masih rendah sehingga menjadi tantangan dalam bisnis. Oleh karena itu, pelaku home industry mulai mengembangkan berbagai produk olahan jamur tiram seperti keripik, nugget, sosis, bakso, dan burger jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kelayakan dan peluang usaha jamur tiram frozen sehingga dapat menunjang dalam pengembangan usaha budidaya jamur tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan analisis kelayakan R/C Ratio untuk mengetahui kelayakan suatu usaha dan analisis skala likert untuk mengetahui bagaimana peluang usaha jamur tiram frozen di kota parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan, dengan nilai R/C ratio sebesar 1.72. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dan analisis, peluang usaha budidaya jamur tiram di Kota Parepare terbuka lebar dan memiliki potensi yang baik. Namun, diperlukan upaya promosi lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang produk olahan jamur tiram dan potensi bisnis budidaya jamur tiram. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat kota Parepare yang ingin memulai bisnis, sehingga menjadikan usaha jamur tiram sebagai bisnis yang memiliki potensi yang baik.