Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBAIKAN KUALITAS JERRYCAN 5 LITER DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA DI PT PERMATA HIJAU GROUP AK, Wirda Novarika; Suliawati, Suliawati; Tampubolon, Soritua Bill Clinton
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13128

Abstract

Kompetisi dalam dunia yang bisnis semakin ketat membuat perusahaan harus lebih mengembangkan ide- ide baru agar dapat memperoleh cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan target perusahaan. Produsen minyak goreng selalu berusaha supaya produknya sukses di pasaran dengan cara meningkatkan kualitas produknya dan meninimalisir jumlah produk cacat dalam proses produksinya, terutama dalam hal pengemasan minyak goreng dengan menggunakan jerrycan. Perusahaan dapat menganalisis kecacatan atau kegagalan produk dengan menggunakan metode six sigma dan metode fuzzy FMEA (failure mode and effect analysis). Penggunaan metode Six Sigma dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas jerrycan yang dihasilkan oleh perusahaan relatif baik yaitu 3,94 sigma, dengan tingkat kerusakan 7323,713 untuk sejuta produksi (DPMO). Dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa ada tiga jenis defect tertinggi yaitu: topload sebesar 25,0%, droptest sebesar 25,0% dan partingline sebesar 18,7%. Metode ini mempunyai kelebihan, yaitu dapat mencegah atau mendeteksi lebih dini dari kerusakan yang dialami dan dapat menentukan jenis kerusakan mana yang harus diprioritaskan untuk diberikan solusinya secara bertahap Adapun Dari analisa FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) Produk Jerrycan Reject Topload yang memiliki nilai RPN (Risk Priority Number) terbesar yaitu berat jerrycan dibawah standar dengan nilai RPN (Risk Priority Number) sebesar 36.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK SARUNG TANGAN SURGICAL DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PROSES INSPECTION DI PT. MEDISAFE TECHNOLOGIES Hasibuan, Abdurrozzaq; AK, Wirda Novarika; Sihaloho, Erwin Dani Winata
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 2 (2026): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i2.13122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarung tangan surgical melalui penerapan metode Six Sigma. Sarung tangan surgical merupakan salah satu produk yang sering digunakan dalam berbagai industri, terutama dalam bidang kesehatan. Namun, sering kali ditemukan masalah kualitas yang dapat mempengaruhi fungsi dan keamanannya. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan yang sistematis dan terukur untuk mengurangi cacat produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma, yang merupakan pendekatan manajemen kualitas yang bertujuan untuk mengurangi variasi dan cacat dalam proses produksi. Dalam implementasinya, Six Sigma menggunakan langkah-langkah DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk mengidentifikasi akar masalah, mengukur performa, menganalisis data, dan melakukan perbaikan berkelanjutan.dari hasil penelitian diperoleh di PT.Medisafe Technologies cacat yang paling besar yaitu hole cuff 37,8%,hole fingger 17,3%,weaknes 16,7%,hole palm 13,70% dan hole between fingger 13,7% dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Six Sigma mampu mengurangi tingkat cacat pada produk sarung tangan latex secara signifikan. Setelah dilakukan analisis dan perbaikan, jumlah cacat per juta peluang (DPMO) berkurang, dan level sigma meningkat. Selain itu, penelitian ini juga menemukan faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap cacat produk, seperti variasi bahan baku, mesin,lingkungan dan man power.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Six Sigma efektif dalam meningkatkan kualitas sarung tangan latex dan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mencapai proses produksi yang lebih efisien dan berkualitas.