Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Sediaan Serum dari Ekstrak Kental Kunyit (Curcuma longa L.) dan Pati Bengkoang (Pachyrhizus erosus) dengan Variasi Konsentrasi Xanthan Gum Kamila, Clarissa Rahmaini; Husnawiyah, Nurul; Aminah, Sita; Tilaqza, Andri; Maulita, Arina Swastika; Widyaningrum, Ike
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak kunyit dan pati bengkuang diketahui memiliki berbagai kandungan yang memiliki aktifitas salah satunya adalah antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi xanthan gum terhadap evaluasi mutu fisik dan kimia sediaan serum. Dalam sediaan Serum yang dibuat adalah rute topikal Ekstrak kunyit diekstraksi dengan metode UAE (UItrasonic Assisted Extraction) dengan pelarut etanol 70%. Pati Bengkuang didapatkan dengan mengendapkan air hasil perasan benkuang kemudian diformulasikan dalam bentuk serum wajah. Ekstrak kental kunyit mengandung senyawa Alkaloid, Saponin, Tanin, dan Flavonoid. Bahan yang digunakan adalah ekstrak kental kunyit (Curcuma longa L.), pati bengkuang (Pachyrhizus erosus), Butylated Hydroxytoluene (BHT), gliserin, xanthan gum, Fenoksietanol, akuades. larutan amoniak, FeCl3, HCl pekat, asam sulfat 2N, pereaksi meyer, anhidra asam asetat, H2SO4 pekat dan Pereaksi dragendrof. Formulasi serum yang menggunakan metode skrining fitokimia menunjukkan hasil skrining fitokimia yang dilakukan terhadap ekstrak kental kunyit mengandung senyawa Alkaloid, Saponin, Tanin, dan Flavonoid. Pengujian skrining fitokimia yang dilakukan pada Pati bengkuang terdapat mengandung senyawa Alkaloid, Saponin, dan Tanin. Selanjutnya serum diuji mutu fisik berdasarkan pengujian organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, homogenitas, dan uji hedonik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa konsentrasi xanthan gum memiliki pengaruh terhadap kekentalan, daya sebar, dan pH. Dari hasil pengujian didapatkan formula yang paling baik yaitu formula 2 didasari oleh pengujian hedonik dan pengujian lainnya.
Peningkatan Literasi Keamanan Kosmetik melalui Edukasi dan Praktik Identifikasi Bahan Berbahaya pada Siswa SMKS Jayanegara Lawang Widiyana, Anita Puspa; Afandi, Ryan; Febriani, Adelia Valentina; Kamila, Clarissa Rahmaini; Maulana, Gilang Ramadhan; Safira, Mega Septiandhyana
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v8i1.1169

Abstract

Bahan kimia berbahaya yang terdapat pada kosmetik antara lain merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan pewarna merah dapat mengganggu berbagai jaringan dalam tubuh. Umumnya anak usia remaja sering menggunakan kosmetik, namun pemahaman mereka dalam pemilihan produk yang lebih aman dan tidak mengandung bahan berbahaya sering terlupakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keamanan kosmetik dan kemampuan identifikasi bahan berbahaya pada siswa SMKS Jayanegara Lawang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi dengan ceramah interaktif, tutorial praktik identifikasi merkuri dan hidrokinon menggunakan reagen sederhana, serta diskusi aktif dengan peserta. Kegiatan diikuti oleh 42 siswa kelas XII yang terdiri dari 40 perempuan dan 2 lak i - laki. Evaluasi dilakukan menggunakan pre - test dan post - test berisi 10 soal pilihan ganda, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed - rank test . Berdasarkan penilaian pre - test dan post - test dari 42 peserta didapatkan rata - rata nilai pre - test dan post - test secara berurutan sebesar 82,38 dan 93,09. Hasil ini menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah diberi materi sebesar 13% dengan nilai signifikansi (p - value ) 0,000 yang menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik. Peningkatan pengetahuan peserta menunjukkan bahwa materi edukasi dapat dipahami oleh peserta dan metode tutorial praktik efektif dalam meningkatkan keterampilan identifikasi. Sehingga dapat disi mpulkan pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat setelah mengikuti kegiatan edukasi tentang bahan kimia berbahaya pada kosmetik.