Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DAN PEGAWAI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MTS NURUL HAYAH II Muhammad Shubhan Hudzaifa; Kasudin, Kasudin; Siti Aminah; Fahad Achmad Sadat
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i3.1622

Abstract

Penelitian ini berjudul” Penelitian ini berjudul “Manajemen Kepala Sekolah terhadap kedisiplinan guru dan pegawai untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Nurul Hayah II” Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) bentuk manajemen kinerja Kepala Sekolah terhadap disiplin guru dan pegawai (2) menemukan tata cara pelaksanaan tata tertib dalam pembinaan disiplin guru dan pegawai, (3) menemukan kendala yang dihadapi kepala sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan kepada kepala sekolah untuk kosisten mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen secara keseluruhan dalam pembinaan disiplin guru dan pegawai, dalam penerapan peraturan dan tata tertib agar berjalan dengan baik.
Manajemen Pendidikan Pesantren: Penerapan Strategi Pengembangan Ekonomi di Pondok Pesantren Gontor Kasudin, Kasudin; Maryati, Titi; Rusmalawati, Eti; Hilmi, Masdar; Duriyat, Masduki
JEID: Journal of Educational Integration and Development Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Education Mind Based Development Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55868/jeid.v4i4.367

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia, terutama dalam mendukung kemandirian umat dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini membahas penerapan strategi pengembangan ekonomi di Pondok Pesantren Gontor sebagai salah satu pesantren terkemuka yang berhasil mengintegrasikan pendidikan agama dengan pengembangan usaha mandiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekonomi di Gontor meliputi penguatan pendidikan kewirausahaan, pendirian unit-unit usaha berbasis pesantren, serta optimalisasi jaringan dan kerja sama dengan pihak eksternal. Unit usaha seperti koperasi, agribisnis, perdagangan, dan lembaga keuangan mikro menjadi pilar utama dalam mendukung kemandirian finansial pesantren. Selain itu, penerapan nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang mampu menarik kepercayaan masyarakat luas. Kesimpulannya, strategi ekonomi yang diterapkan di Pondok Pesantren Gontor dapat menjadi model inspiratif bagi pesantren lain untuk meningkatkan kemandirian finansial dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diversifikasi usaha, dan penerapan teknologi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi pesantren.
Penerapan pengkonstruksian dan pengolahan hasil non tes di SMK Negeri 1Terisi Indramayu Kasudin, Kasudin; Baqih, Muhamad Iqbal Al; Kartimi, Kartimi
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 No. 2 2024
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bahtsuna.v6i2.465

Abstract

Penilaian non-tes merupakan bagian integral dari evaluasi pembelajaran di SMK Negeri 1 Terisi, yang dilaksanakan untuk mengukur aspek-aspek kompetensi non-kognitif siswa, seperti sikap, keterampilan sosial, dan karakter. Penilaian ini melibatkan berbagai teknik, termasuk observasi, wawancara, angket, serta dokumentasi kegiatan. Di sekolah ini, penilaian non-tes diterapkan pada beberapa objek penilaian, antara lain Profil Pelajar Pancasila, Praktek Kerja Industri (Prakerin), sikap/afektif siswa, dan kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan. Masing-masing objek penilaian tersebut dievaluasi dengan menggunakan metode yang sistematis dan terstruktur, dimana hasilnya dimasukkan dalam format rapor siswa. Meskipun demikian, implementasi penilaian non-tes di SMK Negeri 1 Terisi menghadapi berbagai tantangan, antara lain kurangnya pemahaman guru tentang teknik penilaian non-tes, keterbatasan waktu untuk melakukan observasi dan pengumpulan data, serta kesulitan dalam merumuskan kriteria penilaian yang jelas dan konsisten. Selain itu, komunikasi yang terbatas dengan orang tua dan kurangnya pelatihan bagi guru menjadi hambatan dalam penerapan penilaian non-tes yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pemahaman dan pelatihan yang lebih intensif bagi para pendidik serta dukungan yang lebih baik dari orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas penilaian non-tes di SMK Negeri 1 Terisi.