Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA BIG BOOK DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Sani Susanti; Melly Br.Bangun; Lestania Simatupang; Winda Tarihoran; Dewi Khairani; Amenobelia Sitepu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i9.2587

Abstract

Rendahnya keterampilan membaca harus diatasi agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam hal membaca. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan membaca siswa kelas I SD adalah denga menggunakan media pembelajaran big book.Penelitan ini bertujuan ingin mengetahui: (1) proses penggunaan big book dalam pembelajaran membaca. (2) hasil belajar siswa dengan menggunakan big book dalam kegiatan membaca di SD Methodist 9 Medan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek siswa kelas I SD Methodist 9 Medan yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data berupa tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre tes yang diperoleh siswa adalah 81,79. Setelah diterapkan media big book pada kegiatan membaca permulaan nilai rata-rata meningkat menjadi lebih baik yaitu 95,38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media big book terhadap kemampuanmembaca permulaan siswa kelas I SD Methodist 9 Medan.
Peran Pengasuh Panti Asuhan Kasih Sameria Ailen The Role Of Caregivers At The Kasih Sameria Ailen Orphanage Sani Susanti; Khodijah Tussolihin Dalimunthe; Yolanda Pretty Marpaung; Reny Furnawati Sitanggang; Tri Mawar Sianturi; Amenobelia Sitepu
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga berperan penting dalam perkembangan anak, memberikan fondasi awal melalui kasih sayang dan dukungan sosial yang membentuk karakter anak. Namun, tidak semua anak beruntung mendapatkan pengasuhan yang baik, sehingga panti asuhan menjadi rumah pengganti yang memberikan kasih sayang, pelatihan, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara untuk memahami peran penting pengasuh dalam kehidupan anak-anak asuh. Pengasuh di Panti Asuhan Kasih Sameari Ailen memainkan peran sebagai orang tua kedua, menyediakan kebutuhan dasar, memberikan perhatian dan dukungan emosional, serta membantu anak-anak dalam belajar dan berkembang. Mereka juga bertindak sebagai pelindung dan pembimbing, memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman.
Faktor Rendahnya Self-Efficacy Pada PesertaPelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Menjahit Dewi Sani Susanti; Anugrah Setiawan; Yolanda Pretty Marpaung; Reny Furnawati Sitanggang; Tri Mawar Sianturi; Amenobelia Sitepu
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan kurangnya kepercayaan diri bagi peserta pelatihan di LKP Dewi yang ingin membuka usaha jahit sendiri merupakan permasalahan yang kompleks. Selain melibatkan aspek teknis dalam bidang menjahit, tantangan tersebut juga mencakup aspek psikologis, praktis, dan finansial. Meskipun peserta memiliki keterampilan teknis yang memadai, keraguan tentang kemampuan mengelola bisnis, kekhawatiran terkait finansial, dan ketakutan akan kegagalan dapat menjadi penghambat dalam mencapai kesuksesan bisnis. Dalam konteks ini, pendekatan holistik yang mencakup penguatan mental, pendampingan, pendidikan bisnis, dan membangun komunitas solid menjadi krusial dalam membantu peserta mengatasi kurangnya kepercayaan diri dan meraih kesuksesan dalam usaha jahit mereka.
PERAN KOMUNITAS GEREJA DALAM PEMBINAAN MORAL PEMUDA GEREJA MAWAR SARON (GMS) 17-25 TAHUN PADA JALAN KH. ZAINAL ARIFIN MEDAN Amenobelia Sitepu; Ibnu Hajar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.58958

Abstract

This study aims to identify challenges in the moral development of adolescents at GMS Medan, such as the lack of active parental involvement in supporting their children's spiritual growth, the absence of routine and structured communication between youth ministry leaders and parents, and the fact that social dynamics outside the church often exert a stronger influence on behavior than the guidance received within the church. A qualitative, descriptive research approach was employed. The study subjects included the GMS Medan pastor, youth ministry leaders and mentors, Sunday School teachers, parents, and GMS Medan adolescents. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The findings reveal that collaboration among the church community, Sunday School teachers, and parents regarding adolescent moral development at GMS Medan is implemented through regular coordination meetings involving pastors, ministry leaders, and mentors; parenting seminars; communication via WhatsApp groups; periodic ministry evaluations; and adolescent mentoring through "Connect Groups." Furthermore, the roles of the respective parties in this process are as follows: the pastor acts as a spiritual leader providing direction, teaching the Word of God, and overseeing the implementation of development programs; church leaders support the provision of facilities, policies, and funding, as well as the evaluation of ministry programs; Sunday School teachers lay the foundations of moral and character education from an early age; Connect Group leaders and youth mentors serve as mentors who accompany, guide, and model behavior for adolescents in their daily lives; and parents act as primary educators within the family, reinforcing the moral values taught by the church. Factors supporting and hindering this collaborative effort include the availability of development programs tailored to adolescent needs, close relationships between mentors and adolescents, parental support, and the commitment of ministry workers to their duties. Meanwhile, the inhibiting factors identified include the influence of social media and digital technology advancements, promiscuity, the academic and work-related busyness of teenagers, a lack of commitment among some youth toward ministry activities, a shortage of available mentors, and shifts in the mindset and culture of the younger generation. Nevertheless, GMS Medan continues to strive to overcome these obstacles through an approach that is adaptive, innovative, and grounded in Christian values.