Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN SARANA PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN TAHFIDZ DI SMK TELKOM JAKARTA Abrori, Zumrotul Amalia; Anjaludin, Anjaludin; Saputra, Yogi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i6.5690

Abstract

This research was motivated by the importance of facility and infrastructure management in supporting the tahfidz (Qur'an memorization) learning process at SMK Telkom Jakarta. Well-managed facilities play a significant role in creating a comfortable learning environment for students, teachers, and staff, enabling teaching and learning activities to run optimally. The study employed a qualitative descriptive approach with research subjects including the principal, vice principal for facility management, facility coordinators, teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings showed that the management of facilities and infrastructure at SMK Telkom Jakarta was already well-executed, covering planning, implementation, monitoring, and routine evaluation. This included the procurement of facilities that meet the needs of tahfidz learning, control over facility usage, and repairs of damaged facilities. Key supporting factors in the management of facilities include full support from the principal and competent teaching staff. However, some challenges were identified, particularly in the procurement of facilities, which is only conducted once a year, except for consumable items. Evaluations and repairs are carried out through weekly and monthly meetings and followed up based on damage reports available in the suggestion box. Overall, this study concludes that the management of facilities and infrastructure plays a crucial role in supporting the success of tahfidz learning at SMK Telkom Jakarta, although there are still challenges that need to be addressed, especially regarding more flexible facility procurement.Keywords: Management, Facilities, Tahfidz Learning. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung proses pembelajaran tahfidz di SMK Telkom Jakarta. Sarana dan prasarana yang dikelola dengan baik berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa, guru, dan staf, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, waka manajemen sarana, kaur sarana, guru, serta siswa. Data diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa manajemen sarana dan prasarana di SMK Telkom Jakarta sudah berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi yang dilakukan secara rutin. Hal ini mencakup pengadaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran tahfidz, kontrol penggunaan fasilitas, dan perbaikan fasilitas yang rusak. Faktor pendukung utama dalam pengelolaan sarana prasarana ini adalah adanya dukungan penuh dari kepala sekolah serta tenaga pengajar yang kompeten. Namun, terdapat beberapa kendala, terutama dalam hal pengadaan fasilitas yang hanya dilakukan sekali dalam setahun, kecuali untuk barang-barang yang habis pakai. Evaluasi dan perbaikan sarana dilakukan melalui rapat mingguan dan bulanan, serta ditindaklanjuti berdasarkan laporan kerusakan yang tersedia di kotak saran. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana berperan penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran tahfidz di SMK Telkom Jakarta, meskipun masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait pengadaan fasilitas yang lebih fleksibel.Kata Kunci : Manajemen, Sarana Prasarana, Pembelajaran Tahfidz.
Pesantren, Madrasah, dan Sekolah Islam: Sebuah Analisis Sosiologi Pendidikan Islam di Indonesia Abrori, Zumrotul Amalia; Noviani, Nena; Mulyana, Asep; Hidayat, Taufik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4746

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia berkembang dalam berbagai bentuk kelembagaan, terutama pesantren, madrasah, dan sekolah Islam modern, yang masing-masing memiliki karakteristik, fungsi sosial, serta orientasi pendidikan yang berbeda. Keragaman bentuk kelembagaan ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi ajaran keagamaan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang berperan penting dalam pembentukan identitas keislaman, struktur sosial, serta mobilitas sosial umat Islam di Indonesia. Dalam konteks masyarakat yang terus mengalami perubahan sosial, pendidikan Islam turut beradaptasi dengan tuntutan modernitas, globalisasi, dan kebijakan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pendidikan Islam dalam masyarakat Indonesia melalui perspektif sosiologi pendidikan dengan menelaah peran pesantren, madrasah, dan sekolah Islam sebagai institusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap karya-karya ilmuwan Muslim Indonesia serta teori-teori sosiologi pendidikan, seperti fungsionalisme, teori konflik, dan interaksionisme simbolik. Pendekatan ini digunakan untuk memahami dinamika sosial, relasi kekuasaan, serta proses pembentukan makna dalam lembaga pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan berbasis kultural yang berperan penting dalam transmisi nilai-nilai keislaman, pembentukan moral, dan pemberdayaan sosial masyarakat lapisan bawah. Madrasah berfungsi sebagai jembatan antara pendidikan agama dan sistem pendidikan nasional, sekaligus sebagai sarana pembentukan kelas menengah Muslim yang adaptif terhadap perubahan sosial. Sementara itu, sekolah Islam modern cenderung berperan sebagai agen reproduksi kelas menengah dan elite Muslim urban dalam konteks globalisasi dan neoliberalisme pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam merupakan arena sosial yang sarat dengan relasi kekuasaan, produksi makna, serta proses stratifikasi sosial dalam masyarakat Indonesia.
Integrating Humanity and Technology: Governance of Modern Educational Institutions in the Era of Digital Disruption Through Humanistic-Based Management Information Systems Esha, Zuhdi; Hasanah, Uswatun; Aiman, Ummu; Abrori, Zumrotul Amalia; Sopiulloh, Wafa; Udin, Tamsik
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i2.6014

Abstract

The era of digital disruption has introduced a new paradigm in the governance of educational institutions. Challenges are no longer focused solely on administrative efficiency but also on the institution's ability to maintain the humanistic essence within the learning process. This article aims to deeply examine the synergy between effective educational institution governance and the implementation of an Educational Management Information System (EMIS) grounded in a humanistic approach. Through a systematic literature review and conceptual analysis, the article identifies the principles of good governance that must serve as the foundation for educational institutions, including transparency, accountability, responsiveness, fairness, and effectiveness. Furthermore, this article explores the evolution of EMIS from merely an administrative tool to a strategic information ecosystem capable of supporting learning personalization, teacher empowerment, and increased engagement from parents and the community. The main focus of this article is on how EMIS can be designed and implemented not as an instrument of control, but as a means of empowerment for all educational stakeholders students, teachers, staff, and leadership. The analysis also examines implementation challenges, such as the digital divide, human resource readiness, and data security ethics, which are crucial considerations in maintaining the balance between technological innovation and humanistic values. The article concludes that the governance of future educational institutions requires an integrated humanistic technological vision, where technology serves to expand human capacity, not to replace it. Practical recommendations and directions for future research are also presented to provide guidance for education stakeholders in navigating this complex and dynamic landscape.