Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kaitan Rencana Tata Ruang Wilayah dengan Sebaran Hot Spot di Provinsi Sumatera Barat Monsaputra, Monsaputra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v12i01.69005

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim kemarau, hal ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat besar, kerugian ekonomi, dan masalah sosial . Berbagai upaya preventif dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya kebakaran lahan, diantaranya pengendalian melalui RTRW. Salah satu daerah yang setiap tahun  memiliki sebaran hot spot adalah Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk kaitan antara pola ruang dengan sebaran hot spot dan pola sebaran hot spot di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode overlay dan Average Nearest Neighbor. Tiga daerah yang memiliki jumlah hot spot tertinggi di Provinsi Sumatera Barat adalah Pesisir Selatan, Kabupaten Dharmasraya  dan Kabupaten Pasaman Barat.  Di Kabupaten Pasaman Barat mayoritas hot spot berada pada pola ruang hutan produksi, di Kabupaten Dharmasraya mayoritas berada pada pola ruang kawasan perkebunan dan di Kabupaten Pesisir Selatan mayoritas berada pada hutan produksi dan perkebunan. Hot spot di Provinsi Sumatera Barat memiliki pola penyebaran berkelompok.
Analisis Penentuan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Provinsi Sumatera Barat dengan Pendekatan Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA) Monsaputra, Monsaputra
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v4i1.497

Abstract

Pemetaan keunggulan komparatif dan kompetitif diperlukan untuk pengembangan sektor unggulan. Produksi tanaman pangan di Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan sejak tahun 2017, padahal sektor ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkan swasembada pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran lokasi yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif komoditas tanaman pangan dan menganalisis autokorelasi spasial pola sebaran tersebut. Metode penelitian ini meliputi Location Quatient (LQ), Shift Share Analysis (SSA) dan indeks Moran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki keunggulan komparatif paling banyak yaitu di 13 wilayah, sedangkan ubi jalar merupakan komoditas yang memiliki keunggulan kompetitif paling banyak yaitu di 12 wilayah. Komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif paling banyak adalah beras dan ubi kayu di 6 wilayah. Pola sebaran padi, jagung dan kacang hijau memiliki autokorelasi spasial. Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi untuk mengoptimalkan produksi pangan terutama padi
Arah Reforma Agraria di Indonesia Monsaputra, Monsaputra
Resolusi: Jurnal Sosial Politik Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Department of Political Science - Universitas Sains Al-Qur’an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/resolusi.v8i1.7314

Abstract

Agrarian reform aims to equalize the structure of control, ownership, use and utilization of land, resolve agrarian conflicts and realize a just economy. Presidential Regulation Number 62 of 2023 concerning the acceleration of the implementation of agrarian reform as an effort to accelerate the fulfillment of the target of providing land for agrarian reform objects and the implementation of land redistribution, legalization of transmigration land assets, resolution of agrarian conflicts, and economic empowerment of agrarian reform subjects. This study aims to analyze the direction of the development of agrarian reform. The method of analysis used was normative juridical using a descriptive analysis approach. The results of the study are that agrarian reform is not limited to land redistribution activities but also includes asset legalization. Existing legal products have provided space for the implementation of optimal agrarian reform. The main source of land that is the object of agrarian reform should be maximum excess land, because this will create justice in land control and ownership.
Kajian Ketimpangan Wilayah dan Hubungan dengan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sumatera Barat monsaputra, monsaputra
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v25i2.12195

Abstract

Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu tujuan dari pembangunan, tetapi pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan dapat memicu permasalahan sosial. Ketimpangan pembangunan wilayah merupakan salah satu permasalahan dalam perekonomian suatu negara yang sulit untuk dihindari. Provinsi Sumatera Barat memiliki tingkat pengangguran masih di atas rata-rata serta angka partisipasi angkatan kerja masih rendah. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Barat relatif cenderung menurun. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perkembangan ketimpangan wilayah di Provinsi Sumatera Barat dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan indeks Williamson untuk analisis ketimpangan wilayah, Indeks entropi Theil untuk analisis penyebaran aktivitas di seluruh wilayah dan korelasi untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi peningkatan ketimpangan  wilayah di Provinsi Sumatera Barat dan tingkat penyebaran aktivitas di seluruh wilayah relatif kurang merata. Kota Padang memiliki sebaran intensitas aktivitas paling merata sedangkan Kota Padang Panjang memiliki sebaran aktifitas paling tidak merata. Pertumbuhan ekonomi memberi pengaruh dengan menurunkan ketimpangan wilayah.
ANALISIS AUTOKORELASI SPASIAL KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT monsaputra, monsaputra
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 20 No 2 (2022): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v20n2.p97-106

Abstract

Spatial autocorrelation has used to obtain information on the distribution pattern and the interrelationships between locations. One indicator of welfare is the level of poverty. West Sumatra has resource potential, but it has not been fully utilized, so the poverty rate is still high. Maximizing sectors that have a comparative advantage is a strategy to reduce poverty. This study aims to determine analyze the spatial pattern of poverty and analyze sectors that have a comparative advantage. The  methods of this study is the Moran Index, LISA and LQ. The results of the Moran index analysis show that there is no spatial autocorrelation of poverty, while LISA shows that there is a local spatial autocorrelation in the Mentawai Islands District. Regions that have an average percentage of the poverty rate above the percentage of the province have a comparative advantage in the agriculture, forestry and fisheries sectors. Keywords : compartive, spatial autocorrelation, poverty
Analisis perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi perumahan di kota Padang Panjang Monsaputra, Monsaputra
Tunas Agraria Vol. 6 No. 1 (2023): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v6i1.200

Abstract

Based on data from the Land Office of Padang Panjang City in 2016 and 2010 there was a decrease in the number of paddy fields by 42.5 hectares, while settlements increased by 52.9 hectares. The purpose of this study was to see changes in the use of agricultural land into settlements, the spatial pattern of residential land in the 2010-2019 period and to determine the direction of settlement development. Analysis of land use change was carried out by overlaying land use maps in 2010 and 2019, after which an analysis was carried out by creating a buffer against the road. To find out the spatial pattern of land use change in the 2010-2019 period, the Nearest Neighbor (ANN) analysis was carried out. To determine the direction of settlement development, an analysis of the concentration of settlements was carried out in 2010 and 2019 using the centroid point. The results showed that Pasar Baru Village was the area that experienced the highest percentage of land conversion, which was 46%. The majority of these conversions occur at a low population density of 67% and on a road buffer within 50 meters of 64.47%. The spatial pattern of residential land in the 2010-2019 period in the City of Padang Panjang is clustered. The results of the analysis of the direction of settlement development showed that there was a shift in the direction of the settlement to the southeast as far as 300 meters. Berdasarkan data Kantor Pertanahan Kota Padang Panjang pada tahun 2016 dan 2010 terjadi penurunan jumlah lahan sawah sebanyak 42,5 Ha, sedangkan pemukiman mengalami peningkatan 52,9 Ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi pemukiman, pola spasial lahan permukiman pada periode 2010-2019 dan untuk mengetahui arah pengembangan pemukiman. Analisis perubahan penggunaan tanah dilakukan dengan overlay peta penggunaan lahan  tahun 2010 dan 2019, setelah itu dilakukan analisis dengan membuat buffer terhadap jalan. Untuk mengetahui pola spasial perubahan penggunaan lahan pada periode 2010-2019 dilakukan dengan Analysis Nearest Neighbor (ANN). Untuk mengetahui arah pengembangan pemukiman dilakukan analisis pemusatan pemukiman pada tahun 2010 dan 2019 menggunakan titik centroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Pasar Baru adalah wilayah yang mengalami persentase konversi lahan paling tinggi yaitu sebesar 46 %. Konversi tersebut mayoritas terjadi pada kepadatan penduduk yang rendah yaitu sebesar 67 % dan pada buffer jalan berjarak 50 meter sebesar 64,47 %. Pola spasial lahan permukiman pada periode 2010- 2019 di Kota Padang Panjang berkerumun (clustered). Hasil analisis arah pengembangan pemukiman diperoleh hasil terjadi pergeseran arah pemukiman ke arah tenggara sejauh 300 meter.
Analisis Autokorelasi Spasial Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Kota Padang monsaputra, monsaputra
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.27600

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok masnyarakat yang akan menentukan kualitas sumberdaya manusia untuk masa yang akan datang. Pemerataan fasilitas pendidikan menjadi tolak ukur tercapainya salah satu tujuan perencanan pendidikan Kota Padang merupakan salah satu daerah yang memiliki jumlah angka rata-rata lama sekolah yang paling tinggi di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis autokorelasi spasial jumlah sekolah, guru dan murid pada masing-masing tingkatan sekolah di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks moran dan LISA. Hasil analisis indeks moran  menunjukkan  bahwa jumlah sekolah, guru dan murid di SD dan SMP tidak terdapat autokorelasi spasial. Untuk SMA terdapat autokorelasi spasial jumlah sekolah, sedangkan jumlah guru dan murid tidak memiliki autokorelasi spasial. Hasil analisis LISA memeperlihatkan tidak terdapat autokorelasi spasial lokal untuk tingkatan SD dan SMP baik jumlah sekolah, jumlah guru dan jumlah murid, sedangkan untuk SMA terdapat autokorelasi spasial lokal jumlah sekolah, guru dan murid dibeberapa kecamatan. Kata kunci: autokorelasi; LISA; moran,; pendidikan DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27600 ReferencesAprilia, R. N., Sugiyanto, & Prihadi, S. (2021). Kajian Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar ( SD / MI ) dan Menengah Pertama ( SMP / MTS ) di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Tahun 2020 ( Implementasi Dalam Pembelajaran Geografi Kelas XI Pada Materi Kualitas Penduduk dan Indeks Pembangun. Geadidaktika, 1(2), 87–103.Arisca, W. D., & Agustini, E. P. (2020). Pola Persebaran Sekolah Sma Dan Smk Di Kabupaten Ogan Komerin Ulu, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Dan Prabumulih Menggunakan Metode Avarage Nearst Neighbour. Jurnal Bina Komputer, 2(2), 99–121https://doi.org/10.33557/binakomputer.v2i2.975Asnia, R. R., Syaf, H., & Mey, D. (2020). Analisis Spasial Dan Sebaran Fasilitas Pendidikan Tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Kolaka. Jurnal Perencanaan Wilayah, V(1).Ayyumi, F. H., Damayanti, A., & Maulidina, K. (2022). Pola Sebaran dan Keterjangkauan SD, SMP dan SMA di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 10(2), 6–9.Badan Pusat Statistik Kota Padang (2023). Kota Padang dalam Angka 2023. BPS Kota Padang.Dewi, R. P. (2016). Analisis Spasial Penyediaan Fasilitas Pendidikan pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Boyolali. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 1(2), 51–58.Marinda, R., R.P. Sitorus, S., & Pribadi, D. O. (2020). Analisis Pola Spasial Persebaran Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Jurnal Geografi, 12(02), 161. https://doi.org/10.24114/jg.v12i02.17646Muazir, S., Lestari, Nurhamsyah, M., Alhamdani, M. R., & Rudiyono. (2022). Pola Sebaran dan Keterpusatan Fasilitas Pendidikan sebagai Pelayanan Publik di Kota Pontianak. Journal of Regional and Rural Development Planning, 6(3), 233–248. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2022.6.3.233-248Mukhlis, & Harudu, L. (2019). Pola persebaran dan keterjangkauan lokasi sekolah terhadap pemukiman dengan menggunakan sistem informasi geografi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 4(4).Mukhlis, Harudu, L., & Musyawarah, R. (2019). Analisis Pola Persebaran dan Keterjangkauan Lokasi Sekolah Terhadap Pemukiman di kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Environmental Science, 2(1).Nisa, E. K. (2012). Identifikasi Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation Pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2012. Jurnal At-Taqaddum, 9(1), 202–226.Preana, I. W. (2020). Pemetaan pola sebaran sekolah dasar berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Nusa Penida. ENMAP, 1(1), 37–43.Retno, D., Saputro, S., & Widyaningsih, P. (2018). Proporsionalitas Autokorelasi Spasial dengan Indeks Global ( Indeks Moran ) dan Indeks Lokal (Local Indicator Of Spatial Association ( LISA ). KNPMP, III.Rizal, S., & Syaibana, P. L. D. (2022). Analisis Keterjangkauan dan Pola Persebaran SMA / MA Negeri di Kabupaten Banyuwangi Menggunakan Analisis Buffering dan Nearest Neighbor pada Aplikasi Q-GIS. Techno.COM, 21(2), 355–363.Sapakoly, V. T. W., & Papilaya, F. S. (2023). Analisis Pola Persebaran & Keterjangkauan SMA / SMK di Kota Salatiga Menggunakan Analisis Buffering & Nearest Neighbor. Jurnal Sistem Informasi dan Informatika, 6(1), 1–9.