Mandagie, Aprilia Karen
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rare case of of Enlargment dextro Inguinal Endometriosis TissueLump : Case Report and Literature review Susianto, Indra Adi; Hartono, Edward; Riyadi, Barkah Fajar; Amarwati, Siti; Kristanti, Alberta Widya; Mandagie, Aprilia Karen; Haekal, Mohammad
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 10 No. 3 (2023): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v10i3.1019

Abstract

Background : Endometriosis is usually found in intrapelvic structures such as the ovaries, peritoneum, gynecological organs and the pouch of Douglas. We report an unusual case of endometriosis in the  right  inguinal region. Cases : A 36-year-old woman with a history of laparoscopic surgery for endometriosis 4 years ago complained of catamenial pain and a mass in the  right  inguinal region, and her symptoms fluctuated with the menstrual cycle. An indistinct firm mass palpable in the  right  inguinal region. Ultrasound examination revealed a 2 × 1 cm mass in front of the pubic area on the lower edge of the rectus abdominis muscle. In a patient with an inguinal subcutaneous mass who complains of periodic changes in symptoms, endometriosis should be considered in the differential diagnosis. Conclusion : The low incidence of inguinal endometriosis is one of the considerations in the different diagnosis of painful inguinal hernias in the inguinal area in women with childbearing age. The diagnosis of endometriosis can be demonstrated clearly on High-Definition Ultrasound by trained personnel. Surgery is the optional treatment and is curative in this case.
ANALISIS BESAR PENGARUH JENIS KONTRASEPSI HORMONAL PIL DAN SUNTIK TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN MELASMA PADA PASIEN DI SKIN’S ESSENTIAL CLINIC SEMARANG TAHUN 2025 Krisnasari, Maria Adnyana Dentang; Mandagie, Aprilia Karen; Yanuarty, Maya; Ibrahim, Sugeng; Susianto, Indra Adi
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15236

Abstract

Latar Belakang: Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi yang dipengaruhi oleh faktor hormonal, termasuk penggunaan kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi pil dan suntik dapat memicu melasma melalui peningkatan aktivitas melanogenesis. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kontrasepsi dengan keparahan melasma, namun data mengenai perbedaan besar pengaruh antara pil dan suntik masih terbatas.Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan besar pengaruh jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma pada pasien di Skin’s Essential Clinic Semarang Tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis kontrasepsi ditentukan melalui kuesioner, sedangkan tingkat keparahan melasma diukur menggunakan skor MASI. Analisis dilakukan dengan uji Fisher’s Exact untuk menilai hubungan jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma, serta uji Mann-Whitney untuk menilai perbedaan besar pengaruh antara kedua jenis kontrasepsi terhadap tingkat keparahan melasma.Hasil: Mayoritas pengguna kontrasepsi pil mengalami melasma derajat sedang (42,1%) dan berat (42,1%), sedangkan pengguna kontrasepsi suntik didominasi oleh derajat ringan (50%) dan sedang (44,4%). Berdasarkan uji Fisher’s Exact (p = 0,034) terdapat hubungan bermakna antara jenis kontrasepsi hormonal dengan tingkat keparahan melasma. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,005), dengan mean rank pengguna pil lebih tinggi dibanding pengguna suntik, menandakan melasma lebih berat pada kelompok pil.Kesimpulan: Terdapat hubungan dan perbedaan besar pengaruh yang signifikan antara jenis kontrasepsi hormonal pil dan suntik terhadap tingkat keparahan melasma. Pengguna kontrasepsi pil menunjukkan derajat melasma lebih berat dibandingkan pengguna kontrasepsi suntik.
MAPPING INSOMNIA SEVERITY AMONG PROLANIS PATIENTS: A FORMATIVE STUDY IN A REMOTE AREA OF INDONESIA Bachtiar, Vania Angeline; Sebong, Perigrinus Hermin; Pratiwi, Fransiska Inka; Sutanto, Eviana Budiarti; Mandagie, Aprilia Karen; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Santoso, Ferry
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15239

Abstract

Background: poor sleep quality among type-2 diabetes mellitus and hypertension patients is a neglected issue in pursuing a continuum of care for the patients. Only little information is available concerning the association between hypertensive and diabetes mellitus conditions and poor quality of sleep among the Indonesian elderly in rural areas. This study aims to assess insomnia severity among PROLANIS patients.Methods: formative research was applied to map the current occurrence of insomnia severity among medical PROLANIS patients Puskesmas Pasir Sakti Lampung Timur. Data were collected through self-questionnaires (n=43). Univariate and ANOVA tests were used with significance (p-value 0.05). Results: the study included 43 participants, with a mean age of 66.02 (± 8.25). The Insomnia Severity Index mean scores were 12.26  ± 5.13 (hypertension), 8.67 ± 7.02 (type-2 diabetes mellitus), and 7.65 ± 5.84 (type-2 diabetes mellitus + hypertension). Our study showed significant differences in the insomnia severity index score between chronic conditions.Conclusions: There was a considerable difference in insomnia severity and sleep hygiene between patients with hypertension, type-2 diabetes mellitus, and type-2 diabetes mellitus + hypertension. Also, sleep hygiene significantly differed between routine and non-medical intake. Future assessment of sleep hygiene and insomnia severity should be intensive and incorporated into the PROLANIS program in Puskesmas. It is also needed for sleep quality literacy interventions among patients in rural areas.