Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KENYAMANAN PASIEN PERIOPERATIF SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Ririn Setyowati; Asmuji, Asmuji; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2374

Abstract

Sectio caesarea dapat memengaruhi penyesuaian wanita selama periode pascapersalinan dan berkontribusi pada peningkatan risiko gangguan psikologis maupun fisik. Pemberian kenyamanan pada ibu selama periode perioperatif memudahkan adaptasi ibu terhadap masa ini dan mempercepat proses adaptasi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan sikap caring perawat dengan tingkat kenyamanan pasien perioperatif Sectio caesarea. Penelitian ini menggunakan design cross sectional dengan melibatkan pasien perioperatif Sectio caesarea di Rumah Sakit Citra Husada Jember sebanyak 56 partisipan. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner The Caring Behaviors Inventory dan Comfort scale. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien perioperatif Sectio caesarea sebagian besar melaporkan sikap perawat adalah caring (87,5%) dan menyatakan nyaman (87,5%). Analisis bivariate menunjukkan ada hubungan sikap caring perawat dengan tingkat kenyamanan pasien perioperatif Sectio caesarea (p value = 0,000; α = 0,05; r = 0,554). Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai arti kenyamanan bagi pasien Sectio caesarea bahwa sikap caring diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan. Oleh karenanya perawat harus menampilkan sikap caring dengan penampilan yang bermartabat dan bahasa yang sopan untuk meredakan ketakutan sehingga pasien akan nyaman.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LUMAJANG Afida Lailadzani; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4805

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung lama bila tidak mendapat pengobatan yang memadai akan menyebabkan kerusakan otak (stroke) dan kematian. Obesitas atau Indeks Massa Tubuh (IMT) terbukti menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,007 < 0,05 artinya ada hubungan Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah. Indeks Massa Tubuh di poli penyakit dalam rumah sakit Bhayangkara rata-rata 30,79 kg/m2 dan tekanan darah sisitole rata-rata 176,73. Ada hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah. Oleh karena itu, menerapkan perilaku hidup sehat seperti konsumsi makanan sehat dan melakukan aktifitas fisik secara teratur sebagai upaya pencegahan kenaikan Indeks Massa Tubuh dan tekanan darah..
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN FRAKTUR TERHADAP KETERAMPILAN MENGATASI TRAUMA EKSTREMITAS KECELAKAAN LALU LINTAS BAGI DRIVER OJEK ONLINE DI KABUPATEN JEMBER Ningrum, Zulfaa Ariyani Cahya; Cipto Susilo; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4826

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab terbesar yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang pada kehidupan sehari-hari Kecelakaan lalu lintas menyebabkan korban meninggal dunia, korban luka berat dan korban luka ringan. Trauma ekstremitas merupakan kondisi kegawatdaruratan yang disebabkan karena terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dalam pertolongan awal korban dengan trauma ekstremitas, hidup atau matinya korban sangatlah bergantung kepada penolong pertama di lokasi tempat terjadinya kecelakaan Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-exsperimental dengan pendekatan Pretest-posttest Design yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan manejemen fraktur terhadap keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas dengan sampel sejumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampling dengan menggnakan purposive sampling dan uji analisis menggunakan Uji T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian setelah dilakukan Uji T-test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan manajemen fraktur. Pengaruh pendidikan kesehatan manajemen fraktur terhadap keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas dengan analisis statistik menggunakan Uji T-test menunjukkan P Value 0,0001 lebih kecil dari α = 0,005. Sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada pengaruh pendidikan kesehatan manajemen fraktur terhadap keterampilan mengatasi trauma ekstremitas kecelakaan lalu lintas. Rekomendasi penelitian ini yaitu pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap keterampilan seseorang dalam menolong korban kecelakaan lalu lintas sehingga diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan petugas pelayanan kesehatan dan dapat mengurangi resiko kecacatan bahkan kematian diluar Rumah Sakit. Kata kunci : Manajemen Fraktur, Trauma Ekstremitas, Kecelakaan Lalu Lintas ABSTRACT Traffic accidents are the biggest cause of loss of life in everyday life. Traffic accidents cause deaths, serious injuries and minor injuries. Extremity trauma is an emergency condition caused by traffic accidents. In the initial aid of victims with limb trauma, the life or death of the victim is very dependent on the first helper at the scene of the accident. This study used a pre-experimental research design with a Pretest-posttest Design approach which aims to determine the effect of fracture management health education on skills to overcome traffic accident limb trauma with a sample of 30 respondents. The sampling technique used purposive sampling and the analysis test used the T-Test (α = 0.05). The results of the study after the T-test showed that there was a significant difference between the skills of overcoming traffic accident limb trauma before and after being given fracture management health education. The effect of fracture management health education on skills to overcome traffic accident limb trauma with statistical analysis using the T-test shows a P Value of 0.0001 smaller than α = 0.005. So that H1 is accepted. The conclusion of this study is that there is an effect of fracture management health education on skills to overcome traffic accident limb trauma. The recommendation of this study is that health education affects a person's skills in helping victims of traffic accidents so that it is expected to help ease the work of health care workers and can reduce the risk of disability and even death outside the hospital. Key words: Fracture Management, Extremity Trauma, Traffic Accident
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RS dr. SOEBANDI JEMBER Zahrotul Jinani Nur Farishya; Nikmatur Rohmah; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4874

Abstract

Kecemasan merupakan ketidakberdayaan neurotik, perasaan tidak aman, tidakdewasaan, dan ketidakmampuan menghadapi tuntutan realitas (lingkungan), kesulitan dan tekanan kehidupan sehari-hari. Dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan infor-masional, dukungan instrumental, dukungan emosional dan dukungan penilaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan Tingkat kecemasan pasie Intensive Care Unit (ICU) RS dr. Soebandi Jember.Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 32 pasien ICU. Sampel penelitian ini sejumlah 30 pasien ICU. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan cara quota sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Dari penelitian ini didapatkan bahwa dukungan keluarga baik (10%), dukungan keluarga cukup (36,7%), dukungan keluarga kurang (53,3%), kecemasan sedang (53,3%), kecemasan berat (33,3%), kecemasan sangat berat (13,3%). Hasil uji Spearman’s Rank Rho dengan (ɑ = 0,05) didapatkan hasil p value = 0, sehingga H1 diterima yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien Intensive Care Unit (ICU) RS dr. Soebandi Jember dengan kekuatan hubungan kuat ( r = 0,890 ).
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA INDUSTRI DI CV. MULTIBANGUNAN JEMBER Milinda Rika Raditya; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5180

Abstract

Pendahuluan: Menurut Hart & Staveland dalam Tarwaka, bahwa beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja. Low Back Pain (LBP) merupakan suatu kondisi dimana penderitanya merasakan nyeri, spasme, stiffness yang terlokalisasi di bagian bawah costa dan di atas lipatan gluteal inferior dengan atau tanpa nyeri yang menjalar pada tungkai. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan Study Cross-Sectional dan jenis sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah mengacu pada jumlah pekerja industri di CV. Multibangunan Jember yaitu 150 orang. Sampel dari penelitian ini adalah 60 responden. Nilai Beban Kerja Pekerja Industri Di CV. Multibangunan Jember memiliki beban kerja yang berat sebesar 20%. Nilai Kejadian Low Back Pain Pekerja Industri Di CV. Multibangunan Jember memiliki Low Back Pain yang tinggi sebesar 10%. Kesimpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian low back pain pada pekerja industri di CV. Multibangunan Jember memiliki hubungan yang segnifikan dengan hasil nilai p value sebesar 0,01 < 0,05. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah agar peneliti selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengambilan data melalui wawancara dan observasi yang lebih merinci dan mendalam agar mendapatkan hasil yang lebih valid.
HUBUNGAN RESPON NYERI DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSU SRIKANDI IBI JEMBER Novita Dwi Raharjo; Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i2.6798

Abstract

Latar Belakang : Mobilisasi dini adalah latihan gerak sendi, gaya berjalan, toleransi aktivitas sesuai dengan kemampuan dan kesejajaran tubuh. Kegiatan ini penting diketahui ibu, jika tidak dilakukan akan berdampak pada terjadinya perdarahan abnormal, Thrombosis, involusi yang tidak baik, peredaran darah tersumbat, peningkatan intensitas nyeri, proses penyembuhan luka lebih lama dan infeksi pada luka. Sectio caesarea beresiko infeksi 80 kali lebih tinggi disbanding persalinan pervaginam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan respon nyeri dengan motivasi melakukan mobilisasi dini pada Post sectio caesarea. Metode : Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dengan model pendekatan yang digunakan adalah cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan non probality sampling dan didapatkan jumlah sample sebanyak 68 responden. Data diambil dengan kuisioner dan Numeric Pain Rating Scale. Result : Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 33,8% responden merasakan respon nyeri sedang, 36,8% memiliki motivasi mobilisasi rendah. Hasil uji statistic Spearman’s Rho didapatkan nilai Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05 hubungan respon nyeri dengan motivasi melakukan mobilisasi dini pada ibu Post Sectio caesarea di RSU Srikandi IBI Jember Tahun 2023. Rekomendasi: Diperlukan peningkatan Motivasi melakukan mobilisasi secara dini pada pasien pasca operasi sectio caesarea. Perawat juga perlu mengedukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya mobilisasi secara dini.
HUBUNGAN SENSE OF HUMOR DENGAN TEKANAN KERJA TENAGA KESEHATAN DAN MEDIS DI RUMAH SAKIT BALADHIKA HUSADA Ajeng Ratu Pramestim; Mad Zaini; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11482

Abstract

Pendahuluan : Sense of humor merupakan kemampuan seseorang untuk menggunakan humor sebagai sarana penyelesaian masalah, kemampuan menciptakan humor, kemampuan menghargai atau menanggapi humor. Tujuan adanya sense of humor dalam dunia kerja adalah mengurangi tekanan kerja. Metode : Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah dokter jaga IGD dan ICU, perawat IGD dan ICU serta perawat IGD yag berjumlah 30. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik sampling yaitu total sampling. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil: penelitian diperoleh p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara sense of humor dengan tekanan kerja tenaga medis. Diskusi: Penelitian ini menambah pengetahuan tenaga medis dalam meningkatkan sense of humor dan mengurangi tekanan kerja medis dengan sense of humor.
Manajemen Hipovolemia pada Anak dengan Dengue Haemorhagic Fever (DHF) di Ruang Anak RSD Kalisat Angel Christina Meiliawati; Mohammad Ali Hamid
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 8 (2025): JKRI - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Haemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit endemik di Indonesia yang sering menyerang anak-anak dan berisiko menyebabkan hipovolemia akibat kebocoran plasma. Manajemen cairan yang tepat menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang anak dengan DHF dan tanda-tanda hipovolemia yang dirawat di Ruang Anak RSD Kalisat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pasien mengalami demam tinggi (40°C), mukosa bibir kering, turgor kulit menurun, hematokrit meningkat (54,2%), trombosit menurun (53.000/mm³) dan balance cairan negatif (-345 cc). Intervensi keperawatan berupa pemantauan tanda vital, pemberian cairan intravena dan edukasi peningkatan asupan oral menunjukkan perbaikan klinis pada hari ketiga. Manajemen hipovolemia melalui pemantauan ketat dan pemberian cairan sesuai protokol efektif dalam menstabilkan kondisi anak dengan DHF. Peran perawat sangat penting dalam deteksi dini dan intervensi tepat waktu.
The Relationship between Physical Activity and Cholesterol Levels in the Community in the Kalibaru Kulon Health Center Working Area Sitti Syarifah; Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Cleanliness: Journal of Health Sciences and Medical Research Vol. 1 No. 1 (2024): September
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/clean.v1i1.1

Abstract

The number of degenerative diseases is increasing, one of which is diseases related to cholesterol. Cholesterol levels in the blood are related to physical activity, the more physical activity you do every day, the greater your daily energy expenditure, resulting in a reduction in cholesterol levels in the body. So, it is important to know the relationship between physical activity and cholesterol levels in the body. Quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were all people who had had their cholesterol checked in the Kalibaru Kulon Community Health Center working area. The total population in this research was 177 people. and a sample of 44 people was taken using simple random sampling techniques. The statistical test between physical activity and cholesterol levels measured using Spearman rho with α = 0.05 resulted in p value = 0.000, and r = -0.764, meaning there is a relationship between physical activity and cholesterol levels. The suggestion of this research is that health institutions are advised to provide education related to increasing physical activity in order to reduce cholesterol levels.