Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepatuhan Diet Dalam Mencegah Komplikasi Hipoglikemia Dan Hiperglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 br Sinaga, Marsel indah Fitri; Magda Siringo ringo; Gryttha Tondang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16304

Abstract

Komplikasi yang sering terjadi pada diabetes mellitus yang dapat menimbulkan kenaikan pada kadar gula darah (hiperlikemia) dan penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) komplikasi kerusakan mata (retinopati), kerusakan ginjal (nepropati) kerusakan saraf (neuropatif), luka pada kaki, ketosiadosis diabetic. Upaya untuk mencegah kompliksi pada diabetes mellitus yaitu 4 pila manajemen diabetes mellitus, termasuk edukasi, diet, aktivitas fisik dan kepatuhan meminum obat. Tujuan dari penelitian adalah Mengidentifikasi kepatuhan diet pasien diabetes melitus dan mengatahui kadar gula darah dalam mencegah resiko komplikasi hipoglikemia hipergipelikemia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pengumpulan data menggunakan kuesioner PDAQ 9 pertanyaan, dan skor 0-63 dengan sakala tinggi dan rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 68 orang. Pengambilan sampel dengan tekhnik purposive sampling. Didapatkan hasil penelitian data bahwa dari 68 responden terhadap kepatuhan Diet yang di Rasakan dengan Kategori rendah sebanyak 54 responden (78.3%), dengan kategori tinggi yaitu 14 responden (20.3%). terhadap hasil Glukosa dengan kategori Normal sebanyak 19 responden (27,9%), dengan kategori Hiperglikemia sebanyak 41 responden (60,3%), dengan kategori Hipoglikemia Sebanyak 8 responden (11,8%). Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian kepatuhan diet data dengan kategori rendah yaitu rendah sebanyak 54 responden(78.3%), kategori tinggi yaitu 14 responden(20.3%). Kadar Gula Darah Sewaktu berdasarkan hasil penelitian data dengan kategori normal sebanyak 19 responden (27.9%), dengan kategori hipoglikemia yaitu 8 responden (11.8%), kategori hiperglikemia 41 responden (60.3%). Diharapkan pasien yang menjalani diet diabetes melitus diharapkan dapat memperhatikan pola makan atau terapi diet sesuai dengan anjuran dengan makan 3x/hari sesuai porsi yang di tentukan.
Overview of Knowledge and Dietary Compliance in Patients Undergoing Hemodialysis at Santa Elisabeth Hospital Medan in 2025 Magda Siringo-ringo; Rusmauli Lumban Gaol; Gryttha Tondang; Ruri Meilyana Tarigan
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i2.1616

Abstract

Chronic kidney disease is one of the global health problems that requires long-term therapy, one of which is through hemodialysis. According to the World Health Organization (WHO), adherence to treatment and diet is a key factor in improving the quality of life for patients with chronic diseases. An appropriate diet plays an important role in controlling electrolyte levels, fluids, and toxic substances in the body. This study aims to describe the knowledge and dietary compliance of patients undergoing hemodialysis at Santa Elisabeth Hospital Medan in 2025.This research used a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 36 patients selected using purposive sampling techniques. The research instrument was a questionnaire developed based on dietary guidelines for hemodialysis patients according to WHO and the Indonesian Ministry of Health standards. The results showed that among the 36 hemodialysis patients, 15 respondents (41.7%) had a good level of knowledge, 14 respondents (38.9%) had a moderate level, and 7 respondents (19.4%) had a low level of knowledge. Regarding dietary compliance, 13 respondents (36.1%) were compliant, 18 respondents (50.0%) were moderately compliant, and 3 respondents (13.9%) were non-compliant. There was a tendency showing that higher knowledge levels were positively correlated with better dietary compliance, in line with WHO’s principle that health education is an essential intervention in managing chronic diseases. This study recommends strengthening ongoing educational programs by healthcare professionals, particularly in delivering accurate and easy-to-understand information about diet management for hemodialysis patients.