Fadhila, Salsabila Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN SWAMEDIKASI RASIONAL DAN IMPLEMENTASI KEBERSIHAN JATI DIRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT Fadhila, Salsabila Nur; Wibowo, Alfina Wijayanti; Rahmah, Faroha Nur; Prabowo, Mochamad Aji; Utami, Primanitha Ria; Wahyudi, Afiv
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29883

Abstract

Penyakit kulit di Indonesia semakin meningkat. Lemahnya fasilitas kesehatan dan kepadatan lingkungan, seperti Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat, telah meningkatkan risiko penyebaran penyakit kulit di kalangan anak asuh. Kurangnya kesadaran tentang kebersihan diri dan minimnya pengetahuan swamedikasi penyakit kulit menjadi tantangan utama. Mitra pemberdayaan ini adalah tim pengabdi mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Lamongan, dengan sasaran kegiatannya adalah di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat. Peserta kegiatan berjumlah 22 anak. Dalam rangka menanggulangi masalah ini, dilakukan program pengabdian masyarakat dan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengenali faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit kulit, serta memahami konsep swamedikasi penyakit kulit. Program ini diharapkan dapat memberdayakan anak-anak panti asuhan dan membantu mereka dalam mencegah berbagai jenis penyakit kulit. Rata-rata peningkatan pengetahuan anak panti asuhan untuk nilai pre-test adalah 69,46±79,20, sedangkan nilai post-test rata-ratanya adalah 85,60±91,72. Terdapat peningkatan yang signifikan antara pre-test dan post-test, sehingga hal tersebut menjadi indikator keberhasilan bahwasannya edukasi swamedikasi dan kebersihan jati diri untuk pencegahan penyakit kulit yang dilakukan oleh tim pengabdi berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak panti asuhan.Kata Kunci: Swamedikasi; Penyakit kulit; Kebersihan Jati diri.Abstract: Skin diseases in Indonesia are on the rise. Weak health facilities and overcrowded neighbourhoods, such as the Aisyiyah Babat Women's Orphanage, have increased the risk of spreading skin diseases among foster children. Lack of awareness about personal hygiene and lack of knowledge of self-medication of skin diseases are the main challenges. This empowerment partner is a team of student servants from Muhammadiyah Lamongan University, with the target of the activity being the Aisyiyah Babat Orphanage. The activity participants totalled 22 children. In order to overcome this problem, a community service and education programme was carried out which aimed to increase the community's understanding of the importance of maintaining cleanliness, recognising factors that affect skin diseases, and understanding the concept of self-medication for skin diseases. This programme is expected to empower orphanage children and help them prevent various skin diseases. The average increase in knowledge of the orphanage children for the pre-test score was 69.46±79.20, while the average post-test score was 85.60±91.72. There was a significant increase between the pre-test and post-test, so this is an indicator of success that the education on self-medication and personal hygiene for the prevention of skin diseases carried out by the service team succeeded in increasing the knowledge and understanding of orphanage children.Keywords: Self-medication; Skin diseases; Personal hygiene.
IMPLEMENTASI MIKROBIOLOGI FARMASI, UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DINI DEMAM BERDARAH MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI LAMONGAN Sakti, Aditya Sindu; Octavia, Devi Ristian; Sari, Popy Dwi Permata; Fadhila, Salsabila Nur; Wibowo, Alfina Wijayanti; Sholichatin, Haeny; Akhyar, Miftakhul; Maharani, Tiara Anisa; Lutfiana, Era; Putri, Amalia Winanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22249

Abstract

Abstrak: Dusun Pereng, Lamongan merupakan dusun yang memiliki banyak sawah tambak sehingga rentan terjadinya KLB demam berdarah, pengetahuan masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan dini demam berdarah dapat menurunkan kejadian dan keparahan demam berdarah . Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga di Dusun Pereng, Lamongan mengenai upaya pencegahan dan penanganan demam berdarah dengan memanfaatkan potensi herbal unggulan desa. Mitra yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ibu rumah tangga di RT 01 RW 03, Dusun Pereng, Lamongan sebanyak 12 orang . Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan bantuan media visual berupa poster, evaluasi perubahan tingkat pengetahuan mitra dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test post-test. Peningkatan pengetahuan secara signifikan (p>0.05) hanya terjadi pada 42% mitra ibu rumah tangga. Peningkatan pengetahuan mitra dengan metode penyuluhan kurang memberikan pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan mitra mengenai upaya pencegahan dan penanganan demam berdarah.Abstract: Pereng is a village in Lamongan that has many ponds so it is prone to outbreaks of dengue fever. Public knowledge about prevention and early treatment of dengue fever can reduce the incidence and severity of dengue fever. This educational health campaign aims to increase the knowledge of housewives in Pereng, Lamongan regarding the prevention and treatment of dengue fever by utilizing the potential of the village's superior herbs. The partners involved in this educational health campaign were 12 housewives in RT 01 RW 03, Pereng village, Lamongan. The method used is an educational health campaign using the visual media of poster. Evaluation of the level of knowledge from housewife respondents was performed using a pre-test post-test questionnaire. A significant increase in knowledge (p>0.05) only occurred in 42% of housewife respondents. Increasing partners' knowledge using outreach methods performed did not have a significant influence on the knowledge of housewife respondents.