Salsabila, Tantri Ajeng Salma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inter-Simple Sequence Repeats Application on the Identification of Genetic Variation of a New Indonesian Melon Cultivar “Melona” Salsabila, Tantri Ajeng Salma; Yusuf, Adib Fakhruddin; Wibowo, Wiko Arif; Kusnanda, Prima Sekti; Daryono, Budi Setiadi
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The field of identification of molecular markers has seen significant advancements, with the Inter-Simple Sequence Repeat (ISSR) emerging as a prominent tool for characterizing genetic variation within species. This study focuses on the new Indonesian melon cultivar “Melona,” developed through selective breeding of commercial melons. This study aimed to assess the utility of ISSR markers in evaluating the genetic variation and stability of the “Melona” cultivar. Comparisons were made with established cultivars—‘Inthanon,” “Rich Sweetness,” “Chamoe,” and “Hikapel”—using five ISSR primers: UBC 807, UBC 808, UBC 810, UBC 812, and UBC 826. A total of 70 DNA fragments with a high polymorphism rate were produced, thereby providing insight into phenetic relationships among the cultivars with simi-larity indices <70%. These genetic distinctions were corroborated through morphological evaluations. These findings indicate that ISSR markers effectively reveal genetic variation within species, offering a practical approach for devel-oping new plant varieties in the Cucurbitaceae family.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN PUPUK KANDANG Fitria, Laksmindra; Rarafifi, Chalivya Aska; Islami, Putri Dian; Lonardo, Albert; Salsabila, Tantri Ajeng Salma; Prayogo, Enggal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20062

Abstract

Abstrak: Sampah organik rumah tangga dan kotoran hewan ternak berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan karena menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga Kampung Satwa mengenai cara pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos Takakura dan kotoran hewan ternak menjadi pupuk kandang. Selain memberikan solusi permasalahan mengenai sampah organik, kegiatan ini sekaligus untuk membangun rasa tanggung jawab dan kemandirian dalam pengelolaan sumber daya hayati yang berkesinambungan, sesuai dengan program sebagai desa tujuan wisata berbasis ekologi. Target kegiatan adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) dan bapak-bapak yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) di Kampung Satwa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama bulan September–November 2022. Pupuk hasil karya warga kemudian diuji di LPPT-UGM untuk dibandingkan kualitasnya dengan pupuk komersil dan standar nasional Indonesia (SNI). Hasil menunjukkan bahwa pupuk Takakura lebih baik dibandingkan pupuk kompos komersil. Sementara itu kualitas pupuk kandang buatan warga setara dengan pupuk kandang komersil. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk kompos dan pupuk kandang di Kampung Satwa berhasil dengan baik.Abstract: Organic waste from household and livestock are potential to cause discomfort in the settlement due to the stench which also serve as a source of pathogenic germs. This program was designed to provide training and assistance to Kampung Satwa locals to process household organic waste into Takakura compost and livestock organic waste into manure. In addition to provide solution for organic waste problems, this activity helps to build responsibility and independence in sustainable management of biological resources, related to the program as ecologically-based tourist destination. The target of the activity were members of the Women Farmers Group (KWT) and members of the Farmers Group (Poktan) in Kampung Satwa. This activity took place during September–November 2022. Takakura compost and manure made by residents were then tested at LPPT-UGM to compare their quality with commercial products and SNI standards. Results showed that Takakura compost outperformed commercial product. Meanwhile, Poktan’s manure is comparable to commercial product. It can be concluded that the training and mentoring activities on processing organic wastes into compost and manure in Kampung Satwa were successful.