Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA: MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Afifah Nurani Kamilia; Muthia Kansa Azzahra; Rahma Cahyani; Syifa Astriani; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i1.2717

Abstract

Peran antara Laki laki dan Perempuan sangat penting dalam membina rumah tangga. Dimana peran tersebut dibutuhkan untuk menyelaraskan, membawa kemajuan baik di bidang ekonomi, masyarakat dan pendidikan. Agama islam memberikan pedoman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab masing masing gender dalam membangun dan menjaga rumah tangga. Dalam pandangan islam peran laki laki dan perempuan saling melengkapi satu sama lain, dan keseimbangan dalam keduanya sangat ditekankan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sejahtera dan berkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif , dengan metode pengumpulan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Selain teknik observasi langsung dan survei, wawancara juga dapat digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang efektif. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah Laki-laki diharapkan sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan dan penghasilan, sementara perempuan diharapkan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak.
Studi Hygiene Sanitasi Pengolahan Makanan Dan Minuman Di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau Tahun 2025 Zelyn Rizkiyah Zarui; Rahma Cahyani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i6.1904

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit sangat bergantung pada hygiene dan sanitasi makanan agar yang diolah tidak berubah menjadi sumber penyakit bagi pasien yang mengkonsumsi makanan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hygiene sanitasi pengolahan makanan dan minuman di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau Tahun 2025.Metode penelitian menggunakan jenis penelitian survey observasional yang meliputi prinsip I pemilihan bahan makanan, prinsip II penyimpanan bahan makanan, prinsip III pengolahan makanan, prinsip IV penyimpanan makanan jadi/masak, prinsip V pengangkutan makanan, dan prinsip VI penyajian makanan. Jumlah sampel sebanyak 16. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menujukkan pada hygiene dan sanitasi pengolahan makanan dan minuman di BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Baubau Tahun 2025 yaitu prinsip I pemilihan bahan makanan, prinsip II penyimpanan bahan makanan, prinsip III pengolahan makanan, prinsip IV penyimpanan makanan jadi/masak, prinsip V pengangkutan makanan, dan prinsip VI penyajian makanan telah memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes RI No. 1096/MENKES/PER/VI/2011 tentang mengenai hygiene sanitasi jasaboga.
DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL IMPLEMENTASI KKN SMART VILLAGE DI DESA USSU Rahma Cahyani; Ninis Renita S; Hera; Amelia; Yurnita Gujali; Ragil Arrayyan; Nabila Fatika Sari Z; Rezha Fauziah; Sriwulandari Bahtiar; Nurcindy; Desi
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1916

Abstract

Transformasi digital yang semakin cepat menuntut desa untuk beradaptasi menuju konsep desa cerdas tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah mengakar. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Smart Village di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dilaksanakan sebagai langkah memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan kekuatan dan potensi lokal sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan melalui tahapan discovery, design, define, hingga refleksi dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Program KKN ini menghasilkan sejumlah pencapaian penting, seperti pengembangan website resmi desa, penerapan layanan administrasi digital melalui Digides (Digitalisasi Desa), penyusunan infografis layanan publik, serta pembuatan video edukasi digital. Inovasi-inovasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan literasi digital warga, efektivitas layanan administrasi, keterbukaan tata kelola, serta meningkatnya peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu menciptakan tata kelola desa yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, KKN Smart Village di Desa Ussu dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa cerdas berbasis kearifan lokal di era digital.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN AP CHAGI PADA TAEKWONDO UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG Rahma Cahyani; Candra Kurniawan; Riyan Jaya Sumantri; Joan Siswoyo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41135

Abstract

This study aimed to develop and examine the effectiveness of an agility ladder training model in improving the speed of ap chagi kicks among Taekwondo athletes of the Student Activity Unit at the University of Lampung. The research employed a Research and Development (R&D) approach, including needs analysis, product design, expert validation, product revision, and field testing. The research subjects consisted of taekwondo and learning experts as validators, as well as Taekwondo athletes as trial participants. Data were collected using expert validation questionnaires and ap chagi kick speed tests. Data analysis was conducted using descriptive quantitative techniques with percentage calculations to determine the feasibility and effectiveness of the developed training model. The results indicated that the agility ladder training model was considered feasible based on expert evaluations and effective in improving athletes’ ap chagi kick speed. Therefore, the developed training model can be applied as an alternative training method to enhance taekwondo kick performance in university settings.