Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI PERAN KHULAFAURASYIDIN DALAM PERKEMBANGAN ISLAM Ninuk, Ninuk; Sukma Bangkit Panji Muslim; Patnah Wati
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v5i2.3925

Abstract

Khulafaurasyidin adalah istilah dalam sejarah Islam yang merujuk kepada empat khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw., mereka terdiri dari Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, memainkan peran krusial dalam mengarahkan perkembangan Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Artikel ini mengeksplorasi kontribusi masing-masing khalifah dalam memperkuat fondasi Islam, memperluas wilayahnya, serta memastikan penegakan syariah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis literatur yang ada dari tahun 2011 hingga 2023. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan khulafaurasyidin tidak hanya mengonsolidasi ajaran Islam tetapi juga menghadirkan stabilitas politik dan sosial di era awal Islam.
Penyuluhan Etiket dan Protokol dalam Kegiatan Hubungan Masyarakat di Yayasan Sahabat Insan Alhusna Baqiya Aini Wahyu Ningtyas; Patnah Wati; Ngatiyah, Ngatiyah; Sukma Bangkit Panji Muslim; Sobirin, Sobirin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 7 No. 2 (2025): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/j6vhyt15

Abstract

Yayasan Sahabat Insan Alhusna menghadapi masalah rendahnya pemahaman etiket dan protokol komunikasi di kalangan pengurus, remaja, dan anak-anak binaan. Hal ini menyebabkan miskomunikasi dan kurangnya kesantunan dalam interaksi kelembagaan. Berdasarkan pretest terhadap 36 peserta, skor rata-rata hanya 62,6. Kegiatan pelatihan dilakukan sebagai solusi melalui metode partisipatif-edukatif seperti ceramah, simulasi, permainan edukatif, dan diskusi reflektif. Peserta terdiri dari 25 anak, 5 remaja, dan 6 pengurus. Hasil posttest menunjukkan peningkatan skor rata-rata menjadi 87,2 poin, menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait komunikasi publik, protokol tamu, dan etika digital. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini mendorong lahirnya peserta remaja yang menjadi teladan komunikasi bagi yang lainnya/internal. Penyuluhan ini efektif membangun budaya komunikasi yang lebih santun dan profesional serta menjadi dasar pengembangan pedoman komunikasi internal yayasan secara berkelanjutan.