Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DINASTI UMAYYAH TERHADAP ARSITEKTUR DAN SENI PADA PENINGGALAN BUDAYA KERAJAAN DEMAK Dewi Ratnawati; Ngatiyah, Ngatiyah; Annisa, Annisa
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v5i3.3985

Abstract

Kerajaan Demak, sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa, menunjukkan pengaruh arsitektur dan seni yang kuat dari Dinasti Umayyah. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen arsitektur dan seni dari Dinasti Umayyah diintegrasikan dan diadaptasi dalam kebudayaan Kerajaan Demak. Melalui analisis peninggalan arkeologis, seperti Masjid Agung Demak dan ornamen-ornamen yang ada, ditemukan adanya motif geometris dan kaligrafi yang khas dari gaya Umayyah. Selain itu, penggunaan kubah dan elemen struktur lainnya menunjukkan pengaruh Timur Tengah yang signifikan. Hasil penelitian ini memperkaya pemahaman kita tentang proses akulturasi budaya dan transformasi estetika yang terjadi di Kerajaan Demak, serta memberikan bukti nyata tentang jangkauan pengaruh Dinasti Umayyah dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara.
Penyuluhan Etiket dan Protokol dalam Kegiatan Hubungan Masyarakat di Yayasan Sahabat Insan Alhusna Baqiya Aini Wahyu Ningtyas; Patnah Wati; Ngatiyah, Ngatiyah; Sukma Bangkit Panji Muslim; Sobirin, Sobirin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 7 No. 2 (2025): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/j6vhyt15

Abstract

Yayasan Sahabat Insan Alhusna menghadapi masalah rendahnya pemahaman etiket dan protokol komunikasi di kalangan pengurus, remaja, dan anak-anak binaan. Hal ini menyebabkan miskomunikasi dan kurangnya kesantunan dalam interaksi kelembagaan. Berdasarkan pretest terhadap 36 peserta, skor rata-rata hanya 62,6. Kegiatan pelatihan dilakukan sebagai solusi melalui metode partisipatif-edukatif seperti ceramah, simulasi, permainan edukatif, dan diskusi reflektif. Peserta terdiri dari 25 anak, 5 remaja, dan 6 pengurus. Hasil posttest menunjukkan peningkatan skor rata-rata menjadi 87,2 poin, menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait komunikasi publik, protokol tamu, dan etika digital. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini mendorong lahirnya peserta remaja yang menjadi teladan komunikasi bagi yang lainnya/internal. Penyuluhan ini efektif membangun budaya komunikasi yang lebih santun dan profesional serta menjadi dasar pengembangan pedoman komunikasi internal yayasan secara berkelanjutan.