Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN RASULULLAH DALAM DIPLOMASI: RELEVANSI UNTUK HUBUNGAN INTERNASIONAL MODERN Baqiya Aini Wahyu Ningtyas; Fauzan Diaz
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 5 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v5i1.3836

Abstract

Artikel ini mengkaji kebijaksanaan Rasulullah Muhammad dalam diplomasi dan relevansinya dengan hubungan internasional modern. Melalui studi pustaka, penulis menyoroti strategi diplomasi yang diterapkan oleh Rasulullah, seperti Piagam Madinah dan Perjanjian Hudaibiyah, yang menunjukkan kebijaksanaan, toleransi, dan strategi jangka panjang. Artikel ini juga membahas bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam konteks hubungan internasional saat ini untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas global.
Penyuluhan Etiket dan Protokol dalam Kegiatan Hubungan Masyarakat di Yayasan Sahabat Insan Alhusna Baqiya Aini Wahyu Ningtyas; Patnah Wati; Ngatiyah, Ngatiyah; Sukma Bangkit Panji Muslim; Sobirin, Sobirin
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 7 No. 2 (2025): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/j6vhyt15

Abstract

Yayasan Sahabat Insan Alhusna menghadapi masalah rendahnya pemahaman etiket dan protokol komunikasi di kalangan pengurus, remaja, dan anak-anak binaan. Hal ini menyebabkan miskomunikasi dan kurangnya kesantunan dalam interaksi kelembagaan. Berdasarkan pretest terhadap 36 peserta, skor rata-rata hanya 62,6. Kegiatan pelatihan dilakukan sebagai solusi melalui metode partisipatif-edukatif seperti ceramah, simulasi, permainan edukatif, dan diskusi reflektif. Peserta terdiri dari 25 anak, 5 remaja, dan 6 pengurus. Hasil posttest menunjukkan peningkatan skor rata-rata menjadi 87,2 poin, menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait komunikasi publik, protokol tamu, dan etika digital. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini mendorong lahirnya peserta remaja yang menjadi teladan komunikasi bagi yang lainnya/internal. Penyuluhan ini efektif membangun budaya komunikasi yang lebih santun dan profesional serta menjadi dasar pengembangan pedoman komunikasi internal yayasan secara berkelanjutan.