Yayasan Sahabat Insan Alhusna menghadapi masalah rendahnya pemahaman etiket dan protokol komunikasi di kalangan pengurus, remaja, dan anak-anak binaan. Hal ini menyebabkan miskomunikasi dan kurangnya kesantunan dalam interaksi kelembagaan. Berdasarkan pretest terhadap 36 peserta, skor rata-rata hanya 62,6. Kegiatan pelatihan dilakukan sebagai solusi melalui metode partisipatif-edukatif seperti ceramah, simulasi, permainan edukatif, dan diskusi reflektif. Peserta terdiri dari 25 anak, 5 remaja, dan 6 pengurus. Hasil posttest menunjukkan peningkatan skor rata-rata menjadi 87,2 poin, menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait komunikasi publik, protokol tamu, dan etika digital. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini mendorong lahirnya peserta remaja yang menjadi teladan komunikasi bagi yang lainnya/internal. Penyuluhan ini efektif membangun budaya komunikasi yang lebih santun dan profesional serta menjadi dasar pengembangan pedoman komunikasi internal yayasan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025