Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Klasifikasi Kesehatan Mental Mahasiswa dengan Algoritma J48 dan Hubungan Atribut Demografis serta Akademis Cahyani, Evril Fadrekha; Aeni, Alfina Nur; Wahyuni, Irmawati Tri; Tarwoto, T
Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/jurasik.v9i2.812

Abstract

The college years are a period of significant development in various aspects, including physical, psychological, and intellectual growth. Students often face mental health issues such as depression, anxiety, and panic attacks, which frequently go untreated and can persist into adulthood. This study aims to analyze the mental health of college students using the J48 algorithm to classify the target attribute "Did you seek any specialist for treatment?". The dataset used was sourced from a public repository, consisting of 101 instances. Through the stages of data collection, preprocessing, classification with the J48 algorithm, attribute correlation analysis, and comorbidity identification, the study found that 6% of students required specialist treatment, while 94% did not. Further analysis revealed that mental health issues are more prevalent among women and first-year students. Depression affects 82.86% of women, anxiety affects 70.59% of women, and panic attacks affect 75.76% of women. The study also identified comorbidities where some students experienced more than one mental health issue. The findings highlight the importance of social support and a conducive learning environment to improve students' mental well-being. These findings can be used to develop more effective interventions to support students' mental health and academic success.
Pelatihan dan Pendampingan Guru TK Bukateja: Pemanfaatan AI dalam Penyusunan RPP Digital dan Pembuatan Konten Digital Berbasis Canva Imron, Mohammad; Cahyani, Evril Fadrekha; Syamsudin, Fatih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3235

Abstract

Pelatihan dam pendampingan guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Bukateja ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digital dan penggunaan Canva dalam pembuatan konten pembelajaran interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah, praktik langsung, dan pendampingan itensif selama emapt pertemuan dengan total peserta sebanyak 20 guru. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukan peningkatan kompetensi digital guru sebesar 59.2% dengan capaian target kegiatan di atas 85%. Guru mampu menghasilkan RPP digital berbasis AI dan berbagai media ajar kreatif melalui Canva. Tingkat kepuasan peserta mencapai 95% dengan kategori sangat memuaskan. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri, sikap, dan kreativitas guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran anak usia dini.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN MELALUI INOVASI BUDIDAYA DAN DIGITALISASI PEMASARAN MADU KLANCENG Astrida, Deuis Nur; Amin, M. Syaiful; Nida, Faridatun; Alfarizi, Azmi; Cahyani, Evril Fadrekha; Khasanah, Nurul Afifatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34878

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Pring Sedapur Kabupaten Banyumas, yang memiliki potensi besar dalam budidaya lebah madu klanceng namun menghadapi keterbatasan produksi, legalitas usaha, serta strategi pemasaran. Memperkuat kapasitas teknis budidaya, meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi kemasan dan branding, serta mendorong transformasi pemasaran digital dan legalitas usaha. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill mitra, khususnya dalam kemampuan produksi serta pemasaran (branding dan digital marketing) agar lebih kompeten dan berdaya saing. Kegiatan dilaksanakan dengan metode gabungan yang meliputi pelatihan, ceramah, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Wanita (KWT) Cipto Roso beranggotakan 10 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan kuesioner pra–pasca kegiatan untuk menilai peningkatan kemampuan produksi dan pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra sebesar 95% dalam aspek produksi dan pemasaran (branding dan digital marketing). Program ini memberikan dampak positif berupa penguatan ekonomi lokal, kemandirian usaha, serta terciptanya model pemberdayaan berbasis potensi desa yang berkelanjutan.Abstract: This community service activity was carried out with the Pring Sedapur Forest Farmers Group (KTH) in Banyumas Regency, which has great potential in stingless bee cultivation but faces limitations in production, business legality, and marketing strategies. Strengthening the technical capacity of cultivation, increasing product added value through packaging and branding innovation, and encouraging digital marketing transformation and business legality. In addition, this activity also aims to improve the hard and soft skills of partners, especially in production and marketing capabilities (branding and digital marketing) to be more competent and competitive. The activity was carried out using a combined method that included training, lectures, direct practice, mentoring, and evaluation. The partner for this activity was the Cipto Roso Women's Farmers Group (KWT) with 10 members. Evaluation was carried out through observations and pre-post activity questionnaires to assess improvements in production and digital marketing capabilities. The results showed a 90% increase in partner skills in production and marketing aspects (branding and digital marketing). This program has a positive impact in the form of strengthening the local economy, business independence, and the creation of a sustainable village potential-based empowerment model.