Made Anggita Abdi Jayanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Siswa SDN 1 Tukadmungga melalui Pendekatan Edukasi Visual dan Diskusi Interaktif di Ruang Terbuka Made Anggita Abdi Jayanti; Nabila Amelia Hanisyah Putri; Ni Kadek Dwi Nanda Restiani; Ni Kadek Gina Pramitayani; Kadek Dwi Pitriyani
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i3.112

Abstract

Students' mental health is a crucial aspect of their development, as it directly impacts to their learning abilities, social relationships and emotional well-being. Therefore, it is important to give an attention to their mental health, through educational programs, emotional support, and the development of a safe and supportive learning environment. This program aims to increase students' knowledge and awareness at SDN 1 Tukadmungga through a visual education approach and interactive discussions in open spaces environment. The method used involves the use of visual media such as informative posters as well as discussion sessions held in open spaces to create a more relaxed and participatory learning environment. The research results show that this approach is effective in increasing students' awareness of the importance of maintaining mental health, as well as encouraging them to be more open in talking about the feelings and problems they face. The results showed that there was an increase in students' knowledge before and after the education was carried out. In conclusion, visual education accompanied by interactive discussions in open spaces could be an efficient strategy in promoting mental health among elementary school students
Optimalisasi Kader dalam Pencegahan Anemia Remaja Putri untuk Mencegah Stunting di Desa Selat Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Ni Luh Kadek Alit Arsani; Made Anggita Abdi Jayanti; Kadek Bunga Harry Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia, characterized by low hemoglobin (Hb) levels, is a significant health concern, particularly among adolescent girls experiencing menstruation. Reports indicate that the prevalence of anemia in adolescent girls reaches 37.2%,, primarily caused by nutritional deficiencies and blood loss during menstruation. The government has introduced several programs to address anemia, such as iron supplementation (tablet tambah darah or TTD) and balanced nutrition education. However, many adolescent girls do not adhere to TTD consumption recommendations due to factors such as taste and side effects. This study aims to enhance the knowledge of posyandu cadres on anemia prevention and management through systematic training. The community service activities included training 20 cadres from each village cluster in Desa Selat, focusing on the causes, symptoms, and prevention of anemia. The results demonstrated a significant increase in the cadres’ knowledge after the training. Prior to the training, most cadres exhibited limited knowledge, but post-training assessments revealed a substantial improvement, with a majority achieving good knowledge levels. Continued mentoring ensured that cadres could effectively disseminate accurate information to adolescent girls in posyandu settings. This initiative not only enhanced cadres’ knowledge but also boosted their confidence in communicating with adolescents about anemia prevention. Thus, the role of posyandu cadres as educators and motivators is pivotal in combating anemia and preventing stunting among adolescent girls. The optimization of posyandu cadres through education and mentoring is an effective strategy for improving adolescent health and reducing stunting prevalence in the future.   Abstrak Anemia, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah, menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada remaja putri yang mengalami menstruasi. Berdasarkan laporan, prevalensi anemia di kalangan remaja putri mencapai 37,2%, dengan penyebab utama termasuk defisiensi gizi dan kehilangan darah saat menstruasi.Pemerintah telah meluncurkan beberapa program untuk menangani anemia, seperti suplementasi tablet tambah darah (TTD) dan edukasi gizi seimbang. Namun, masih banyak remaja putri yang tidak mematuhi anjuran konsumsi TTD karena berbagai alasan, termasuk rasa dan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pencegahan dan penanggulangan anemia melalui pelatihan yang sistematis. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini mencakup pelatihan kader posyandu yang melibatkan 20 orang perwakilan dari setiap dusun di Desa Selat. Pelatihan ini mencakup materi tentang anemia, penyebabnya, serta cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader tentang anemia setelah mengikuti sesi edukasi. Sebelum pelatihan, sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang kurang baik; setelah pelatihan, jumlah kader dengan pengetahuan baik meningkat drastis.Pendampingan lanjutan dilakukan untuk memastikan kader mampu menyampaikan informasi dengan tepat kepada remaja putri di posyandu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kader tetapi juga memberikan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dengan demikian, peran kader posyandu sebagai educator dan motivator sangat penting dalam upaya penanggulangan anemia dan pencegahan stunting di kalangan remaja putri.Kesimpulannya, optimalisasi peran kader posyandu melalui pendidikan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menangani masalah anemia. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesehatan remaja putri dan mencegah stunting di masa depan.