Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : agri wiralodra

Eksistensi Nilai-Nilai “HUYULA” Pada Produksi Padi di Desa Huidu Kabupaten Gorontalo Mustapa, Fahrudin D.; Mokoginta, Meity M.; Gobel, Yusriyah A.; Djibran, Moh Muchlis
Agri Wiralodra Vol. 17 No. 2 (2025): pemasaran dan potensi usaha
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v17i2.123

Abstract

Sikap gotong royong yang kerap dimiliki oleh setiap warga Indonesia adalah Gotong royong yaitu kegiatan bekerja sama antar individu dan antar kelompok dalam menangani sebuah permasalahan atau kegiatan yang dapat memebantu mempermudah suatu kegiatan berjalan dengan lancar yang merupakan kepentingan bersama. Tradisi gotong royong digorontalo disebut dengan istilah Huyula. Huyula telah ada dan dibina secara turun temurun oleh masyarakat Gorontalo. Dalam bukunya Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Studi Empiris tentang Huyula. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui mengetahui Eksistensi Nilai-Nilai Huyula pada Produksi Padi dan mengidentifikasi dan mendiskripsikan bentuk nilai-nilai huyula yang masih eksis dalam produksi padi. Metode analisis deskriptif kualitatif dan interpretative. Populasi dalam penelitian ini petani pelaku huyula yang berada di desa Huidu yang berjumlah 2 kelompok dimana masing-masing kelompok berangotakan 10 orang dan sampel menggunakan metode Sensus atau sampling total. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan interpretative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi nilai-nilai huyula pada pengolahan lahan tanaman padi sawah mengalami transformasi dan Pada tingkat partisipasi masyarakat ditemukan bahwa petani menggunakan dua model huyula dimana huyula moderen sebanyak 65% dan 70% serta huyula murni 35% dan 30%. Namun dalam produksi usaha tani padi di kabupaten Gorontalo terutama di desa Huidu masih tinggi tingkat partisipasinya
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Minyak Kelapa Pada UMKM Helco Melati Menggunakan Pendekatan SWOT Ismail, Retmi; Indrianti, Merita Ayu; Djaini, Aditya; Djibran, Moh Muchlis
Agri Wiralodra Vol. 18 No. 01 (2026): usaha agribisnis
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v18i01.124

Abstract

Minyak kelapa, sebagai produk agribisnis yang memiliki potensi ekonomi signifikan, memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, terutama di daerah Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha minyak kelapa pada UMKM Helco Melati di Desa Huidu, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, menggunakan pendekatan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari pihak internal UMKM dan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah efisiensi proses produksi (skor 0,73) dan reputasi yang baik di pasar (skor 0,45), sementara kelemahan adalah keterbatasan teknologi dan bahan baku. Peluang besar terletak pada tren pasar yang mengarah pada produk organik dan pemanfaatan platform digital untuk pemasaran (skor 0,67), serta efektivitas dukungan pemerintah terhadap UMKM (skor 0,67). Ancaman utama adalah fluktuasi harga bahan baku (skor 0,67) dan persaingan pasar yang semakin ketat (skor 0,89).
Dukungan Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Usaha Penangkaran Benih Kelapa Di Kabupaten Gorontalo Dien, Wawan Moh. R.; Indrianti, Merita Ayu; Djibran, Moh Muchlis; Suparwata, Dewa Oka
Agri Wiralodra Vol. 18 No. 01 (2026): usaha agribisnis
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v18i01.155

Abstract

Pengembangan usaha penangkaran benih kelapa di Kabupaten Gorontalo memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian, khususnya dalam penyediaan benih berkualitas untuk meningkatkan produktivitas kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan usaha penangkaran benih kelapa di daerah tersebut serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatori, yang menggabungkan data deskriptif dan analisis hubungan antar variabel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengusaha penangkar benih kelapa dan pejabat pemerintah, serta studi dokumentasi terkait kebijakan dan regulasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Kabupaten Gorontalo telah memberikan dukungan signifikan melalui regulasi yang jelas dan program-program strategis. Namun, implementasi kebijakan ini terkendala oleh keterbatasan anggaran, rendahnya minat generasi muda dalam usaha penangkaran, serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya benih unggul di kalangan petani. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan alokasi anggaran, perbaikan dalam sistem pelatihan, serta insentif yang lebih menarik untuk mendorong partisipasi petani muda dalam usaha penangkaran benih kelapa. Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, Penangkaran Benih Kelapa, Gorontalo, Tantangan, Kebijakan Pertanian, Benih Unggul
Paradoks Efisiensi Input: Dominansi Biaya Tenaga Kerja dan Profitabilitas Usahatani Jagung di Kabupaten Gorontalo Bakari, Dwinanda; Djibran, Moh Muchlis; Gobel, Yusriyah Atikah; Suparwata, Dewa Oka
Agri Wiralodra Vol. 18 No. 01 (2026): usaha agribisnis
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agriwiralodra.v18i01.183

Abstract

ABSTRACT Maize (Zea mays L.) is a globally strategic commodity and a critical source of income for millions of smallholder farmers in Indonesia, yet persistent income gaps reflect inefficiencies in production factor utilization. This study aims to: (1) analyze the factors partially and simultaneously affecting net corn farm income in Bukit Aren Village, Pulubala District, Gorontalo Regency; and (2) assess the income level and financial feasibility of corn farming in the study area. A quantitative approach with Ordinary Least Squares (OLS) multiple linear regression was applied to 42 respondents selected proportionally from 35 farmer groups using the Slovin formula (margin of error = 15%). Complete classical assumption tests normality (Kolmogorov-Smirnov), heteroscedasticity (Scatterplot), autocorrelation (Durbin-Watson), and multicollinearity (VIF) were conducted to validate the OLS estimators. Financial feasibility was assessed using the Revenue-to-Cost (R/C) ratio. Results show that simultaneously, production volume, labor costs, fertilizer costs, and pesticide costs significantly affect net income (F = 14.828; p = 0.000). Partially, only labor costs exhibit a significant positive effect (β = 0.472; p = 0.000), while production volume (p = 0.717), fertilizer costs (p = 0.339), and pesticide costs (p = 0.477) were not significant. The coefficient of determination (R² = 0.616) indicates that 61.6% of income variation is explained by the model. The R/C ratio of 6.7 confirms highly profitable farming, with average productivity of 9.57 tons/ha far exceeding the national average of 5.5–5.7 tons/ha. These findings underscore labor force optimization through mechanization and site-specific balanced fertilization as priority interventions for improving smallholder welfare in Pulubala District Keywords: Corn Farming Income; Financial Feasibility; Labor Costs; Multiple Linear Regression; Production Factors; R/C Ratio ABSTRAK Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas strategis di tingkat global dan nasional serta sumber pendapatan bagi jutaan petani skala kecil di Indonesia, namun kesenjangan pendapatan yang persisten mencerminkan inefisiensi dalam penggunaan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap pendapatan bersih usahatani jagung di Desa Bukit Aren, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo; dan (2) menilai tingkat pendapatan serta kelayakan finansial usahatani jagung di wilayah tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda Ordinary Least Squares (OLS) diterapkan pada 42 responden yang dipilih secara proporsional dari 35 kelompok tani menggunakan rumus Slovin (margin of error = 15%). Uji asumsi klasik lengkap normalitas (Kolmogorov-Smirnov), heteroskedastisitas (Scatterplot), autokorelasi (Durbin-Watson), dan multikolinearitas (VIF) dilakukan untuk memvalidasi estimator OLS. Kelayakan finansial dinilai menggunakan rasio Revenue-to-Cost (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, jumlah produksi, biaya tenaga kerja, biaya pupuk, dan biaya pestisida berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bersih (F = 14,828; p = 0,000). Secara parsial, hanya biaya tenaga kerja yang menunjukkan pengaruh signifikan positif (β = 0,472; p = 0,000), sedangkan jumlah produksi (p = 0,717), biaya pupuk (p = 0,339), dan biaya pestisida (p = 0,477) tidak signifikan. Koefisien determinasi (R² = 0,616) mengindikasikan bahwa 61,6% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh model. Nilai R/C ratio sebesar 6,7 mengonfirmasi usahatani yang sangat menguntungkan, dengan produktivitas rata-rata 9,57 ton/ha yang jauh melampaui rata-rata nasional 5,5–5,7 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi tenaga kerja melalui mekanisasi dan pemupukan berimbang berbasis lokasi spesifik merupakan intervensi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan petani skala kecil di Kecamatan Pulubala. Kata Kunci: Biaya Tenaga Kerja; Faktor Produksi; Kelayakan Finansial; Pendapatan Usahatani Jagung; R/C Ratio; Regresi Linear Berganda