Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MARKET MICROSTRUCTURE THEORY: FIXED EFFECT MODEL APPROACH ON COMPANY FUNDAMENTALS PROFITABILITY Devi, Wiara Sanchia Grafita Ryana; Arfiansyah, Ferry; Pranata, Rengga Madya; Damaianti, Indriana; Kharisma, Mita
Jurnal Signaling Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Signaling
Publisher : STMIK Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/signaling.v13i1.1682

Abstract

The concept of market microstructure, or market microstructure theory, examines the dynamics behind the formation of stock prices in Indonesia. There are three primary categories that may be used to categorize the many explanations offered by academics and researchers on the processes that lead to the establishment of stock prices on the Exchange. In this work, a quantitative methodology is utilized to evaluate hypotheses and confirm market microstructure theory, and signal theory. This research makes use of secondary data, namely information gleaned from the Indonesia Stock Exchange for the years 2017-2020. The data in question cover the period of time. The State-Owned Enterprises (BUMN) group, of which the research sample is a member, provides the sample for this study. The findings of the study indicate that there is a connection between fundamentals and profitability.
Building digital entrepreneurs in Indonesia: The role of education, competence, and self-efficacy Arfiansyah, Ferry; Suryana, Suryana; Mulyadi, Hari; Gaffar, Vanessa; Pranata, Rengga Madya
Jurnal Fokus Manajemen Bisnis Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fokus.v15i2.14492

Abstract

As digital transformation progresses, understanding the elements that motivate students in higher education to pursue digital entrepreneurship has become increasingly essential. Indonesia, as one of the largest developing digital economies, provides a vital context where high digital literacy among youth has not yet translated into strong entrepreneurial activity, making its university students a critical population for examining the education–intention gap. Most prior studies addressed digital entrepreneurial education and competence independently, with limited efforts to link them in explaining entrepreneurial motivation. This research analyzes the intermediary influence of digital entrepreneurial self-efficacy in bridging the effects of digital entrepreneurial education and digital competence on students’ entrepreneurial intentions among 173 university students in West Java, Indonesia, utilizing a structural equation modeling approach. Analysis outcomes demonstrate that digital education and competence strengthen students’ confidence to initiate digital ventures. This heightened self-efficacy, in turn, becomes the most decisive factor influencing entrepreneurial intention. Digital competence alone does not directly foster intention but becomes influential when accompanied by strong self-belief, indicating that technical proficiency must be complemented by psychological readiness. The research merges the theory of planned behavior and social cognitive theory to construct its conceptual framework to connect intention development with efficacy processes, illustrating how digital learning and skills collectively foster entrepreneurial motivation. Practically, it highlights the importance of educational designs that simultaneously build competence and confidence to cultivate capable and resilient digital entrepreneurs.
Leadership, Entrepreneurial Characteristics, and MSME Performance: The Mediating Role of Interpersonal Communication Nandang, Nandang; Jamaludin, Asep; Wanta, Wanta; Pranata, Rengga Madya
International Journal of Information System and Innovation Management (IJISIM) Vol. 3 No. 2 (2025): International Journal of Information System and Innovation Management
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/ijisim.v3i2.2024

Abstract

This study aims to examine the effects of leadership and entrepreneurial characteristics on business performance, with interpersonal communication serving as a mediating variable among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Telukjambe Timur District, Karawang Regency. The study population comprised 147 MSME actors, from which a sample of 105 respondents was selected. A descriptive quantitative approach was employed, and Structural Equation Modeling (SEM) was used to analyze the relationships among the variables in the proposed research model. The findings reveal that leadership and entrepreneurial characteristics have positive and significant effects on interpersonal communication. Furthermore, both leadership and entrepreneurial characteristics positively influence business performance. Interpersonal communication also demonstrates a positive effect on business performance and plays a significant mediating role in the relationship between leadership, entrepreneurial characteristics, and business performance. These results highlight the importance of effective leadership, strong entrepreneurial traits, and interpersonal communication in enhancing MSME performance.
Strategi Pengembangan SDM Pada Objek Wisata Situ Cakra Wijaya Kotabaru, Karawang Sabrina, Syadzwa Idzni; Nandang, Nandang; Pranata, Rengga Madya
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/3k16ej77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan Objek Wisata Situ Cakra Wijaya di Kotabaru, Kabupaten Karawang yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak pemerintah desa, pengelola BUMDes, dinas pariwisata, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas SDM pengelola wisata masih terbatas, terutama dalam aspek kompetensi pariwisata, keterampilan pelayanan, serta pemanfaatan teknologi informasi. Strategi pengembangan SDM yang dilakukan meliputi pelatihan dan pendidikan pariwisata, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pembangunan kemitraan dengan pihak eksternal. Faktor pendukung pengembangan SDM antara lain dukungan pemerintah desa, partisipasi masyarakat, dan potensi wisata yang dimiliki. Adapun hambatan utama berasal dari keterbatasan pendanaan dan rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan pariwisata. Pengembangan SDM berkontribusi terhadap peningkatan profesionalisme pengelola, kualitas pelayanan, serta keberlanjutan pengelolaan objek wisata.
Pengaruh Job Embeddedness Dan Overwork Terhadap Turnover Intention Karyawan Pada PT Rajawali Santo Jaya Misandi, Heri; Nandang, Nandang; Pranata, Rengga Madya
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/7886tc28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job embeddedness dan overwork terhadap turnover intention karyawan pada PT Rajawali Santo Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan perusahaan dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial job embeddedness tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan overwork juga tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa job embeddedness dan overwork tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,005 atau 0,5%, yang berarti bahwa variabel job embeddedness dan overwork hanya mampu menjelaskan 0,5% variasi turnover intention, sedangkan 99,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Oleh karena itu, faktor lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, kepemimpinan, maupun lingkungan kerja diduga memiliki peran yang lebih besar dalam memengaruhi turnover intention karyawan.  
Pengaruh Work – Life Balance Dan Kepuasan Kerja Terhadap Retensi Tenaga Kerja Di Pabrik Kerupuk Restu Ibu Aprizal, Mufid; Nandang, Nandang; Pranata, Rengga Madya
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/g1xbwv04

Abstract

Retensi tenaga kerja merupakan aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia karena berkaitan dengan stabilitas organisasi dan keberlanjutan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kepuasan kerja terhadap retensi tenaga kerja di Pabrik Kerupuk Restu Ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode verifikatif. Populasi penelitian berjumlah 94 karyawan dengan sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 7 poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap retensi tenaga kerja, sedangkan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi tenaga kerja. Secara simultan, work-life balance dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap retensi tenaga kerja. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,844 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 84,4% variasi retensi tenaga kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kepuasan kerja menjadi faktor penting dalam upaya mempertahankan tenaga kerja dalam organisasi.