Buntula'bi', Semuel
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI EKSEGESA PERKATAAN YESUS DI KAYU SALIB“SUDAH SELESAI” TERHADAP IMAN KRISTEN BERDASARKAN YOHANES 19:30 Buntula'bi', Semuel
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 5 No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi keberhasilan dan integritas kepemimpinan Musa berdasarkan Keluaran 33:1-23, dengan menyoroti perannya dalam membimbing bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian. Penelitian ini menekankan pada prinsip-prinsip teologis di balik kepemimpinan Musa, khususnya kesetiaan, ketaatan, dan integritasnya. Melalui analisis hermeneutik, penelitian ini mengungkapkan bahwa keberhasilan kepemimpinan Musa terkait erat dengan komunikasinya yang konsisten dengan Tuhan, ketaatannya pada hukum-hukum ilahi, dan kemampuannya untuk menjadi perantara pengampunan bagi bangsa Israel. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Musa tetap memegang teguh integritas yang kuat dengan menaati perintah-perintah Tuhan, mengajarkan hukum-hukum-Nya, dan memimpin dengan keadilan dan kebijaksanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan dengan integritas didasarkan pada hubungan yang dekat dengan Tuhan, kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan mencari pertobatan, dan komitmen untuk hidup dengan prinsip-prinsip spiritual. Wawasan-wawasan ini memiliki relevansi untuk kepemimpinan kontemporer, menggarisbawahi pentingnya integritas, ketaatan, dan hubungan spiritual sebagai kunci kepemimpinan yang efektif.
MAKNA KEPATUHAN ORANG PERCAYA TERHADAP PEMERINTAHAN MENURUT ROMA 13:1-7 Buntula'bi', Semuel
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 4 No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pemerintah adalah sebagai pelayan Allah yang ditugaskan untuk memelihara ketertiban dan keadilan di masyarakat. Oleh karena itu, ketaatan kepada pemerintah dianggap sebagai bentuk partisipasi dalam pelayanan Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki landasan teologis yang mendasari kepatuhan orang percaya terhadap pemerintahan, khususnya dalam konteks ajaran Paulus dalam surat kepada jemaat di Roma. Penelitian juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memotivasi kepatuhan tersebut, serta implikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari orang percaya. Metodologi penelitian ini melibatkan analisis tekstual dan kontekstual terhadap Roma 13:1-7 dalam Alkitab, dengan pendekatan eksegetis untuk memahami makna asli teks tersebut. Selanjutnya, dilakukan tinjauan literatur untuk mendapatkan perspektif teologis dan historis yang mendalam terkait hubungan antara iman Kristen dan kewajiban terhadap pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roma 13:1-7 memberikan panduan teologis yang kuat bagi kepatuhan terhadap pemerintahan sebagai bagian dari ketaatan kepada otoritas yang ditetapkan oleh Tuhan. Teks ini menggarisbawahi pentingnya hidup damai di dalam masyarakat dan menekankan bahwa pemerintahan memiliki peran yang diatur oleh Tuhan. Implikasi praktisnya mencakup tanggung jawab moral orang percaya terhadap partisipasi dalam proses pemerintahan, serta keseimbangan antara ketaatan kepada pemerintahan dan ketaatan mutlak kepada Tuhan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dasar teologis, motivasi, dan konsekuensi kepatuhan orang percaya terhadap pemerintahan berdasarkan Roma 13:1-7.
STUDI EKSEGESIS IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN NEHEMIA TERHADAP KEPEMIMPINAN KRISTEN MENURUT NEHEMIA 4:19-20 Buntula'bi', Semuel
JURNAL POKOK ANGGUR Vol 6 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : STT POKOK ANGGUR JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini meneliti peran Pendidikan Agama Kristen dalam mengubah perilaku remaja Kristen. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana pendidikan agama ini berkontribusi dalam membentuk perilaku remaja dalam konteks moral, sosial, dan spiritual. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi kasus di gereja serta lembaga pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter remaja, meningkatkan kesadaran moral, dan memperkuat nilai-nilai spiritual. Melalui berbagai program seperti pengajaran Alkitab, pelayanan sosial, dan bimbingan spiritual, pendidikan ini membantu remaja menghadapi tantangan hidup sehari-hari serta membentuk perilaku yang lebih positif dan etis. Temuan ini menekankan pentingnya peran guru agama, keluarga, dan komunitas gereja dalam proses pembinaan karakter remaja. Penelitian ini menyarankan agar Pendidikan Agama Kristen terus dikembangkan dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual untuk mengoptimalkan dampaknya pada perubahan perilaku remaja Kristen.
Reconstructing the Imago Dei in the Posthuman Era: An Eschatological Theology of Mediated Embodiment Zebua, Syukurman; Haninuna, Benyamin; Buntula'bi', Semuel; Pinoa, Stevan Andy; Haluk, Paskalis
Jurnal Theologia Vol. 36 No. 2 (2025)
Publisher : The Faculty of Ushuluddin and Humanities, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2025.36.2.28820

Abstract

This article examines the theological challenges posed by posthumanism to the anthropology of Christian theology, with a focus on the doctrine of imago Dei, the meaning of the body, and the eschatological horizons of the Christian faith. The unit of analysis in this study is a theological discourse on posthumanism—especially transhumanism and critical posthumanism—which is dialogued with systematic theology and reflection of Christian education. The purpose of this research is to reconstruct the understanding of the Imago Dei in the context of the posthuman era and to formulate a theological framework that can critically respond to technological narratives without compromising human dignity or Christian eschatological expectations. This research employs a qualitative method based on literature studies, utilizing a philosophical-theological hermeneutic approach, which enables a critical interpretation of classical and contemporary theological sources, as well as major works in the philosophy of posthumanism and the philosophy of technology. The study's findings reveal that posthumanism exposes the limitations of the substantive-rational imago Dei model and encourages the reconstruction of imago Dei as a relational-eschatological category rooted in communion with God, others, and creation. From this reconstruction was born the eschatological theological concept of the mediated body, which affirms that human existence is always mediated by technology, yet still directed toward its fullness in Christ, not to technological salvation. The primary contribution of this article lies in the formulation of an integrative theological framework for the dialogue between the Christian faith and posthumanism within the context of contemplative theology.
Pendidikan Agama Kristen sebagai Sarana Pembentukan Pemimpin Pelayan (Servant Leader) Haninuna, Benyamin; Haluk, Paskalis; Pinoa, Stevan Andy; Souk, Angri Meliani Puspita; Buntula'bi', Semuel
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 10, No 2 (2025): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2025
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v10i2.381

Abstract

This study aims to examine the role of Christian Religious Education (CRE) as a strategic medium in shaping the character of servant leadership among students. In the context of globalization marked by leadership crises, individualism, and power-oriented practices, there is an urgent need for a leadership model grounded in Christian values, namely leadership through service. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing reputable academic sources that discuss the integration of CRE, servant leadership values, the role of teachers, curriculum, and faith communities. The findings reveal that CRE significantly contributes to shaping servant leaders through three main dimensions: (1) curriculum integration with Christian values such as love, humility, and service; (2) the role of teachers as life models who internalize and embody servant leadership in the teaching–learning process; and (3) the contribution of faith communities as praxis spaces where students experience and practice the values of service in real-life contexts. The study further highlights that synergy among schools, teachers, families, and faith communities creates a holistic educational ecosystem that nurtures a new generation of leaders with integrity and a service orientation. Thus, CRE functions not merely as an instrument of cognitive instruction but as a transformative means for spiritual growth and the development of leadership character aligned with the example of Jesus Christ. These findings are expected to enrich academic discourse while providing practical direction for curriculum development, pedagogical strategies, and the engagement of faith communities in forming future leaders who serve. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan pelayan (servant leadership) pada peserta didik. Dalam konteks globalisasi yang ditandai dengan krisis kepemimpinan, individualisme, dan orientasi kekuasaan, dibutuhkan model kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani, yaitu kepemimpinan yang melayani. Pendekatan penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai sumber akademik bereputasi yang membahas integrasi PAK, nilai kepemimpinan pelayan, peran guru, kurikulum, dan komunitas iman. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAK memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk pemimpin pelayan melalui tiga dimensi utama, yaitu integrasi kurikulum dengan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kerendahan hati, dan pelayanan; peran guru sebagai teladan hidup yang menginternalisasikan nilai kepemimpinan pelayan dalam proses belajar-mengajar; dan kontribusi komunitas iman sebagai ruang praksis bagi siswa untuk menghidupi dan mempraktikkan nilai pelayanan dalam kehidupan nyata. Penelitian ini juga menemukan bahwa sinergi antara sekolah, guru, keluarga, dan komunitas iman menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dalam membentuk generasi pemimpin pelayan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan. Dengan demikian, PAK tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengajaran kognitif, tetapi juga sebagai sarana transformasi spiritual dan karakter kepemimpinan yang sejalan dengan teladan Yesus Kristus. Temuan ini diharapkan memperkaya wacana akademik sekaligus memberikan arah praktis bagi pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan keterlibatan komunitas iman dalam pembentukan pemimpin masa depan yang melayani.