Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPACT OF TOURISM IN ALAMENDAH TOURISM VILLAGE ON THE PHYSICAL, ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL ENVIRONMENT OF LOCAL COMMUNITIES Ramadhani, Zaki Alif; Darajat, Muhammad Nur Ali; Adiyoso, Muhammad; Zidany, Naufalika Anggi; Alidha, Seprina Yana
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2191

Abstract

A tourist village is one or more administrative areas with defined limits where the local population manages the tourism-related products. An endeavour to use natural or cultural resources as a tourist attraction is called tourism development. One strategy for implementing community-based and sustainable tourist development, particularly in rural regions, is the creation of tourism communities. One of the villages with a concentration on agro- and nature-based tourism is Alamendah Village, which is operated as a tourist village. Tourism's expansion and growth will undoubtedly have a direct and indirect impact on the neighborhood and its surroundings. In Alamendah Village, Bandung Regency, West Java, this study intends to examine the effects of creating a tourist village on the sociocultural, economic, and physical aspects of the local community. An approach known as the qualitative-descriptive approach was used for this study. By building on observational techniques and performing a web search for documentation studies pertaining to the influence of tourism growth in Alamendah Village, data was collected. According to the study's findings, the Alamendah Tourism Village's tourism-related activities had a good impact on the local community's sociocultural and economic circumstances while having no adverse effects on the surrounding environment.
Strategi Pemasaran Destinasi Berdasarkan Tourism Area Life Cycle (TALC) di Desa Wisata Kembang Kuning, Lombok Timur Ramadhani, Zaki Alif; Ghassani, Shabrina Amalia; Priscilia, Kiki
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.17101

Abstract

Desa Kembang Kuning sebagai salah satu desa wisata yang memiliki fokus dan keunggulan pada penyediaan homestay. Perkembangan Desa Kembang Kuning dapat diidentifikasi menggunakan teori Tourism Area Life Cycle (TALC). Supaya dapat terus berkembang dan bersaing, Desa Kembang Kuning dapat menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan fase- fase pada teori TALC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis posisi Desa Kembang Kuning berdasarkan teori TALC serta mengembangkan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan fase TALC. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari studi literatur, wawancara dengan 3 orang pengelola Desa Wisata Kembang Kuning, dan observasi lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan TALC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kembang Kuning sedang berada pada fase development yang ditandai dengan mengingkatnya keterlibatan aktor, baik masyarakat, pemerintah, maupun investor yang didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana.Berdasarkan posisi Desa Wisata Kembang Kuning pada TALC, strategi pemasaran yang dilakukan ialah menawarkan harga yang kompetitif (cost leadership), menjual produk wisata yang berbeda (differentiation), dan fokus pada segmen tertentu. Desa Wisata Kembang Kuning perlu menyiapkan strategi pemasaran yang berbeda untuk menghadapi fase consolidation yang akan datang.
Integrasi Kapabilitas SDM dan Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Transformasi Teknologi Al Musadieq, Mochammad; Aini, Edlyn Khurotul; Ramadhan, Hanifa Maulani; Arifin, Layyin Nafisa; Ramadhani, Zaki Alif
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 8 No. 6 (2025): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v8i6.54695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kapabilitas sumber daya manusia (SDM) dan pemasaran digital dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital dan analitik data. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA yang melibatkan 59 artikel dari basis data Scopus, yang kemudian diseleksi menjadi 15 artikel berdasarkan kriteria inklusi seperti tahun terbit, jenis dokumen, dan relevansi topik dengan konteks Indonesia. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi digital dan kemampuan analitik data berperan penting dalam mendorong inovasi produk bernilai tambah, efisiensi operasional, serta adaptasi terhadap pasar global. Selain itu, pengembangan SDM yang berorientasi digital dan kepemimpinan inovatif terbukti memperkuat implementasi strategi pemasaran berbasis teknologi. Sinergi antara pengembangan SDM dan strategi pemasaran digital menghasilkan organisasi yang adaptif, kreatif, serta memiliki daya saing berkelanjutan. Lebih jauh, kapabilitas pemasaran digital yang didukung oleh adopsi teknologi seperti Customer Relationship Management (CRM), media sosial, dan e-commerce mampu memperkuat posisi merek serta meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan memperkaya literatur tentang kapabilitas dinamis UMKM di era digital serta implikasi praktis berupa rekomendasi bagi pembuat kebijakan dan pelaku usaha dalam mengembangkan strategi literasi digital dan inovasi berbasis teknologi untuk memperkuat ketahanan bisnis di tingkat nasional dan global.
Strategi pengembangan wisata trekking Bukit Premium Pasuruan Ramadhani, Zaki Alif; Yasin, Nadya Mutiara; Lathifa, Najwa Putri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v9i1.89613

Abstract

AbstractThe phenomenon of Bukit Premium, which suddenly went viral by offering trekking tourism activities, indicates a significant potential as a tourist destination but demands a well-planned development strategy to ensure sustainable growth. This study aims to formulate development strategies for Bukit Premium by considering its strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The research method employs the 7P analysis to understand aspects of product, price, promotion, place, people, process, and physical evidence, as well as PEST analysis to evaluate political, economic, social, and technological factors. Based on SWOT analysis, Bukit Premium achieved an internal score of 1 and an external score of 0.9, positioning it strategically for rapid growth. The destination development employs an integrated approach that encompasses leveraging strategic location advantages, strengthening community-based management, building organizational capacity, and implementing comprehensive governance improvements. This strategy is designed to optimize Bukit Premium's development in a sustainable manner while delivering significant economic, social, and cultural benefits to the surrounding communities. Practically, these findings provide a useful reference for destination managers and local governments in designing adaptive, participatory, and sustainable tourism policies and development programs.AbstrakPenelitian Fenomena Bukit Premium yang menawarkan aktivitas wisata trekking mendadak viral menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata, namun menuntut strategi pengembangan yang terencana agar pertumbuhan dapat berlangsung berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Bukit Premium dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada. Metode penelitian menggunakan analisis 7P untuk memahami aspek produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik, serta analisis PEST untuk mengevaluasi faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi. Hasil analisis kemudian diintegrasikan ke dalam matriks SWOT untuk menentukan arah strategi yang tepat. Berdasarkan analisis SWOT, Bukit Premium memperoleh skor internal 1 dan eksternal 0,9 yang menempatkannya pada posisi strategis untuk pertumbuhan cepat. Pengembangan destinasi ini menerapkan pendekatan terintegrasi yang mencakup pemanfaatan keunggulan lokasi strategis, penguatan pengelolaan berbasis komunitas, pembangunan kapasitas organisasi, dan perbaikan tata kelola secara menyeluruh. Strategi ini dirancang untuk mengoptimalkan pengembangan Bukit Premium secara berkelanjutan sambil memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengelola destinasi dan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan serta program pengembangan wisata yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Strategi Pemasaran Destinasi Berdasarkan Tourism Area Life Cycle (TALC) di Desa Wisata Kembang Kuning, Lombok Timur Ramadhani, Zaki Alif; Ghassani, Shabrina Amalia; Priscilia, Kiki
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/khi.v15i1.17101

Abstract

Desa Kembang Kuning sebagai salah satu desa wisata yang memiliki fokus dan keunggulan pada penyediaan homestay. Perkembangan Desa Kembang Kuning dapat diidentifikasi menggunakan teori Tourism Area Life Cycle (TALC). Supaya dapat terus berkembang dan bersaing, Desa Kembang Kuning dapat menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan fase- fase pada teori TALC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis posisi Desa Kembang Kuning berdasarkan teori TALC serta mengembangkan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan fase TALC. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh dari studi literatur, wawancara dengan 3 orang pengelola Desa Wisata Kembang Kuning, dan observasi lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan TALC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kembang Kuning sedang berada pada fase development yang ditandai dengan mengingkatnya keterlibatan aktor, baik masyarakat, pemerintah, maupun investor yang didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana.Berdasarkan posisi Desa Wisata Kembang Kuning pada TALC, strategi pemasaran yang dilakukan ialah menawarkan harga yang kompetitif (cost leadership), menjual produk wisata yang berbeda (differentiation), dan fokus pada segmen tertentu. Desa Wisata Kembang Kuning perlu menyiapkan strategi pemasaran yang berbeda untuk menghadapi fase consolidation yang akan datang.