Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN KEMAMPUAN REVERSIBLE THINGKING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS PADA MATERI KALKULUS INTEGRAL TAK TENTU Anita Febrianti; Nurkhofifah Amini; Riska Olivianti; Ul'fah Hernaeny, M. Pd
Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 3 (2024): Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3483/trigonometri.v3i3.4591

Abstract

Integral tak tentu merupakan materi penyelesaian integral yang pertama dipelajari dalam mata kuliah kalkulus integral. Kalkulus Integral memiliki sifat reversible, yang mana peserta didik perlu berpikir kritis dan mengembalikan arah pemikirannya kembali ke titik awal ketika peserta didik mempelajari materi awal kalkulus, yaitu Kalkulus Diferensial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (library research) dengan mengeksplor beberapa jurnal, buku, dan sumber data dianggap relevan dengan kajian. Berdasarkan hasil pembahasan, dibutuhkan keterampilan metakognitif dan pemikiran terbalik (reversible thinking) mempengaruhi literasi matematika dalam kalkulus karena peserta didik perlu memahami, menganalisis, dan memanfaatkan konsep-konsep matematika terkait dengan integral. Literasi matematis dalam kalkulus integral, khususnya dalam materi integral tak tentu, merupakan kemampuan penting karena dalam pemahaman integral tak tentu melibatkan kemampuan untuk mengenali pola-pola dalam fungsi-fungsi matematika, mengaplikasikan aturan-aturan integral, dan menginterpretasikan hasil-hasilnya dalam konteks yang sesuai dengan pola dan aturan. Kata Kunci: Keterampilan Metakognitif, Berpikir Reversible, Kalkulus Integral Tak Tentu
PEMBELAJARAN KALKULUS INTEGRAL “INTEGRAL TAK TENTU” BERBASIS PENALARAN KONSEPTUAL Rahma Ashari Firmansyah; Erna Budi Setiawati; Adrianus Rebon Piran; Ul'fah Hernaeny, M. Pd
Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 3 (2024): Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3483/trigonometri.v3i3.4592

Abstract

Kemampuan penalaran matematika adalah kemampuan yang dibutuhkan siswa untuk menganalisis situasi baru, membuat asumsi yang logis, menjelaskan ide dan membuat kesimpulan, serta pemahaman yang mencerminkan kemampuan siswa dalam mengaplikasi definisi konsep, hubungan, dan berbagai representasi. Dalam mempelajari pengetahuan dan keterampilan detailnya mudah dilihat, tetapi polanya sulit dilihat. Agar siswa dapat berpikir secara konseptual, mereka memerlukan kesempatan untuk mencari ide-ide besar—untuk menggeneralisasi, merangkum, dan menarik kesimpulan dengan melihat pembelajaran mereka secara menyeluruh. Berikut dengan Cara Meningkatkan Kemampuan Penalaran yang dapat diterapkan : Belajar mengobservasi situasi, Membiasakan diri dengan premis, asumsi, dan lainnya, melakukan latihan soal setiap hari, bermain game yang melibatkan logika atau pemecahan masalah sehingga para siswa tidak mudah bosan, dan dapat menyelesaikan butir butir soal yang diberikan oleh pendidik.
PENGENALAN KONSEP INTEGRAL FUNGSI ALJABAR DAN FUNGSI TRIGONOMETRI Christian Nugraha; Rio Ramadhan; Nasywa Mahesa; Ul'fah Hernaeny, M. Pd
Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2024): Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3483/trigonometri.v4i1.4604

Abstract

Integral adalah jenis aktivitas numerik yang merupakan sesuatu yang bertentangan dengan tugas bawahan dan titik puncak jumlah tertentu. Matematika polinomial adalah ilmu yang mempelajari gambar numerik dan prinsip-prinsip untuk mengubah gambar numerik tersebut. Matematika polinomial berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah bagian matematika yang berkonsentrasi pada konsep atau pola penyusunan ulang dan penyelesaian masalah dengan menggunakan gambar atau huruf tertentu. Geometri juga merupakan bagian dari matematika. Al-Qalasadi Al-Qalasadi menyajikan gambar numerik dengan memanfaatkan karakter huruf Arab secara berurutan. Omar Kayyam Omar melanjutkan kebiasaan logaritma Al-Khawarizmi dengan menyerahkan syarat kepada kekuatan ketiga.
MEMAHAMI INTEGRAL PARSIAL SECARA ANALITIS SERTA MEMPERLUAS APLIKASINYA DALAM BERBAGAI KONTEKS MATEMATIKA DAN ILMU YANG TERKAIT Nazwa Isfalana Idris; Tasya Maria Agustin Marpaung; Ul'fah Hernaeny, M. Pd
Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 4 No. 1 (2024): Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3483/trigonometri.v4i1.4607

Abstract

Integral parsial dikembangkan pada abad ke-17 oleh matematikawan seperti Isaac Barrow dan Gottfried Wilhelm Leibniz. Barrow, pelopor kalkulus, memperkenalkan ide integral sebagai kebalikan dari diferensiasi, yang membantu membangun fondasi untuk integral parsial. Integral parsial terus berkembang dan diperluas seiring waktu, dengan kontribusi dari banyak matematikawan terkenal dan penelitian dalam berbagai bidang matematika dan ilmu terapan. Ini menjadikannya alat penting dalam kalkulus dan analisis matematika modern. Integral parsial adalah salah satu teknik integral penting dalam kalkulus dan sering digunakan bersama dengan teknik integrasi lainnya untuk menyelesaikan masalah integral kompleks. Integral parsial digunakan saat mengintegrasikan produk dua fungsi yang sulit diintegralkan secara langsung, seperti fungsi eksponensial, trigonometri, atau polinomial yang kompleks. Dalam praktiknya, integral parsial sering digunakan dalam fisika, teknik, dan ilmu lainnya yang memerlukan integrasi dari produk dua fungsi. Menguasai teknik ini penting bagi mereka yang bekerja di bidang-bidang tersebut.